Lokal
Share this on:

Buka Puasa Bareng, 39 Santri di Slawi Keracunan

  • Buka Puasa Bareng, 39 Santri di Slawi Keracunan
  • Buka Puasa Bareng, 39 Santri di Slawi Keracunan
  • Buka Puasa Bareng, 39 Santri di Slawi Keracunan
  • Buka Puasa Bareng, 39 Santri di Slawi Keracunan

SLAWI - 39 santri Pondok Pesantren (Ponpes) An-nur, Slawi, Kabupaten Tegal diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan dan minuman saat buka puasa, Selasa (6/3) malam.

Para santri mulai mengalami sejumlah gejala keracunan seperti mual, diare, pusing, dan lemas, sejak Selasa (6/3) pagi. Sebelumnya, mereka menyantap nasi dengan lauk tempe goreng dan kangkung serta minum es kelapa muda dicampur minuman kemasan dan jeruk bali.

"Pas buka puasa hari Senin (5/3) makan, minumnya es kelapa dicampur minuman kemasan sama jeruk bali.‎ Mulai kerasanya paginya, habis subuh, diare. Setelah itu, habis duhur mulai pusing, mual," kata salah seorang santri yang mengalami keracunan, Ahmad Uli Fadli (16).

Santri lainnya, Sodikin (17) mengaku mulai merasakan gejala keracunan sejak Senin (5/3) malam. Dia juga menyantap makanan dan minuman yang sama dengan teman-temanya sesama santri saat buka puasa. Makanan tersebut dimasak oleh para santri sendiri. "Malamnya mulai mual. Paginya pusing, lemas. Ini masih kerasa," katanya saat ditemui Selasa (6/3) malam.

Lihat Vidoenya di Instagram @radartegalofficial

Petugas dari Dinas Kesehatan dan PMI Kabupaten Tegal yang baru mendapat laporan dugaan keracunan tersebut pada Selasa (6/3) malam sekitar pukul 21.30 WIB langsung mendatang ponpes yang berada Kelurahan Kalisapu Kecamatan Slawi itu.

Selain memeriksa santri yang diduga mengalami keracunan, petugas juga membawa sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan untuk diperiksa di laboratorium. Dari pendataan yang dilakukan, terdapat 39 santri yang diduga mengalami keracunan.

Kasi Survailance dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Eko BP Prabowo‎ mengatakan, rata-rata gejala yang dialami adalah demam, perut sakit, dan lemas.

"Dugaanya (keracunan) dari makanan dan minuman. Mereka makan nasi dengan lauk tempe, dan minum es kelapa dicamur minuman kemasan. Tapi untuk memastikannya kita harus periksa lebih dulu sampel makanannya di lab," ujar Eko.

Eko juga menyebut kemungkinan keracunan disebabkan oleh bakteri. Hal ini dilihat dari ‎waktu gejala keracunan yang mulai dirasakan. "Karena masa gejala timbulnya di atas tiga jam‎. Tidak seperti virus yang lebih cepat," jelasnya.

‎Sementara itu, Ketua Yayasan Kawit An-Nur Ahmad Wildan mengatakan gejala keracunan baru kali ini dirasakan para santri yang total berjumlah 60 orang. Pihak ponpes, menurutnya masih memastikan penyebab pasti keracunan.

"Saat ini kita minta keterangan dulu dari para santri, kita observasi. Kalau perlu ada penanganan khusus nanti kita rujuk. Saya sendiri baru mengetahui tadi, karena mungkin gejalanya lama," ujarnya, Selasa (6/3) malam. (far/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Driver Online Demo, Wartawan Dilarang Masuk ke Kantor Gojek

Driver Online Demo, Wartawan Dilarang Masuk ke Kantor Gojek

Puluhan driver online yang tergabung dalam driver online Brebes Tegal Slawi Pemalang (Bregaslang) menggeruduk kantor Gojek Tegal, Senin (13/8) siang.


Atraksi Lumba-lumba Pukau Penonton

Atraksi Lumba-lumba Pukau Penonton

Sejumlah warga dan para pelajar memanfaatkan waktu luang untuk menonton atraksi lumba-lumba dan aneka satwa di Lapangan Langon Simpang Procot Slawi.


Awas! Pohon Tumbang Bisa Kembali Tewaskan Pengendara Motor

Awas! Pohon Tumbang Bisa Kembali Tewaskan Pengendara Motor

Pohon besar yang berada di tepi Jalan Slawi-Jatibarang tumbang, kemarin. Akibatnya, seorang pengendara sepeda motor roda dua tewas.


Kantor KBIH Slawi Nyaris Terbakar

Kantor KBIH Slawi Nyaris Terbakar

Kantor Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Slawi, Kabupaten Tegal nyaris terbakar, Senin (30/7).


Minimarket Bodong Disegel, kok Nekad Buka Lagi

Minimarket Bodong Disegel, kok Nekad Buka Lagi

Meski sempat disegel (ditutup), lantaran tak mengantongi izin resmi, sebuah toko waralaba modern di Kabupaten Brebes buka lagi.


Siap-siap, Seminggu Tiga Kali Ada Razia STNK

Siap-siap, Seminggu Tiga Kali Ada Razia STNK

Masih rendahnya wajib pajak dalam membayar pajak kendaraan bermotor, disikapi UPPD Samsat Slawi dengan menggencarkan razia rutin.


Mudik ke Pemalang, Kristina Ajak Duet Siswa SLB

Mudik ke Pemalang, Kristina Ajak Duet Siswa SLB

Penyanyi dangdut Kristina berduet bareng dengan anak-anak SLB Negeri 1 Pemalang di Aula Sekolah.


New Edabu Mudahkan Badan Usaha Daftarkan JKN-KIS Karyawannya

New Edabu Mudahkan Badan Usaha Daftarkan JKN-KIS Karyawannya

BPJS Cabang Tegal melakukan sosialisasi program JKN-KIS bersama Person In Charge (PIC) Badan Usaha, di Gedung Palang Merah Indonesia (PMI) Slawi.


Umi-Ardie Menang Telak, Pria Ini Berkeliling Slawi Tanpa Pakaian

Umi-Ardie Menang Telak, Pria Ini Berkeliling Slawi Tanpa Pakaian

Aksi nyeleneh dilakukan Eros, menyusul kemenangan telak pasangan calon bupati dan wakil bupati Umi Azizah-Sabilillah Ardie di pilbup Tegal.


143 Napi Lapas Slawi Nyoblos, Dua Napi Terorisme Pilih Golput

143 Napi Lapas Slawi Nyoblos, Dua Napi Terorisme Pilih Golput

Sebanyak 145 narapidana (napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B, Slawi, Kabupaten Tegal memiliki hak pilih.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!