Lokal
Share this on:

Besok, 1.000-an Nelayan Akan Blokade Jalingkut

  • Besok, 1.000-an Nelayan Akan Blokade Jalingkut
  • Besok, 1.000-an Nelayan Akan Blokade Jalingkut

TEGAL - Sekitar 1.000 nelayan cantrang bakal menggelar aksi menolak pelarangan cantrang, Senin (8/1) besok. Dalam aksinya, mereka berencana memblokade jalan lingkar utara (jalungkut) Kota Tegal.

Bendahara HNSI Riswanto mengatakan massa yang akan menggelar aksi merupakan nelayan dari Paguyuban Nelayan Kota Tegal (PNKT) bersama pelaku usaha perikanan lainnya. Aksi tersebut dilakukan karena kebijakan pelarangan penggunaan alat tangkap ikan cantrang melalui Permen KP Nomor 2 tahun 2015 yg sudah diubah menjadi Permen KP Nomor 71 tahun 2016 dan sudah diberlakukan per 1 Januari 2018 lalu.

"Akibat pelarangan tadi, kurang lebih ada 600 kapal cantrang mangkrak dan 12.000 orang ABK (nelayan) dibuat menganggur serta kehilangan penghasilan untuk menafkahi anak istri mereka," katanya.

Selain nelayan, kata Riswanto, ada 860 orang buruh fillet yang bekerja pada 11 unit pengolahan ikan fillet dan 12 usaha cold storage juga dibuat menganggur serta kehilangan penghasilan untuk menafkahi anak istri mereka. Padahal, sebagian dari buruh fillet merupakan istri dari ABK nelayan.

"Bahkan para penarik becak dan gerobak ikan di kawasan Pelabuhan Perikanan Pantai Tegalsari juga terancam kehilangan pekerjaan dan penghasilannya," sebutnya.

Dengan dilarangnya cantrang, jelas Riswanto, unit pengolahan ikan pun terpaksa tutup. Karena tidak ada lagi bahan baku ikan dengan nilai ekonomis yang bisa diolah menjadi bakso, siomai, dan lainnya yang terjangkau oleh masyarakat ekonomi lemah.

"Sesungguhnya telah berulang kali uji petik dilakukan oleh berbagai lembaga seperti DPRD, DKP Jateng, wali kota Tegal, maupun peneliti atau akademisi IPB. Hasilnya, semua pihak meyakini bahwa alat tangkap cantrang ramah lingkungan," tegasnya.

Riswanto menambahkan sedari awal nelayan dari berbagai wilayah sudah meminta kepada Kementrian Kelautan dan Perikanan untuk membuktikan keamanan cantrang dengan melakukan uji petik bersama. Dengan membentuk tim independen yg terdiri dari unsur akademisi, para ahli, stake holder dan pemerintah.

"Permintaan dari nelayan tersebut sangatlah sederhana dan wajar namun sampai sekarang kenapa pemerintah dalam hal ini Kementrian Kelautan dan Perikanan tidak mau melakukannya?" tanya Riswanto.

Saat ini, tandas Riswanto, nelayan dan buruh ikan masih berharap Presiden Joko Widodo mau segera turun tangan. Yakni melihat langsung kondisi ekonomi nelayan dan buruh ikan ke sentra sentra perikanan yang terdampak dan melegalkan alat tangkap cantrang. (muj/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Dana Desa di Kabupaten Tegal Meningkat Rp340,9 Miliar

Dana Desa di Kabupaten Tegal Meningkat Rp340,9 Miliar

Dana Desa yang dialokasikan untuk 281 desa di Kabupaten Tegal akan bertambah tahun depan. Pemerintah desa diminta berinovasi.


Pemilih Pemula di Pilkades, Wajib Bawa e-KTP saat Akan Nyoblos

Pemilih Pemula di Pilkades, Wajib Bawa e-KTP saat Akan Nyoblos

Pemilih yang berusia 17 saat hari pencoblosan pemilihan kepala desa serentak harus bawa E-KTP jika ingin menggunakan hak pilihnya.


Underpass Karangsawah Diklaim Tidak Akan Terendam Banjir

Underpass Karangsawah Diklaim Tidak Akan Terendam Banjir

Underpass atau terowongan di bawah perlintasan kereta api Karangsawah di ruas jalan Tegal-Purwokerto Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes sudah diujicoba.


Aturan Main Pilkades Serentak 115 Desa Rawan Picu Konflik

Aturan Main Pilkades Serentak 115 Desa Rawan Picu Konflik

Pemilihan kepala desa (pilkades) serentak gelombang II yang akan digelar di 115 desa di Kabupaten Tegal dinilai rawan konflik.


Dua Kali Gagal, Pembangunan Pasar Margasari Rp17 Miliar Dilelang Lagi

Dua Kali Gagal, Pembangunan Pasar Margasari Rp17 Miliar Dilelang Lagi

Setelah dua kali gagal lelang, proyek pembangunan Pasar Margasari akan kembali dilelang pada awal tahun depan.


Buruan Tukar, Empat Uang Kertas Ini Tak Berlaku dan Tidak Bisa Diganti Lagi

Buruan Tukar, Empat Uang Kertas Ini Tak Berlaku dan Tidak Bisa Diganti Lagi

Empat pecahan uang kertas akan ditarik dari peredaran, dan tak berlaku lagi sebagai alat pembayaran yang sah.


30.000 Meter Kubik Limbah Beracun Ancam Warga Pesarean, Adiwerna

30.000 Meter Kubik Limbah Beracun Ancam Warga Pesarean, Adiwerna

Ribuan kepala keluarga (KK) di Desa Pesarean Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal masih terancam paparan bahan-bahan beracun dari limbah usaha pengolahan logam.


Jalur Kereta Semi Cepat Jakarta-Surabaya 5 Jam Mulai Disurvey

Jalur Kereta Semi Cepat Jakarta-Surabaya 5 Jam Mulai Disurvey

Wilayah Kabupaten Tegal akan dilintasi kereta semi cepat Jakarta-Surabaya yang rencananya mulai beroperasional pada 2020 mendatang.


Asuransi Nelayan Sudah Cairkan Klaim Rp500 Juta Lebih

Asuransi Nelayan Sudah Cairkan Klaim Rp500 Juta Lebih

Program asuransi nelayan sudah digulirkan sejak 2016.


Guru Honorer di Sekolah Negeri Akan Digaji Mulai Rp1,3-1,6 Juta

Guru Honorer di Sekolah Negeri Akan Digaji Mulai Rp1,3-1,6 Juta

Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Tegal menyetujui usulan kenaikan kesejahteraan guru non-PNS atau guru honorer yang mengajar di sekolah negeri.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!