• Home
  • Berita Lokal
  • Brebes Segera Miliki Destinasi Wisata Heritage Mirip De Tjolomadu

Lokal
Share this on:

Brebes Segera Miliki Destinasi Wisata Heritage Mirip De Tjolomadu

  • Brebes Segera Miliki Destinasi Wisata Heritage Mirip De Tjolomadu
  • Brebes Segera Miliki Destinasi Wisata Heritage Mirip De Tjolomadu

MENINJAU – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berbincanng dengan pelaksana proyek pembangunan rest area PG Banjaratma, Rabu (16/1) kemarin. (eko fidiyanto/radar brebes)

BANJARATMA - Renovasi bangunan eks Pabrik Gula (PG) Banjaratma di Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes yang akan dijadikan rest area terindah di Tanah Air dikebut. Targetnya, sebelum Lebaran Juni mendatang, rest area sudah selesai 100 persen.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau langsung perkembangan renovasi bangunan eks PG Banjaratma, Rabu (16/1) kemarin. Bangunan PG tersebut akan disulap menjadi rest area terindah di ruas tol Pejagan-Pemalang KM 260.

Dalam roadshow ke Brebes, dimana salah satunya meninjau bangunan cagar budaya itu, Ganjar mengatakan, pembangunan salah satu rest area terbesar di Jawa Tengah itu akan memberikan kesempatan kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Brebes. Yakni menempati kios-kios yang sudah disediakan.

"Nanti akan diisi 70 persen UMKM dan 30 persen produk lainnya. Kami berharap ini betul-betul memberikan kesempatan agar produk-produk UMKM di Brebes ini bisa masuk. Dulu kan diprotes gara-gara tol telur asin nggak ada yang beli lagi. Nah sekarang saatnya mereka diberi kesempatan untuk berjualan di sini. Saya yakin ini akan menjadi the best rest area," kata Ganjar di sela-sela kunjungannya.

Menurut Ganjar, adanya ruas jalan tol Pejagan-Pemalang mempengaruhi pemanfaatan gedung atau bangunan di sekitar jalur tersebut. Bangunan cagar budaya bekas PG Banjaratma ini akan dijadikan rest area sekaligus tujuan wisata heritage (sejarah).

Nilai historis dari bangunan tersebut tidak akan diubah. Ini yang akan menjadi daya tarik sebagai destinasi wisata bagi para pengunjung.

"Dilihat dari arsitekturnya, ini akan menjadi De Tjolomadoe (PG Karanganyar yang saat ini jadi rest area, red) yang kedua. Ini destinasi wisata yang dikembangkan untuk tempat pertunjukan. Tinggal siapa yang mengeloala ini, untuk berinovasi dan berkreasi di rest area ini," tambahnya.

Ke depan, lanjut Ganjar, di rest area PG Banjaratma ini harus diadakan workshop dan berbagai kreasi. Antara lain, membuat telur asin, membatik, dan lainnya. Hal ini agar para pengendara yang mampir di rest area tersebut tidak sekadar istirahat, tapi bisa juga berwisata. Pengendara juga bisa membeli produk UMKM di rest area ini yang sudah dibuat beberapa booth atau stan produk UMKM dari Tegal dan Brebes.

"Kita harus mempromosikan tempat ini, sehingga ini menjadi tempat unggulan yang menarik. Intinya kita targetkan tahun ini sebelum lebaran," tegasnya.

Sementara itu, Sett Engenering Manager PT Pembangunan dan Perumahan (PP) dari pelaksana proyek revitalisasi PG Banjaratma Janu Hidayatmo mengatakan, pembangunan rest area itu atas usulan Pemda. Dengan demikian, pembangunannya tidak bebarengan dengan pembangunan tol. Rest area ini dijadikan proyek percontohan pengelolaan rest area yang dilakukan BUMN dan merupakan rest area bernuansa heritage.

Lahan pembangunannya merupakan milik perusahaan plat merah PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dan pengelolaannya diserahkan ke PT Pembangunan dan Perumahan. Janu mengatakan, luas bangunan rest area ini mencapai 10,5 hektare.

Bangunan pabrik gula tersebut berusia satu abad lebih dan direnovasi dengan tidak mengubah bangunan asli. Hal itu demi menjaga keaslian bangunan cagar budaya tersebut.

"Jadi rest area ini merupakan joint venture semua BUMN. Rest area heritage yang merupakan satu-satunya di Indonesia. PG ini dibangun pada awal abad 20 oleh perusahaan gula swasta asal Belanda N.V. Cultuurmaatschappij (perusahaan perkebunan yang berpusat di Amsterdam)," ujarnya.

Pihaknya melakukan restorasi bangunan cagar budaya itu justru akan menjaga dan melestarikannya. Tujuannya agar masyarakat tahu bahwa rest area tersebut, dulunya yakni pabrik gula dan merupakan bangunan heritage . Pemanfaatan bangunan ini bertujuan sebagai peremajaan daripada dibiarkan dalam waktu puluhan tahun.

"Daripada didiamkan, telantar dan acak-acakan dalam waktu lama, berpuluh-puluh tahun, kami buat agar lebih menarik lagi. Sehingga warga tertarik dan ingin mampir. Akan kami pertahankan seperti bangunan aslinya," ujarnya.

Selain itu, bangunan rest area dibikin semacam miniatur pabrik gula, sebagaimana bangunan terdahulu dan ada tempat penggilingan tebu ditampilkan. Lokomotif kereta tebu rencananya juga ditampilkan di depan bangunan rest area.

Kemudian, dia ingin rest area tersebut dimanfaatkan seperti halnya bekas bangunan Pabrik Gula Colomadu. Bangunan itu kini menjadi destinasi wisata sejarah bernama De Tjolomadoe. "Kami berkerjasama dengan beberapa kosorsium untuk membangun rest area ini. Ini usaha patungan dari beberapa BUMN untuk mengelola lokasi ini," tandasnya. (fid/lhr/fat/zul)

Berita Sebelumnya


Berita Sejenis

Diduga Dibuang, Bayi Laki-laki Berumur Sehari Tergeletak di Tepi Saluran Irigasi

Diduga Dibuang, Bayi Laki-laki Berumur Sehari Tergeletak di Tepi Saluran Irigasi

Warga sekitar areal persawahan di Desa Pagejugan Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes heboh.


Berbahaya, Lampu Penerang Jalur Pantura Kerap Usil Dimatikan

Berbahaya, Lampu Penerang Jalur Pantura Kerap Usil Dimatikan

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Brebes meminta masyarakat sadar dengan fasilitas layanan masyarakat.


Tebing Longsor, Jalan Penghubung Dua Kecamatan Tertutup

Tebing Longsor, Jalan Penghubung Dua Kecamatan Tertutup

Hujan lebat yang mengguyur wilayah Desa Jemasih Kecamatan Ketanggungan Kabupaten Brebes mengakibatkan tanah di sekitar Gunung Sunia longsor, Senin (18/2) malam.


Hujan Angin, Empat Rumah Rusak Tertimpa Pohon Tumbang

Hujan Angin, Empat Rumah Rusak Tertimpa Pohon Tumbang

Hujan deras yang disertai angin kencang menerjang Desa Pakujati Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes, Senin (18/2) sore.


Pisah dengan Istrinya dan Sakit-sakitan, Pria Nekat Kendat

Pisah dengan Istrinya dan Sakit-sakitan, Pria Nekat Kendat

Hariri, warga Dukuh Waru RT 06 RW 04 Desa Pagojengan Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes ditemukan meninggal dunia menggantung pada blandar rumahnya.


Pagi-pagi, Pengunjung PAI Geger Penemuan Mayat Perempuan Mengambang

Pagi-pagi, Pengunjung PAI Geger Penemuan Mayat Perempuan Mengambang

Sesosok mayat berjenis kelamin perempuan ditemukan mengambang di dalam lokasi wisata Pantai Alam Indah (PAI) Kota Tegal, Senin (18/2) pagi.


Pesta Miras, 103 Pelajar SMP Diangkut Polisi

Pesta Miras, 103 Pelajar SMP Diangkut Polisi

Puluhan dari 103 pelajar tingkat SMP dari 6 sekolah di Kabupaten Brebes digelandang polisi, Sabtu (16/2) sore.


Dikira Sedang Cuci Muka, Ternyata si Kakek Tewas di Penampungan Air

Dikira Sedang Cuci Muka, Ternyata si Kakek Tewas di Penampungan Air

Warga Desa Linggapura RT 2 RW2 Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes, Rabu (13/2), dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki.


Mulai Longsor Lagi, Waspadai Mahkota Longsoran Salem

Mulai Longsor Lagi, Waspadai Mahkota Longsoran Salem

Bencana longsor yang merenggut belasan korban jiwa di Desa Pasirpanjang Kecamatan Salem Kabupaten Brebes setahun silam masih menghantui warga sekitar.


Viral Video Petani Bawang, Subkhan Bukan Komisioner KPU Brebes Lagi

Viral Video Petani Bawang, Subkhan Bukan Komisioner KPU Brebes Lagi

Dua hari terakhir ini, video seorang petani bawang merah di Brebes yang curhat ke Sandiaga Uno menjadi viral.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!