Lokal
Share this on:

Di Brebes, Warga Sudah Tiga Bulan Konsumsi Air Sungai

  • Di Brebes, Warga Sudah Tiga Bulan Konsumsi Air Sungai
  • Di Brebes, Warga Sudah Tiga Bulan Konsumsi Air Sungai
  • Di Brebes, Warga Sudah Tiga Bulan Konsumsi Air Sungai
  • Di Brebes, Warga Sudah Tiga Bulan Konsumsi Air Sungai
  • Di Brebes, Warga Sudah Tiga Bulan Konsumsi Air Sungai
  • Di Brebes, Warga Sudah Tiga Bulan Konsumsi Air Sungai

AIR SUNGAI - Warga Desa Pamulihan, Larangan, Brebes antre mengambil air dari lubang yang menyerupai sumur di Sungai Rambatan. (eko fidiyanto/radar brebes)

BREBES - Warga Desa Pamulihan Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes sudah kesulitan air bersih sejak tiga bulan terakhir. Mereka terpaksa harus mengkonsumsi air yang diambil dari lubang-lubang di dasar sungai untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-harinya.

Seperti yang terlihat, Rabu (31/7), belasan warga silih berganti mengambil air dari lubang-lubang yang menyerupai sumur kecil di dasar Sungai Rambatan. Cara itu dilakukan, karena sumur di rumah-rumah warga mengering.

Salah seeorang warga Dukuh Mingkrik, Sukirman mengatakan, sumur di rumahnya sudah tidak mengeluarkan air. Begitu pula dengan sumur-sumur milik warga lain di desanya.

"Kira-kira sudah dua bulan tidak ada air. Makanya terpaksa saya ambil air dari dasar sungai. Caranya ya dengan membuat sumur kecil agar airnya bisa diambil," kata Sukirman, Rabu (31/7).

Air dari sumur dasar sungai, ungkap dia, bercampur kerikil dan lumpur, sehingga agak keruh. Meski begitu, warga tetap mengambil dan membawanya pulang menggunakan jeriken.

Sukirman mengungkapkan, air itu digunakan untuk berbagai keperluan di rumah. Seperti untuk air minum, memasak, mandi, mencuci, dan kegiatan lainnya.

"Untuk macam-macam. Lha sumur di rumah sudah tidak ada airnya, jadi ya semuanya pakai air dari sini (sumur buatan dari dasar sungai, Red.)," tuturnya.

Setiap hari, Sukirman dan warga lain mengambil air dari sumur buatan tersebut. Dalam satu hari, dirinya mampu membawa pulang sekitar 10 jerigen.

Air tersebut kemudian ditampung di rumah menggunakan penampungan. Selanjutnya digunakan untuk berbagai keperluan termasuk untuk dikonsumsi.

"Tidak apa-apa agak keruh, kan nanti di rumah diendapkan dulu sebelum dimasak. Nyatanya sampai sekarang saya juga tidak sakit meski terus mengkonsumsi air dari sini," tandasnya.

Warga lainnya, Suwarto mengatakan, dirinya juga terpaksa mengambil air dari sumur buatan di dasar Sungai Rambatan untuk berbagai keperluan rumah tangga. Alasannya sumur di rumahnya juga sudah mengering.

"Ya untuk air minum juga. Tapi lebih banyak untuk mencuci dan mandi," ujar dia.

Sesekali, dirinya membeli air galon untuk keperluan air minum. Itu dilakukan karena ia menyadari jika kualitas air dari dasar sungai sangat jelek. Akan tetapi, jika dirinya tidak memiliki uang, ia pun terpaksa mengkonsumsi air yang diperoleh dari sungai.

"Tidak selalu beli air. Kadang punya uang, jadi bisa beli. Kadang tidak punya, ya minumnya dari air sini," terangnya.

Saat ditanya mengenai bantuan air bersih, dirinya dan warga lain mengaku belum pernah ada bantuan sekalipun. Padahal, kekeringan yang dirasakan warga sudah cukup lama yaitu lebih dari tiga bulan.

Jika pun ada bantuan air bersih, hanya sampai wilayah yang dekat jalan raya saja. Itu pun warga harus berebut dengan warga lain. Sementara warga yang tinggal jauh dari jalan raya, belum pernah mendapatkan air bersih.

"Harapannya ada bantuan, jadi kami tidak selalu mengkonsumsi air keruh terus menerus," pintanya.

Di Desa ini, warga terpaksa harus berjalan kaki sejauh 4 kilometer untuk mendapatkan air bersih. Warga bahkan harus menyusuri hutan jati untuk menuju sumber air bersih yang berada di tengah-tengah sawah, selain mengandalkan pembuatan sumur di dasar sungai.

Kondisi itu diungkapkan Kepala Desa Pamulihan, Rodian. "Belum lagi, warga harus antre hingga malam hari untuk mendapatkan air bersih di sumur itu," pungkasnya. (fid/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Debit Air PDAM Menurun

Debit Air PDAM Menurun

Memasuki puncak musim kemarau, mengakibatkan debit air untuk melayani kebutuhan pelanggan PDAM mengalami penurunan.


Awas, Kebakaran Hutan Masuk ke Guci, Dua Kilometer Permukiman Warga

Awas, Kebakaran Hutan Masuk ke Guci, Dua Kilometer Permukiman Warga

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Lereng Gunung Slamet mulai masuk ke Guci.


Uniknya Pelayanan di Kelurahan Sugihwaras, Warga Wajib Bawa Sampah Plastik

Uniknya Pelayanan di Kelurahan Sugihwaras, Warga Wajib Bawa Sampah Plastik

Sampah plastik menjadi persoalan pencemaran lingkungan yang sedang dihadapi. Sudah menjadi pengetahuan bersama bahwa sampah berbahan ini sulit teruai.


Tak Terlihat Tiga Hari, ABG Tewas di Rumahnya yang Terkunci

Tak Terlihat Tiga Hari, ABG Tewas di Rumahnya yang Terkunci

Nurlia Amanda Saputri (15), warga Desa Kramat, Jatibarang, Brebes ditemukan tewas di dalam rumahnya, Kamis (19/9) malam.


Relawan Perkirakan Sudah 30 Hetare Hutan Gunung Slamet Hangus

Relawan Perkirakan Sudah 30 Hetare Hutan Gunung Slamet Hangus

Hingga hari ke-3, Kamis (19/9) kemarin, kebakaran lereng Gunung Slamet diperkirakan telah menghanguskan 30-an hektare hutan lindung di kawasan gunung tertinggi


Warga Tamansari, Jalan Satu Kilometer untuk Dapatkan Air Bersih

Warga Tamansari, Jalan Satu Kilometer untuk Dapatkan Air Bersih

Kelangkaan air bersih di beberapa desa di Kecamatan Jatinegara sudah dirasakan sejak bulan Juli lalu.


Gelandangan di Tengah Kota, Enam Orang Gila Diamankan

Gelandangan di Tengah Kota, Enam Orang Gila Diamankan

Enam orang gila diamankan Dinas Sosial dan personel Satpol PP Kabupaten Brebes, Kamis (19/9).


Polisi Gadungan Ternyata Sudah Bawa Kabur Tiga Gadis Incarannya

Polisi Gadungan Ternyata Sudah Bawa Kabur Tiga Gadis Incarannya

Polisi gadungan Tasima (28) warga Cirebon yang membawa kabur gadis Pemalang, ternyata bukan pertama kali melakukan aksinya.


Kekeringan di Pantura Semakin Parah

Kekeringan di Pantura Semakin Parah

Kekeringan di wilayah Pantura Kabupaten Tegal semakin parah. Sumur warga sudah banyak yang mengering. Lahan pertanian juga mengalami hal serupa.


Kekeringan Meluas Hingga 4 Kecamatan di Pemalang

Kekeringan Meluas Hingga 4 Kecamatan di Pemalang

Kemarau yang cukup panjang membuat sejumlah daerah di Kabupaten Pemalang mengalami kekeringan dan berdampak pada kurangnya kebutuhan air bersih.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!