• Home
  • Berita Lokal
  • Berpura-pura Sakit Parah, Pengemis Gadungan Kerap Beraksi di Traffic Light

Lokal
Share this on:

Berpura-pura Sakit Parah, Pengemis Gadungan Kerap Beraksi di Traffic Light

  • Berpura-pura Sakit Parah, Pengemis Gadungan Kerap Beraksi di Traffic Light
  • Berpura-pura Sakit Parah, Pengemis Gadungan Kerap Beraksi di Traffic Light

TERBONGKAR - Seorang pengemis mengendarai sepeda motor dengan kaki diperban saat akan dihentikan anggota polisi.

SLAWI - Terbongkarnya kasus pengemis yang pura-pura sakit parah menjadi buah bibir di masyarakat. Anggota dewan meminta pada dinas sosial dan Satpol PP untuk menertibkan pengemis gadungan yang biasa mangkal di traffic light.

Anggota Dewan Munif, Kamis (12/9) mengatakan, kasus pengemis yang pura-pura kakinya diperban dan menggunakan kursi roda diharapkan jangan terulang kembali. Dinas sosial dan Satpol PP harus menertibkan keberadaan mereka, karena selain mengganggu pengguna jalan juga merugikan pengemis sesungguhnya.

"Kalau mau mencari iba orang lain, jangan begitu caranya. Kasihan pengemis lainnya, karena terkena imbasnya. Orang sehat mengaku sakit dan minta-minta di lampu traffic light," katanya.

Untuk saat ini, tambah Munif, beberapa traffic light ada pengemis dan pengamen yang mulai dikeluhkan pengguna jalan. Meski saat meminta tidak memaksa, tapi keberadaannya dapat mengganggu pengguna jalan. Karenanya, dinsos dan Satpol PP diminta segera melakukan penertiban.

"Di perempatan traffic light Adiwerna biasanya anak-anak punk, mengamen sambil meminta uang di pinggir jalan. Juga di perempatan Slawi Pos, itu harus segera ditertibkan kalau ujung-ujungnya mengganggu pengguna jalan," tambahnya.

Viralnya kasus pengemis yang mengendarai sepeda motor dengan kaki diperban, lanjut Munif, menjadi buah bibir di media sosial. Beberapa akun menyayangkan perilaku yang demikian.

Apalagi Kabupaten Tegal hanya sebuah kota kecil

Berbeda dengan kota besar lainnya. Sehingga begitu muncul kasus pengemis yang pura-pura kakinya sakit dan menggunakan kursi roda langsung viral. (guh/ima)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Polisi Gadungan Ternyata Sudah Bawa Kabur Tiga Gadis Incarannya

Polisi Gadungan Ternyata Sudah Bawa Kabur Tiga Gadis Incarannya

Polisi gadungan Tasima (28) warga Cirebon yang membawa kabur gadis Pemalang, ternyata bukan pertama kali melakukan aksinya.


Buruh Tani Ngaku Polisi untuk Pikat Gadis Incaran, Lalu Dibawa Kabur

Buruh Tani Ngaku Polisi untuk Pikat Gadis Incaran, Lalu Dibawa Kabur

Polisi gadungan yang membawa kabur gadis Pemalang, Sari, ternyata kesehariannya berprofesi sebagai buruh tani.


Kekeringan di Pantura Semakin Parah

Kekeringan di Pantura Semakin Parah

Kekeringan di wilayah Pantura Kabupaten Tegal semakin parah. Sumur warga sudah banyak yang mengering. Lahan pertanian juga mengalami hal serupa.


Diduga Sering Dibuat Mesum, Banyak Ditemukan Kondom di Taman Pulosari

Diduga Sering Dibuat Mesum, Banyak Ditemukan Kondom di Taman Pulosari

Sebuah taman rakyat di Kabupaten Brebes diduga kerap digunakan sebagai ajang mesum di malam hari.


Ancam dengan Korek Api Pistol, Polisi Gadungan Jual Perhiasan Gadis Pemalang

Ancam dengan Korek Api Pistol, Polisi Gadungan Jual Perhiasan Gadis Pemalang

Selain menjual ponsel genggam milik Sari, gadis Pemalang yang dibawa pergi polisi gadungan


Polisi Gadungan yang Bawa Kabur Gadis Pemalang Berhasil Diamankan

Polisi Gadungan yang Bawa Kabur Gadis Pemalang Berhasil Diamankan

Satreskrim Polres Pemalang akhirnya berhasil mengamankan polisi gadungan yang mengajak kabur Sari Istiqomah


Rumah Penerima Bantuan Dicap Miskin, Jika Pura-pura Didoakan Kena Azab

Rumah Penerima Bantuan Dicap Miskin, Jika Pura-pura Didoakan Kena Azab

Penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Tundagan, Kecamatan Watukumpul, Pemalang ditandai cap miskin dengan pilok warna merah.


Antar Anak Periksa ke Rumah Sakit, Rumah Milik Nadirin Terbakar

Antar Anak Periksa ke Rumah Sakit, Rumah Milik Nadirin Terbakar

Rumah milik Nadirin (47) warga Desa Lebakwangi RT 04, RW 01 Kecamatan Jatinegara, Jumat (13/9) pukul 09.30 WIB terbakar.


Karnaval Hasil Bumi di Pemalang, Empat Ponsel dan Dua Dompet Raib

Karnaval Hasil Bumi di Pemalang, Empat Ponsel dan Dua Dompet Raib

Pencopet memang pandai memanfaatkan situasi. Mereka kerap menyusup di tempat-tempat ramai untuk menggasak korbannya.


Warga Jatinegara Butuh Rumah Sakit, Kapan Pemkab Realisasi?

Warga Jatinegara Butuh Rumah Sakit, Kapan Pemkab Realisasi?

Masyarakat Kecamatan Jatinegara minta Pemkab Tegal mendirikan rumah sakit.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!