• Home
  • Berita Lokal
  • Curigai Kematian Tak Wajar, Keluarga Minta Mayat Anaknya Diotopsi

Lokal
Share this on:

Curigai Kematian Tak Wajar, Keluarga Minta Mayat Anaknya Diotopsi

  •  Curigai Kematian Tak Wajar, Keluarga Minta Mayat Anaknya Diotopsi
  •  Curigai Kematian Tak Wajar, Keluarga Minta Mayat Anaknya Diotopsi

TUNJUKKAN FOTO - Orang tua korban menunjukkan anak laki-lakinya yang kematiannya menjadi tanda tanya besar bagi keluarganya, kemarin. (m. ridwan/radar pemalang)

ULUJAMI - Mayat yang ditemukan di Kali Kangkung Desa Tasikrejo Kecamatan Ulujami, Kamis (2/11) sekitar pukul 10.35 WIB kemarin diduga merupakan korban penganiayaan. Korban diketahui bernama Wiyatno (31), warga RT 05 RW 03 Desa Tasikrejo Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang.

Orang tua korban Wahmat (53) dan Daryati (45) menuturkan anaknya diketahui sejak dua hari sebelum kejadian keluar rumah. Namun tiba-tiba ada kabar bahwa anaknya telah ditemukan meninggal di Kalikangkung.

"Saya kaget mendengar berita itu," ujar Daryati, ibu kandung korban, kemarin.

Dia menceritakan, sebelum kejadian ada teman korban yang juga sebagai majikannya di Sahara Musik datang ditemani seseorang pada Rabu (1/11) dinihari dan meminta maaf karena telah memukuli Wiyatno di sebelah rumahnya. Dia adalah S (28), warga Desa Tasikrejo RT.04/06 Kecamatan Ulujami.

"Itu pengakuannya," ucap Daryati.

Hingga akhirnya, pada Kamis siang (2/11) sekitar pukul 10.35 WIB geger ada penemuan mayat. Jasad korban kemudian diperiksa oleh tim medis dari Puskesmas Mojo didampingi dari Polsek Ulujami yang hasilnya tim menyatakan tidak ada penganiayaan dalam tubuh korban.

"Saya janggal dengan hasil pemeriksaan medis, makanya saya minta diotopsi di RSUD M. Ashari," paparnya didampingi Kasi Pemerintahan Desa Tasikrejo, Mulyo Riadi.

Atas permintaan pihak keluarga korban, akhirnya pada Kamis malam jenazah diotopsi oleh tim DVI Polda dan juga tim medis RSUD dr. M. Ashari Pemalang dan sekitar jam jam 01.00 WIB dinihari jenazah langsung di bawah pulang untuk dimakamkan pada pukul 02.00 WIB. Selama menyaksikan pemeriksaan, pihak keluarga korban didampingi LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI).

Salah satu pengurus GMBI Wilayah Teritorial (Wilter) Jateng Jack Kafandi menyampaikan, melihat kejanggalan hasil pemeroksaan medis, pihak keluarga meminta GMBI untuk mendampingi dan mengawal proses hukum yang sedang dan akan dilaksanakan oleh pihak berwajib agar berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kami bagian dari masyarakat yang berfungsi sebagai kontrol sosial sudah selayaknya membantu masyarakat yang butuh pendampingan untuk proses hukum semacam ini dan akan kami kawal sampai tuntas," jelasnya.

Sementara itu Kapolsek Ulujami AKP Mashuri membenarkan mayat saat itu telah diperiksa tim medis Puskesmas Mojo dan hasilnya tidak ada tanda-tanda penganiayaan hingga akhirnya dilakukam otopsi di RSUD dr. M. Ashari Pemalang. "Hasilnya menunggu antara seminggu sampai 10 hari, kami juga masih melakukan penyelidikan lebih lanjut," terang Mashuri.

Ditambahkan, informasi yang berhasil dihimpun, antara korban dengan pelaku hubungan sehar-hari disamping sebagai teman juga antara majikan dan karyawan. Tidak ada permasalahan sebelumnya, namun diduga karena faktor perselingkuhan menjadikan korban harus membayar mahal hingga akhirnya meninggal secara mengenaskan. (rid/har/zul)


Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Desa Guci Jadi Desa Siaga Bencana
Desa Guci Jadi Desa Siaga Bencana

Berita Sejenis

Nekat Jual Miras, Nenek di Pemalang Dibui

Nekat Jual Miras, Nenek di Pemalang Dibui

Berjualan sembako sih boleh-boleh saja, tapi jangan diikuti jualan barang haram, jika tak mau berurusan dengan pihak berwajib.


Ada Kekurangan Dokumen, Calon Tak Bisa Ditetapkan

Ada Kekurangan Dokumen, Calon Tak Bisa Ditetapkan

KPU Kabupaten Tegal memberi kesempatan dua paslon bupati-wakil bupati yang dokumen persyaratannya belum lengkap untuk melakukan perbaikan.


Abrasi Parah, Anggota Dewan Minta Giatkan Penanaman Mangrove

Abrasi Parah, Anggota Dewan Minta Giatkan Penanaman Mangrove

Abrasi di kawasan pantai utara (pantura) Kabupaten Tegal terus terjadi.


Pamit Main Layangan, Pulang Sudah Jadi Mayat

Pamit Main Layangan, Pulang Sudah Jadi Mayat

Sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki ditemukan tergeletak di pematang sawah di depan kantor Kelurahan Kalinyamat Wetan, Kamis (18/1) pagi.


Berduaan di Kos, Dua Pasangan Mesum Dikeler

Berduaan di Kos, Dua Pasangan Mesum Dikeler

Lantaran kedapatan tengah berduaan dalam kamar kos-kosan, tiga pasangan tak sah diamankan personel Satpol PP Kota Tegal, Kamis (18/1).


Tenggelam di Pemalang, Ditemukan di Demak

Tenggelam di Pemalang, Ditemukan di Demak

Dua nelayan yang tenggelam di Perairan Asemdoyong Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, ditemukan tak bernyawa di Perairan Demak, Jawa Tengah.


Tak Netral, ASN Siap-siap Saja Disanksi

Tak Netral, ASN Siap-siap Saja Disanksi

Selain harus menjaga netralitasnya, Aparatur Sipil Negara (ASN) dilarang berpolitik praktis dalam penyelenggaraan Pilkada maupun pemilu.


Kang Nur: Tak Ada Permainan Fee Proyek di Kota Tegal

Kang Nur: Tak Ada Permainan Fee Proyek di Kota Tegal

Plt Wali Kota Tegal HM. Nursoleh menyerahkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) untuk pembangunan di tahun 2018.


Dandim Minta Warga Lebih Bijak saat Tahun Politik

Dandim Minta Warga Lebih Bijak saat Tahun Politik

Tahun ini merupakan tahun politik di wilayah Kota Tegal.


Kesulitan Bayar, Nelayan Minta Kredit Dihapus

Kesulitan Bayar, Nelayan Minta Kredit Dihapus

Dua pekan sudah kebijakan pelarangan penggunaan alat tangkap ikan berjenis cantrang berlaku secara nasional.



Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!