• Home
  • Berita Lokal
  • Delapan Kali Nyolong Kabel Tol, Pria Ini Akhirnya Dibekuk Polisi

Lokal
Share this on:

Delapan Kali Nyolong Kabel Tol, Pria Ini Akhirnya Dibekuk Polisi

  • Delapan Kali Nyolong Kabel Tol, Pria Ini Akhirnya Dibekuk Polisi
  • Delapan Kali Nyolong Kabel Tol, Pria Ini Akhirnya Dibekuk Polisi

PEMALANG - Setelah delapan kali menggasak kabel lampu penerangan di Jalan Tol Pemalang-Batang, Basri akhirnya dibekuk polisi. Dia ditangkap di kosannya di Kelurahan Mulyoharjo, Pemalang.

Pelaku sudah menjalani aksinya dalam kurun waktu empat bulan, dengan sasaran mulai dari simpang susun Pemalang hingga simpang empat Gandulan, atau sejauh 4 km.

Kapolres Pemalang AKBP Kristanto Yoga Darmawan melalui Wakapolres Kompol Malpa Malacoppo menjelaskan, sebelum mengambil kabel, pelaku lebih dulu merusak boks panel agar aliran listrik padam. Baru kemudian kabel lampu yang terpendam di bawah tanah diambil dengan cara digali.

"Tiap tiga meter kabel dipotong dengan gergaji besi, lalu kabel dikelupas untuk diambil tembaganya, sedangkan kulit kabelnya dibuang," ujar Kompol Malpa, Rabu (11/9) siang.

Dikatakan, dalam aksinya itu pelaku tidak sendirian, namun bersama rekannya Faizal yang kini sudah diamankan di Polres Brebes. Rekannya sempat kepergok petugas saat beraksi di sana, dan kabur meninggalkan sepeda motor miliknya. Saat dicocokkan nomer rangka dan mesin, pemilik motor tersebut merupakan warga Pemalang.

Aksi mereka di Pemalang terendus saat pihak PT Pemalang Batang Tol Road mendapati kulit kabel sudah terkelupas di lokasi saat melakukan inspeksi. Atas temuan itu pihaknya lalu melaporkan ke Polres Pemalang.

Kabel yang disikat adalah jenis NYFGBY 4x16 mm dan 4x25 mm. Ditaksir PT. PBTR mengalami kerugian hingga Rp800 juta. Pelaku dikenai pasal 363 ayat 1 KUHP pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman paling lama tujuh tahun penjara. (sul/ima)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Korban Ambulans Maut Bertambah Jadi Lima Orang

Korban Ambulans Maut Bertambah Jadi Lima Orang

Korban tewas akibat kecelakaan maut di Tol Pejagan-Pemalang, tepatnya di Desa Kendayakan Kecamatan Warureja Kabupaten Tegal, Kamis (19/9) sore, bertambah.


Polisi Bentuk Tim Atasi Kebakaran Lereng Gunung Slamet

Polisi Bentuk Tim Atasi Kebakaran Lereng Gunung Slamet

Untuk mengatasi kebakaran 18 hektare hutan lindung yang berada di Petak 48 dan 16, Polres Tegal membentuk tim penanggulangan.


Ambulans Bawa Jenazah Tabrak Truk, Empat Tewas Seketika

Ambulans Bawa Jenazah Tabrak Truk, Empat Tewas Seketika

Ambulans jenazah yang melaju dari arah Jakarta menuju ke Semarang menabrak truk di Jalan Tol PPTR Jalur A KM 300+400 tepatnya di Desa Kendayakan Kecamatan Waruj


Polisi Gadungan Ternyata Sudah Bawa Kabur Tiga Gadis Incarannya

Polisi Gadungan Ternyata Sudah Bawa Kabur Tiga Gadis Incarannya

Polisi gadungan Tasima (28) warga Cirebon yang membawa kabur gadis Pemalang, ternyata bukan pertama kali melakukan aksinya.


Buruh Tani Ngaku Polisi untuk Pikat Gadis Incaran, Lalu Dibawa Kabur

Buruh Tani Ngaku Polisi untuk Pikat Gadis Incaran, Lalu Dibawa Kabur

Polisi gadungan yang membawa kabur gadis Pemalang, Sari, ternyata kesehariannya berprofesi sebagai buruh tani.


Hari ini, Gubernur ke Dusun Sawangan Pantau Kebakaran Hutan Gunung Slamet

Hari ini, Gubernur ke Dusun Sawangan Pantau Kebakaran Hutan Gunung Slamet

Hari ini, Kamis (19/9) rencananya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akan meninjau langsung kebakaran hutan lereng Gunung Slamet


95 Persen Kebakaran Hutan dan Lahan dari Pembakaran Sampah

95 Persen Kebakaran Hutan dan Lahan dari Pembakaran Sampah

Isu nasional terkait kebakaran hutan akhir-akhir ini juga menimpa di daerah.



Kekeringan Meluas Hingga 11 Desa di Jatinegara

Kekeringan Meluas Hingga 11 Desa di Jatinegara

Dari 17 desa di Kecamatan Jatinegara, 11 desa diantaranya sudah mengalami kekeringan. Hal ini perlu mendapat penanganan serius dari Pemkab Tegal.


Kebakaran Lereng Gunung Slamet Meluas

Kebakaran Lereng Gunung Slamet Meluas

Kebakaran kawasan hutan di lereng gunung Slamet Kabupaten Tegal hingga saat ini kian meluas.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!