Lokal
Share this on:

Di Brebes Masih Ada 59 Perlintasan Kereta Api Tak Dijaga

  • Di Brebes Masih Ada 59 Perlintasan Kereta Api Tak Dijaga
  • Di Brebes Masih Ada 59 Perlintasan Kereta Api Tak Dijaga

MANUAL - Perlintasan di Desa Bulakelor Kecamatan Ketanggungan yang menggunakan palang pintu sederhana. (eko fidiyanto/radar brebes)

BREBES - Masyarakat pengguna jalan sepertinya harus waspada ketika melintas di perlintasan kereta api (KA) di wilayah Kabupaten Brebes. Pasalnya, masih ada 59 perlintasan sebidang yang tidak dijaga petugas. Kondisi tersebut telah terjadi sejak tahun 2013 silam.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Brebes, Akhmad Satibi menyebut berdasarkan data tahun 2013, dari total jumlah perlintasan sebidang sebanyak 85, baru ada 13 perlintasan yang dijaga oleh Dinas Perhubungan (Dishub), dan 13 perlintasan yang dijaga oleh PT KAI.

"Namun saat ini ada 2 titik penambahan, yaitu di perlintasan Kretek Kecamatan Paguyangan dan di Dermoleng Kecamatan Ketanggungan. Penambahan penjagaan tersebut sebagai upaya untuk mengayomi masyarakat saat melintas di perlintasan KA. Terlebih jika musim arus mudik, banyak kendaraan yang melintas sehingga penjagaan kami tingkatkan," katanya, kemarin.

Dia menjelaskan, ada tiga jenis penjagaan perlintasan sebidang, yakni penjagaan yang dilakukan oleh Pemkab Brebes, penjagaan yang dijaga masyarakat, dan perlintasan sebidang yang tidak dijaga namun legal atau resmi. Dari total 85 perlintasan sebidang ini, ada banyak perlintasan sebidang yang tidak dijaga.

"Tahun-tahun mendatang jika pemerintah pusat sudah memiliki kereta api cepat dengan kecepatan mencapai 160 km per jam, maka perlintasan sebidang itu ditutup," terangnya lagi.

Satibi menjelaskan, sesuai Undang-Undang semua perlintasan tidak boleh ada kecuali ada jaminan keselamatan, sehingga jumlah perlintasan sebidang yang ada di Kabupaten Brebes diharapkan semakin berkurang. Karena masih banyak perlintasan yang tidak dijaga.

"Seharusnya semakin ke sini memang harus berkurang. Itu amanat Undang-Undang," ungkapnya.

Salah satu perlintasan KA yang sebelumnya tidak dijaga, kini sudah dijaga oleh petugas Dishub yang bergantian dengan petugas PT KAI dan dibantu oleh masyarakat. Ialah di pintu perlintasan KA yang rada di Desa Bulakelor Kecamatan Ketanggungan. Di perlintasan tersebut kini menggunakan peralatan sederhana.

Kepala Desa Bulakelor Kecamatan Ketanggungan Darsono mengatakan, semenjak dibangunnya Flyover Dermoleng, masyarakat setempat swadaya membangun pos jaga pintu perlintasan beserta palang pintunya. Mengingat jalur Ketanggungan-Purwokerto pada saat itu dialihkan di jalur alternatif Bulakelor-Luwung Gede.

"Walau dengan sarana sederhana, palang pintu dan pos jaga merupakan swadaya dari pemuda dan masyarakat Bulakelor. Kini kami masih mengharap bantuan dari Pemkab Brebes demi keamanan palang pintu yang aman," tandasnya. (fid/ism/zul)

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Laka Maut di Flyover Kretek, Dua Pemotor Tewas Mengenaskan

Laka Maut di Flyover Kretek, Dua Pemotor Tewas Mengenaskan

Kecelakaan maut kembali terjadi di ruas flyover Kretek Bumiayu Kabupaten Brebes, Rabu (12/12) sore, sekitar pukul 17.50 WIB.


Tolak Pembongkaran, Perempuan Berhijab Hadang Alat Berat Petugas

Tolak Pembongkaran, Perempuan Berhijab Hadang Alat Berat Petugas

Warga di sepanjang Jalur Pantura Desa Grinting Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes terlibat cekcok dengan polisi, yang mengawal proses pembongkaran jembatan.


Sistem Pengereman Tak Berfungsi, Truk Maut juga Kelebihan Muatan 10 Ton

Sistem Pengereman Tak Berfungsi, Truk Maut juga Kelebihan Muatan 10 Ton

Satlantas Polres Brebes bersama Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jateng melakukan penyelidikan kecelakaan truk tronton maut.


Bayi Tujuh Hari Tak Tertolong, Korban Tewas Kecelakaan Maut Jadi Lima Orang

Bayi Tujuh Hari Tak Tertolong, Korban Tewas Kecelakaan Maut Jadi Lima Orang

Korban tewas dalam kecelakaan maut di Jalan Raya Purwokerto-Tegal Desa Jatisawit Kecamatan Bumiay Kabupaten Brebes bertambah menjadi lima orang.


Seberangi Sungai, Nenek Tewas Tenggelam Terseret Arus

Seberangi Sungai, Nenek Tewas Tenggelam Terseret Arus

Ruski (65), seorang petani warga Dukuh Salagading Desa Ciseureh Kecamatan Ketanggungan Kabupaten Brebes, terpeleset hingga tenggelam .


13 Pejabat Eselon II Dilantik, Tiga Jabatan Staf Ahli Dibiarkan Kosong

13 Pejabat Eselon II Dilantik, Tiga Jabatan Staf Ahli Dibiarkan Kosong

13 pejabat eselon II di Pemkab Brebes dilantik dan dikukuhkan untuk mengisi sejumlah jabatan lama yang kosong, Senin (10/12).


Di Pemalang Ada Guru Wiyata bakti yang Digaji Rp50 Per Bulannya

Di Pemalang Ada Guru Wiyata bakti yang Digaji Rp50 Per Bulannya

Guru wiyata bakti yang tergabung dalam Forum Guru Wiyata Bakti Non Kategori (FGWB-NK) Pemalang mendatangi DPRD Kabupaten Pemalang, Senin (10/12) kemarin.


Berniat Periksa Kesehatan, Satu Keluarga Jadi Korban Truk Rem Blong

Berniat Periksa Kesehatan, Satu Keluarga Jadi Korban Truk Rem Blong

Apa yang dialami satu keluarga asal Dukuh Waringin Desa Cinanas RT 2 RW 6 Kecamatan Bantarkawung Kabupaten Brebes sungguh menguras air mata.


Pak Wali Kota, Ada 12.180 Warga di Kota Tegal Belum Rekam KTP Eleltronik

Pak Wali Kota, Ada 12.180 Warga di Kota Tegal Belum Rekam KTP Eleltronik

Hingga menjelang pergantian tahun, 12.180 warga Kota Tegal belum melakukan perekaman data KTP Elektronik (KTP El). Penyebabnya karena sejumlah faktor.


Ada Empat Warga Tewas, Sopir Truk Terluka Parah

Ada Empat Warga Tewas, Sopir Truk Terluka Parah

Kecelakaan maut kembali lagi terjadi di Bumiayu.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!