Lokal
Share this on:

Di Kabupaten Tegal, Ada 11.940 Anak Tidak Sekolah

  • Di Kabupaten Tegal, Ada 11.940 Anak Tidak Sekolah
  • Di Kabupaten Tegal, Ada 11.940 Anak Tidak Sekolah

Kasi Pendidikan SD Ramdlon. (hermas purwadi/radar slawi)

SLAWI - Jumlah anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Tegal ternyata cukup banyak. Dari hasil pemutakhiran basis data terpadu, saat ini jumlah anak tidak sekolah mencapai 11.940 anak.

Kepala Dikbud Kabupaten Tegal Retno Suprobowati, melalui Kasi Pendidikan SD Ramdlon menyatakan, upaya pemetaan kini sedang dilakukan untuk mengetahui penyebab dasar mereka harus putus sekolah sebelum tamat menyelesaikan jenjang pendidikan.

Hal itu dilakukan karena wajib belajar 9 tahun dari SD hingga SMP bagi yang tidak mampu sudah tercover pembiayaan melalui dana BOS. ”Dari pemuktahiran basis data terpadu saat ini ada sejumlah 11.940 anak usia sekolah yang tidak sekolah. Angka putus sekolah (APS) untuk anak usia 7 hingga 12 tahun setara SD sebanyak 2.695 anak, dan usia 13 hingga 15 tahun setara SMP sebanyak 9.225 anak,” terangnya, kemarin.

Menurut dia, banyak faktor yang harus digali di lapangan untuk mencari apa yang mendasari anak-anak usia sekolah harus putus di tengah jalan. Apakah mereka memang enggan sekolah karena malas atau ada larangan dari orang tua untuk lebih membantu mencari nafkah dari pada sekolah.

Sambil menggali itu, pada 2018 nanti, perhatian serius pemkab untuk mengentas anak usia sekolah yang putus sekolah akan direalisasi. Dengan dukungan APBD, pemkab melalui Dikbud menggulirkan program ”Yuh Sekolah Maning”.

Ramdlon menyatakan, program tersebut kini sedang dimatangkan bersama Bappeda untuk merinci dukungan anggaran yang dibutuhkan. ”Program Yuh Sekolah Maning itu akan menyisir anak usia sekolah yang putus sekolah di tingkatan SD dan SMP. Mereka akan diarahkan untuk kembali masuk sekolah formal agar mendapatkan ijazah,” ujarnya.

Dalam teknis pelaksanaannya nanti, mereka akan didampingi dari pihak pendamping desa di tahun ajaran baru 2018- 2019. Upaya mematangkan konsep dalam program Yuh Sekolah Maning itu kini terus dikaji dan didesain untuk memudahkan pelaksanaan di lapangan.

Dia memastikan program itu positif dijalankan tahun depan untuk mengentas anak putus sekolah diusia sekolah yang masih relatif tinggi di Kabupaten Tegal.

Sebelumnya, Retno Suprobowati mengatakan, hingga saat ini, disparitas partisipasi sekolah antar kelompok masyarakat masih cukup tinggi. Angka Partisipasi Kasar (APK) keluarga yang mampu dalam ekonomi secara umum lebih tinggi dibandingkan dengan APK keluarga tidak mampu.

Salah satu alasanya adalah tingginya biaya pendidikan. Baik biaya langsung maupun tidak langsung yang ditanggung oleh peserta didik. Tingginya biaya pendidkan tersebut menyebabkan tingginya angka tidak melanjutkan sekolah dan tingginya angka putus sekolah (dropout), sehingga berpengaruh terhadap APK.

Menurut Retno, pada 2016 jumlah siswa untuk tingkat SD mencapai 134.210 siswa, SMP 46.133 siswa, dan SMA 42.822 siswa. ”Khusus untuk tahun 2017, data masih berjalan dan akan terus diperbaharui hingga akhir tahun,” pungkasnya. (her/fat/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

UMK Kabupaten Tegal Diusulkan Rp1.617.000
UMK Kabupaten Tegal Diusulkan Rp1.617.000

Berita Sejenis

Antisipasi Konflik di 116 Pilkades, Polres Tegal Siagakan 447 Polisi

Antisipasi Konflik di 116 Pilkades, Polres Tegal Siagakan 447 Polisi

Sebanyak 116 desa di Kabupaten Tegal akan menggelar pemilihan kepala desa (pilkades) serentak gelombang II Desember mendatang.


Astaghfirullohaladziim, Dua Pekerja Proyek Jembatan di Pemalang Jatuh

Astaghfirullohaladziim, Dua Pekerja Proyek Jembatan di Pemalang Jatuh

Dua orang pekerja proyek pembangunan jembatan di Desa Purana Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang, dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami kecelakaan se


Jalan Rusak Dibiarkan, Warga Ancam Demo Jalan Tol

Jalan Rusak Dibiarkan, Warga Ancam Demo Jalan Tol

Warga Desa Penarukan Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal mengancam bakal melakukan unjuk rasa di tengah-tengah Jalan Tol Trans Jawa Brebes Timur-Pemalang.


Istri yang Tewas Dipalu Kepalanya oleh Suaminya, ternyata Orang Brebes

Istri yang Tewas Dipalu Kepalanya oleh Suaminya, ternyata Orang Brebes

Tangis histeris pecah saat jenazah Junisah, 37, tiba di kampung halamannya di Dukuh Kalenpandan Desa Jatimakmur Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes.


Masuki Musim Hujan, Waspadai Angin Kencang

Masuki Musim Hujan, Waspadai Angin Kencang

Warga di wilayah Kabupaten Tegal dan sekitarnya diminta mewaspadai potensi terjadinya angin kencang setiap saat hingga memasuki musim penghujan pada akhir Novem


Lepas SJI Korwil Tegal, Ketua DPRD Minta Tim Solid dan Hati-hati

Lepas SJI Korwil Tegal, Ketua DPRD Minta Tim Solid dan Hati-hati

Tim Suzuki Jip Indonesia (SJI) Korwil Tegal direncanakan akan mengikuti event off road Central Java VI di Semarang dan Batang.


Pemkot Tegal Siapkan Perda Larangan Memberi kepada Pengemis dan Pengamen

Pemkot Tegal Siapkan Perda Larangan Memberi kepada Pengemis dan Pengamen

Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tegal mengimbau masyarakat untuk tidak memberi uang kepada pengamen dan pengemis, utamanya di sepanjang jalan protokol.


Dirazia, Pemilik Gubuk-gubuk Liar di Sungai Kemiri Bukan Warga Tegal

Dirazia, Pemilik Gubuk-gubuk Liar di Sungai Kemiri Bukan Warga Tegal

Dinas Sosial Kota Tegal kembali menggelar razia Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial, Rabu (14/11).


Diduga Jual Raskin Lima Kantong, Kadus Dipolisikan Warganya

Diduga Jual Raskin Lima Kantong, Kadus Dipolisikan Warganya

Kepala Dusun (Kadus) 4 Desa Pesucen Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang, MJ, dilaporkan ke polisi oleh warganya, Selasa (13/11) lalu.


Hingga Pertengahan November, Ada 3.000 Janda Baru di Kabupaten Tegal

Hingga Pertengahan November, Ada 3.000 Janda Baru di Kabupaten Tegal

Kasus perceraian di Kabupaten Tegal ternyata cukup tinggi.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!