Lokal
Share this on:

Dewan Duga Ada Kebocoran dalam Pengelolaan Sampah

  • Dewan Duga Ada Kebocoran dalam Pengelolaan Sampah
  • Dewan Duga Ada Kebocoran dalam Pengelolaan Sampah

MENUMPUK - Beginilah kondisi sampah di Kabupaten Tegal saat belum terangkut armada truk sampah.

SLAWI - Laporan panitia khusus (pansus) VII soal sampah pada rapat paripurna mengagetkan pimpinan dewan. Ada dugaan, pengelolaan sampah ada kebocoran yang cukup signifikan.

Ketua DPRD Kabupaten Tegal A. Firdaus Assyaerozi, Kamis (11/7) mengatakan, kerja Pansus VII yang menangani soal sampah sudah dilaporkan. Dan hasilnya, ada dugaan terjadi kebocoran yang luar biasa. Karena ada indikasi sebelum Pansus VII dibentuk, pendapatan retribusi sampah hanya Rp 250 juta.

Tapi setelah dibentuk pansus, retribusi sampah yang masuk ke kas daerah menjadi Rp 1,2 miliar.

"Tahun 2016, retribusi sampah hanya Rp 250 juta. Dan pada tahun 2017, target pendapatan dari sampah Rp 1 miliar tercapai Rp 750 juta. Dan pada tahun 2018 ini, pendapatan dari sampah langsung Rp 1,2 miliar," katanya.

Dari hasil sidak anggota pansus ke lokasi, tambah Firdaus, sebenarnya potensi pendapatan dari sampah lebih dari Rp 1,2 miliar. Karena ada dugaan

setoran yang diberikan warga tidak sebanding yang disetorkan ke kas daerah. Untuk itu, dewan menyarankan supaya Pemkab Tegal segera membuat aturan soal sampah.

"Bagi kami tidak masuk akal dalam satu tahun pendapatan bisa naik Rp 1,2 miliar. Lebih baik diformalkan dan ditertibkan saja, per satu titik Rp2 juta perbulan. Jangan sampai pemkab memungut uang warga tidak bisa dipertanggungjawabkan," tambahnya.

Guna mencegah tingkat kebocoran, lanjut Firdaus, sebaiknya Pemkab Tegal menggandeng pihak ketiga terkait semua sektor pendapatan. Atau membuat perusda supaya tidak terjadi kebocoran lagi. Karena hitungan dewan, kalau satu titik Rp2 juta saja dan dibuat 100 titik sudah kelihatan per bulan Rp200 juta. Dan itu dikalikan 12 bulan sudah Rp 1,4 miliar. (guh/ima)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

World Cleanup Day di Pemalang, 2.36 Ton Sampah Pantai Widuri Dikuras

World Cleanup Day di Pemalang, 2.36 Ton Sampah Pantai Widuri Dikuras

Hari bersih-bersih sedunia atau World Clean Up Day, jadi momentum untuk memulai hidup bersih. Berbagai daerah di Indonesia pun turut memperingatinya.


Uniknya Pelayanan di Kelurahan Sugihwaras, Warga Wajib Bawa Sampah Plastik

Uniknya Pelayanan di Kelurahan Sugihwaras, Warga Wajib Bawa Sampah Plastik

Sampah plastik menjadi persoalan pencemaran lingkungan yang sedang dihadapi. Sudah menjadi pengetahuan bersama bahwa sampah berbahan ini sulit teruai.


Tak Terlihat Tiga Hari, ABG Tewas di Rumahnya yang Terkunci

Tak Terlihat Tiga Hari, ABG Tewas di Rumahnya yang Terkunci

Nurlia Amanda Saputri (15), warga Desa Kramat, Jatibarang, Brebes ditemukan tewas di dalam rumahnya, Kamis (19/9) malam.


Alat Kelengkapan Dewan Dibagi Rata dengan Partai Koalisi

Alat Kelengkapan Dewan Dibagi Rata dengan Partai Koalisi

Pertemuan ketua partai peroleh kursi di DPRD Kabupaten Tegal telah sepakat untuk berkoalisi.


95 Persen Kebakaran Hutan dan Lahan dari Pembakaran Sampah

95 Persen Kebakaran Hutan dan Lahan dari Pembakaran Sampah

Isu nasional terkait kebakaran hutan akhir-akhir ini juga menimpa di daerah.


Diduga Mengandung Zat Berbahaya, Satgas Pangan Diminta Sidak Jajanan Sekolah

Diduga Mengandung Zat Berbahaya, Satgas Pangan Diminta Sidak Jajanan Sekolah

Maraknya pedagang yang berjualan di sekolah patut diwaspadai akan kandungan zat berbahaya yang ada di makanan tersebut.


247 Pejabat Dilantik, Bupati Minta Laporkan Bila Ada Oknum

247 Pejabat Dilantik, Bupati Minta Laporkan Bila Ada Oknum

Sebanyak 247 pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Pemkab Pemalang baru saja dilantik dan diambil sumpahnya, Rabu (18/9) di pendapa kabupaten.


Khojin Kembali Pimpin Perbarindo DPK Tegal

Khojin Kembali Pimpin Perbarindo DPK Tegal

H Khojin SH MM kembali terpilih sebagai Ketua Perbarindo DPK Tegal dalam Musyawarah Komisariat (Muskom) VII DPK Tegal


Ternyata Masih Ada 63 Desa yang Belum Bebas BABS

Ternyata Masih Ada 63 Desa yang Belum Bebas BABS

Sebanyak 63 desa di Kabupaten Tegal belum Open Defecation Free (ODF). Artinya, masyarakat di 63 desa itu buang air besar (BAB)-nya masih sembarangan.


Penggusuran 66 Rumah di Tanah PT. KAI Diminta Ditunda

Penggusuran 66 Rumah di Tanah PT. KAI Diminta Ditunda

DPRD Kota Tegal meminta PT. KAI menunda pembongkaran puluhan bangunan 3 RT RW VII Kelurahan Panggung Kecamatan Tegal Timur Kota sebelum ada solusi bagi semua pi



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!