Lokal
Share this on:

Budidaya Sistem Bioflok, Minimalkan Pakan dan Tempat

  • Budidaya Sistem Bioflok, Minimalkan Pakan dan Tempat
  • Budidaya Sistem Bioflok, Minimalkan Pakan dan Tempat

DAMPINGI PENYULUH -Kades Luwungbata (topi hitam) didampingi penyuluh perikanan saat meninjau langsung ke lokasi pembudidaya lele dengan siatem bioflok, Sabtu (20/7).

TANJUNG - Dinas Perikanan Kabupaten Brebes melalui bagian penyuluhan melakukan pemantauan dan penyuluhan terhadap petani ikan lele dengan sistem bioflok. Pemantauan tersebut tidak lain untuk memastikan sistem bioflok yang digunakan dalam budidaya ikan lele berjalan baik dan benar.

Salah satu budidaya ikan lele dengan sistem bioflok yang dipantau yaitu yang dikelola masyarakat di Desa Luwungbata, Kecamatan Tanjung. Penyuluh Perikanan pada Dinas Perikanan Brebes Muhammad Murni mengatakan, pemantauan tersebut dilakukan tidak lain untuk memberikan pemahaman dan masukan dalam proses budidaya.

Menurutnya, pemantauan tersebut perlu dilakukan secara intensif mengingat sistem budidaya bioflok baru ada di Desa Luwungbata tersebut. Apalagi, sistem tersebut masih sedikit yang menggunakannya bagi pembudidaya ikan lele di Kabupaten Brebes.

"Memang kalau untuk budidaya ikan lele dengan sistem bioflok di Brebes masih sedikit yang menggunakannya. Jadi perlu ada pendampingan," jelasnya.

Dia mengungkapkan, ada beberapa keuntungan menggunakan sistem bioflok bagi pembudidaya ikan lele. Selain lebih ekonomis dan bersih, budidaya lele dengan sistem bioflok juga tidak memerlukan lahan yang luas. Hal ini dikarenakan budidaya ikan lele bisa menggunakan terpal, sehingga tidak memerlukan lahan yang luas.

"Dibanding dentan sistem budidaya lele yang menggunakan balongan jelas jauh berbeda. Jika sistem balongan itu memerlukan lahan yang luas, tapi sistem bioflok bisa memanfaatkan lahan pekarangan yang ada," paparnya.

Meski banyak keunggulannya, namun masih ada kelemahan dari budidaya ikan lele menggunakan sistem bioflok. Salah satunya yakni harus adanya aliran udara yang masuk ke kolam. Sedangkan aliran udara itu harus menggunakan alat yang disambungkan ke aliran listrik.

"Nah masalahanya kalau aliran listrik itu mati akan berdampak pada sistem bioflok yang akan jadi. Jadi, jika listrik itu mati maka bioflok yang sudah jadi itu akan hancur kembali," tuturnya.

"Karenanya, harus ada genset untuk antisipasi terjadinya pemadaman listrik. Sehingga bisa mengantisipasi hancurnya bioflok yang sudah dibuat dalam sistem tersebut," lanjutnya.

Meski demikian dia berharap ke depan budidaya lele bioflok di Luwungbata bisa lebih berkembang lagi. Karenanya, pihaknya akan selalu siap jika diminta memberikan penyuluhan. Terlebih, dengan jumlah peternak yang ada di Desa Luwungbata, sudah bisa dibuat kelompok. Sehingga, ke depan bisa mengajukan bantuan ke pemerintah desa, daerah maupun provinsi.

"Kita harapkan adanya pendampingan ini budidaya ikan lele dengan sistem bioflok di Brebes khususnya di Desa Luwungbata bisa terus berkembang," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Luwungbata Sugani mengapresiasi atas adanya pembudidaya ikan lele di desanya. Dia mengaku akan bekerjasama dengan pembudidaya ikan lele dalam memajukan usaha yang ada di desanya.

"Yang begini (usaha yang dilakukan warga) yang harus kita dampingi. Sehingga ke depan bisa terus berkembang," jelasnya.

Dirinya juga berjanji akan terus memberikan pendampingan kepada masyarakat yang ingin terus memajukan usahanya.

"Meskipun baru dilantik, saya sangat senang jika ada warga yang mampu memaksimalkan lahan pekarangan untuk usaha. Yang seperti ini yang harus diberikan pendampingan," pungkasnya. (ded/ima*)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Jelang Penilaian Adipura, Kota Slawi Belum Siap?

Jelang Penilaian Adipura, Kota Slawi Belum Siap?

Tak lama lagi Tim Penilai Adipura dari pusat dan provinsi masuk ke wilayah Kabupaten Tegal.


Karnaval Meriah, Walikota dan Wakilnya Ikut Gotong Ogoh-ogoh Raksasa

Karnaval Meriah, Walikota dan Wakilnya Ikut Gotong Ogoh-ogoh Raksasa

Dedy Yon dan Jumadi sempat menggotong replika ogoh-ogoh raksasa yang ditampilkan siswa-siswi dan guru SMPN 7 Tegal.


Sedang Nonton TV, Tembok Rumah Tiba-tiba Ambruk

Sedang Nonton TV, Tembok Rumah Tiba-tiba Ambruk

Tembok ruang tamu dan kamar tidur rumah milik Sopani (48) di Desa Mejasem Timur RT 06 RW 05 Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal ambruk, Jumat (23/8) malam ,sekitar


16 Pelaku Curaranmor Ditangkap, Dua Emak-emak

16 Pelaku Curaranmor Ditangkap, Dua Emak-emak

Polres Tegal berhasil membekuk 16 orang terkait kasus pencurian kendaraan bermotor yang meresahkan masyarakat di Kabupaten Tegal dan sekitarnya.


Ratusan Kepala Sekolah Ikut Pelatihan

Ratusan Kepala Sekolah Ikut Pelatihan

ebanyak 850 kepala SD dan SMP di Kabupaten Pemalang mengikuti bimbingan dan pelatihan peningkatan kualitas mutu guru dan tenaga pendidik.


Hendak Transaksi, Empat Pemuda Pengedar Narkotika Dibekuk

Hendak Transaksi, Empat Pemuda Pengedar Narkotika Dibekuk

Empat pemuda yang berprofesi sebagai karyawan swasta dan buruh diamankan Polres Tegal secara terpisah, dalam operasi Antik Candi 2019.


Fantastis, di Karnaval Pelajar Ada Kain Putih Sepanjang 74 Meter

Fantastis, di Karnaval Pelajar Ada Kain Putih Sepanjang 74 Meter

SMP Negeri I Pangkah membuat geger penonton dan pejabat di panggung kehormatan saat karnaval pelajar dan umum.


Heboh dan Wow, Pakaian Karnival Buat Kagum Penonton Karnaval

Heboh dan Wow, Pakaian Karnival Buat Kagum Penonton Karnaval

Sebagian besar peserta karnaval pelajar dan umum menampilkan busana karnival.


Berkali-kali Dirazia, PGOT kok Masih Berkeliaran di Kota Tegal

Berkali-kali Dirazia, PGOT kok Masih Berkeliaran di Kota Tegal

19 Pengemis Gelandangan dan Orang Terlantar (PGOT) diamankan petugas saat razia gabungan, Rabu (21/8) siang.


Sakit Hati Dipecat, Kakak Beradik Nekat Curi 31 Laptop

Sakit Hati Dipecat, Kakak Beradik Nekat Curi 31 Laptop

Gara-gara sakit hati dipecat dari pekerjaannya sebagai tukang kebun, tiga orang nekat mencuri sejumlah laptop dan barang elektronik lainnya.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!