• Home
  • Berita Lokal
  • Di Desa Karangjongkeng, Brebes, Warga Tak Boleh Hidupkan TV dan Radio

Lokal
Share this on:

Di Desa Karangjongkeng, Brebes, Warga Tak Boleh Hidupkan TV dan Radio

  • Di Desa Karangjongkeng, Brebes, Warga Tak Boleh Hidupkan TV dan Radio
  • Di Desa Karangjongkeng, Brebes, Warga Tak Boleh Hidupkan TV dan Radio

PERATURAN - Salah satu papan informasi di Desa Karangjongkeng, Tonjong, Brebes terkait pentingnya waktu belajar bagi anak, kemarin. (teguh supriyanto/radar brebes)

TONJONG - Desa Karangjongkeng Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes bisa dibilang desa pertama yang mempelopori wilayah ramah anak di Kabupaten Brebes. Bagaimana tidak, di desa yang cukup jauh dari kermaian kota tersebut, anak-anak mendapatkan haknya dalam belajar saat berada di rumah.

Tidak main-main, guna terpenuhinya hak anak saat belajar di rumah, sejak tahun 2010 pemerintah desa setempat menerbitkan Perdes tentang larangan menghidupkan televisi dan radio selama jam belajar. "Perdes Nomor 154/5/2010 terebut lahir atas kesadaran bersama warga masyarakat, di dalam memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk bisa belajar dirumah," jelas Kades Karangjongkeng Sutikno.

Dikatakannya, penerbitan perdes yang melarang warga menghidupkan televisi dan radio selama jam belajar yakni pada pukul 18.00-21.00 WIB tersebut, mulai diwacanakan semenjak tahun 2004 dan baru dapat di realisasikan pda tahun 2011 ini. "Dari wacana terebut selanjutnya sering di sosialisasikan baik melalui kegiatan pertemuan warga, pengajian hingga mimbar salat Jumat. Lahirnya perdes juga tidak lepas dari salah satu tokoh masyarakat yakni H. Achfas Tafsir sebagai pencetus," katanya.

Menurut dia, aturan menenai pembatasan menyalakan televisi maupun radio tersebut berlaku bagi seluruh warga masyarakat. Baik keluarga yang memiliki anak usia belajar maupun tidak. "Masyarakat bisa menerima dan mematuhinya, karena ini lahir dari kesepakatan bersama," ujarnya.

Untuk penerapan perdes tersebut, pihaknya membentuk tim monitoring terdiri dari perangkat desa, lembaga desa dan tokoh masyarakat. Di mana dalam tugasnya, tim memantau penerapan Perdes di tengah masyarakat.

Meskipun awalnya perdes terkait sulit diterapkan di tengah masyarakat, namun akhirnya tetap dapat berjalan sesuai dengan harapan. Yulianti (44), ibu rumah tangga, mengaku semula kesulitan saat harus absen menonton sinetron favoritnya yang ditayangkan salah satu tv swasta. Namun belakangan dia lebih terbiasa membimbing anak-anaknya saat belajar.

"Padahal waktu yang dilarang adalah saat prime time, tapi sekarang warga labih memanfaatkan waktu saat perdes berlaku untuk memberi kesempatan kepada anak belajar," ungkapnya.

Sekcam Tonjong Husni Pramono memberikan apresiasi yang sangat baik terhadap pelaksanaan Perdes di Desa tersebut. Pihaknya berharap, melalui perdes itu bisa melahirkan kesadaran di wilayah lain mengenai kepentingan pendidikan anak.

"Kita berharap upaya tersebut juga bisa ditularkan ke desa lainnya, sehingga akan bisa meningkatkan kualitas pendidikan kita," terangnya. (pri/ism/zul)

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Kasihan, Empat Kakak Beradik di Pemalang Ini Lumpuh Sejak Kecil

Kasihan, Empat Kakak Beradik di Pemalang Ini Lumpuh Sejak Kecil

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Itulah kiasan yang pas untuk menggambarkan nasib empat bersaudara asal Pemalang.


Empat Pejabat di Brebes Bersaing Rebutkan Jabatan Sekda

Empat Pejabat di Brebes Bersaing Rebutkan Jabatan Sekda

empat orang aparatue sipil negara (ASM) atau PNS di Pemkab Brebes bersaing menjadi sekertaris daerah (sekda) kabupaten brebes yang saat ini lowong.


Kepala Dinas Bantah Ada Pungutan UNBK, Hanya Sumbangan Sukarela

Kepala Dinas Bantah Ada Pungutan UNBK, Hanya Sumbangan Sukarela

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal menegaskan bahwa tidak ada pungutan untuk pengadaan komputer sebagai penunjang pelaksanaan UNBK.


Istri Saya Tak Pakai Celana Dalam, dan Anunya Basah

Istri Saya Tak Pakai Celana Dalam, dan Anunya Basah

Yonang alias Nanang (29), warga Desa Limbangan RT 3 RW 4 Kecamatan Losari Kabupaten Brebes, mengakui emosinya memuncak saat mengetahui istrinya selingkuh.


Malam-malam, Subkhan yang Viral dengan Sandiaga Uno Ditahan

Malam-malam, Subkhan yang Viral dengan Sandiaga Uno Ditahan

Mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Brebes M. Subkhan, warga Desa Tegalglagah Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes, Selasa (19/3) malam, resmi ditahan


Ketahuan Berhubungan Intim di Kamar Mandi Rumahnya, Istri Dibacok Suami

Ketahuan Berhubungan Intim di Kamar Mandi Rumahnya, Istri Dibacok Suami

Yonang alias Nanang (29), warga Desa Limbangan Kecamatan Losari Kabupaten Brebes nekat membacok istrinya.


Jelang UNBK, Siswa Ditariki Uang Rp1 Juta

Jelang UNBK, Siswa Ditariki Uang Rp1 Juta

Tak lama lagi, siswa sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menangah atas (SMA) akan mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).


Lima Kapolsek di Polres Tegal Diganti

Lima Kapolsek di Polres Tegal Diganti

Sejumlah kapolsek dan kabag di lingkungan Polres Tegal berganti. Serah terima jabatan (sertijab) mereka dilakukan di Mapolres Tegal, Selasa (19/3) kemarin.


Ada Desa Terindikasi Salahgunakan Dana Desa

Ada Desa Terindikasi Salahgunakan Dana Desa

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Slawi Iyus Hendayana SH mengatakan, ada satu desa yang terindikasi melakukan penyelewengan dana desa.


KPU Masih Sortir dan Li‎pat Surat Suara

KPU Masih Sortir dan Li‎pat Surat Suara

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tegal masih melakukan penyortiran dan pelipatan surat suara pemilu serentak 2019 yang tinggal sekitar satu bulan lagi.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!