Lokal
Share this on:

Cantrang Dibolehkan, Nelayan Belum Tenang

  • Cantrang Dibolehkan, Nelayan Belum Tenang
  • Cantrang Dibolehkan, Nelayan Belum Tenang

TEGAL - Meski kembali diperbolehkan untuk melaut, namun nelayan cantrang di Kota Tegal mangaku telah merugi hingga puluhan juta rupiah. Itu disebabkan sejak diberlakukan pelarangan, nelayan tak ada yang berani melaut.

Mereka pun kini tengah menanti keputusan resmi dari Presiden RI Joko Widodo. Sehingga mereka bisa tenang saat pergi mencari ikan di tengah laut.

Casmadi (45), salah seorang nelayan, mengatakan sejak diberlakukan peraturan itu, dirinya dan rekannya hanya bisa menganggur. Sebab, tak ada keahlian lainnya yang dimiliki selain sebagai nelayan cantrang.

"Kalau pun ada, paling hanya bisa untuk memperbaiki kapal. Akibatnya, kita memgalami kerugian yang tidak sedikit," katanya.

Ketua PNKT Susanto Agus P mengatakan akibat diberlakukannya pelarangan cantrang, dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir dermaga Pelabuhab Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari dipenuhi ratusan kapal cantrang. Jumlahnya mencapai 600 kapal dengan ABK seluruhnya ada 12.000 orang.

"Selain nelayan, ada sejumlah pelaku usaha lain yang terdampak," jelasnya.

Kini meski akan diperbolehkan kembali, nelayan membutuhkan pernyataan resmi dari Presiden RI Joko Widodo. Sehingga para nelayan bisa melaut kembali dengan aman dan tenang. (muj/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Bejat! Anak 6 Tahun Disodomi Tetangganya
Bejat! Anak 6 Tahun Disodomi Tetangganya

Berita Sejenis

BPJS Kesehatan Nunggak Klaim, RSUD Kardinah Ditagih Utang

BPJS Kesehatan Nunggak Klaim, RSUD Kardinah Ditagih Utang

Belum dibayarkannya piutang BPJS berdampak pada terganggunya cash flow RSUD Kardinah.


Duh, 47 Ribu Keluarga Miskin di Kabupaten Tegal Masih BAB Sembarangan

Duh, 47 Ribu Keluarga Miskin di Kabupaten Tegal Masih BAB Sembarangan

Sebanyak 47.000 rumah tangga tidak mampu di Kabupaten Tegal masih belum memiliki jamban hingga akhir tahun ini.


Hati-hati, Demam Berdarah Mulai Serang 46 Anak di Pemalang

Hati-hati, Demam Berdarah Mulai Serang 46 Anak di Pemalang

Penyebaran penyakit lewat nyamuk aedes aegypti di Kabupaten Pemalang, belum tuntas tertangani.


Pegawai Non-PNS di Kota Tegal Overload

Pegawai Non-PNS di Kota Tegal Overload

Anggota Komisi I DPRD Kota Tegal Efi Ifannah mempertanyakan pola rekrutmen tenaga non-PNS di organisasi perangkat daerah (OPD) yang dinilainya belum jelas.


Dicek Menteri PUPR, Penataan Kampung Nelayan Bisa Jadi Kawasan Wisata Baru

Dicek Menteri PUPR, Penataan Kampung Nelayan Bisa Jadi Kawasan Wisata Baru

Sesaat sebelum mendampingi Presiden RI Joko Widodo yang melakukan kunjungan di wilayah Kabupaten Tegal.


Nelayan Bisa Melaut dengan Suket, Asal...

Nelayan Bisa Melaut dengan Suket, Asal...

Diskresi berupa surat keterangan (suket) untuk melaut akan diberikan, jika nelayan memenuhi persyaratan yang ditentukan.


Belum Capai Target, Realiasi PAD Terus Digenjot

Belum Capai Target, Realiasi PAD Terus Digenjot

SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tegal diminta melakukan terobosan untuk menggenjot pendapatan daerah dari retribusi dan pajak.


58 Desa Belum Cairkan Dana Desa

58 Desa Belum Cairkan Dana Desa

Penyerapan dana desa (DD) di Kabupaten Tegal masih tersendat.


Cari Ikan, Dua Nelayan Malah Temukan Mortir Aktif Sisa Perang

Cari Ikan, Dua Nelayan Malah Temukan Mortir Aktif Sisa Perang

Dua orang nelayan Nabil (33) dan Alidin (49) tak sengaja menemukan mortir aktif yang diduga merupakan peninggalan perang dunia di sekitar Perairan Losari Kabupa


Nelayan Jateng Minta Pengurusan SIPI Dipermudah

Nelayan Jateng Minta Pengurusan SIPI Dipermudah

Ratusan nelayan yang tergabung dalam Perkumpulan Nelayan Sejahtera di Pantura Jawa Tengah akan melayangkan surat kepada menteri Koordinasi Kemaritiman RI.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!