Lokal
Share this on:

Di Kota Tegal Masih Ada 10.215 Orang yang Nganggur

  • Di Kota Tegal Masih Ada 10.215 Orang yang Nganggur
  • Di Kota Tegal Masih Ada 10.215 Orang yang Nganggur

TEGAL - 10.215 orang di Kota Tegal tercatat menduduki angka pengangguran terbuka berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Tegal. Itu terungkap saat Penyusunan Dokumen Rencana Tenaga Kerja Kota Tegal 2018-2023 di Ruang Rapat Lantai 2 Setda Pemkot Tegal, kemarin.

Penyusunan dokumen RTKD dipimpin langsung Plt Sekretaris Daerah Yuswo Waluyo yang didampingi Asisten II Herlien Tedjo Oetami dan Kepala Disnakerin Kota Tegal Heru Setyawan. Selain itu, juga hadir Rini Nurhayati dari Pusat Perencanaan Tenaga Kerja pada Kementerian Tenaga Kerja yang menjabarkan sejumlah solusi.

Yuswo Waluyo menyatakan, masih tingginya tingkat pengangguran terbuka (TPT) 2017 yang mencapai 10.215 orang, dipicu membludaknya angkatan kerja sebanyak 124.736 di tahun yang sama. Untuk diketahui, jumlah angkatan kerja Kota Tegal pada 2017 sebesar 124.736 orang yang akan diprediksi terus membesar pada 2023 hingga mencapai 133.438 orang. Menurut dia, butuh solusi yang cepat dan tepat.

Pemetaan RTKD diharapkan lebih mengoptimalkan potensi penyerapan tenaga kerja sekaligus menekan tingkat pengangguran terbuka pada 2023 mendatang. Targetnya, menurut Yuswo, pada 2023 TPT bisa ditekan menjadi 7.751 orang atau 5,81 persen dari jumlah TPT 2017 sebanyak 10.215 orang atau 8,19 persen.

”Penyusunan RTKD, meliputi pendataan angkatan kerja, penduduk usia kerja, hingga pemetaan pengangguran terbuka,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Disnakerin Kota Tegal Heru Setyawan mengatakan, terus meningkatnya jumlah angkatan kerja sepanjang 2017 tercatat 124.736 orang dan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah untuk melakukan penyerapan tenaga kerja.

Program tersebut, kata dia, bisa diwujudkan dengan terus mendongkrak potensi IKM dan UMKM dalam mempekerjakan angkatan kerja. Selain itu, lanjut Heru, fasilitasi lapangan kerja melalui dengan semua investor yang mewajibkan memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal.

”Fasilitasi ketersediaan lapangan kerja, juga akan melibatkan semua sektor instansi yang dikelola OPD dalam menyerap angkatan kerja,” tandasnya.

Sekadar informasi, terkait jumlah pengangguran secara nasional, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto di Gedung BPS, Senin (5/11) menyatakan, jika ditinjau dari sisi provinsi, Banten menjadi daerah dengan angka pengangguran tertinggi. Tingkat pengangguran di Banten mencapai 8,52 persen.

Sementara Bali, menjadi daerah dengan angka pengangguran terendah, yakni 1,37 persen. ”Se-Indonesia, TPTtertinggi di Banten, 8,52 persen, sementara terendah di Bali 1,37 persen,” ujar Suhariyanto.

Menurut data TPT ditinjau dari provinsi pada Agustus 2018 yang dirilis oleh BPS, selain Banten, terdapat 9 provinsi lainnya yang termasuk 10 besar dengan angka pengangguran tertinggi.

Peringkat pertama didiuki Banten (8,52 persen), berikutnya Jawa Barat (8,17 persen), Maluku (7,27 persen), Kepulauan Riau (7,12 persen), Sulawesi Utara (6,86 persen), Kalimantan Timur (6,60 persen), Aceh (6,36 persen), Papua Barat (6,30 persen), DKI Jakarta (6,24 persen) dan Riau (6,20 persen).

Jika dilihat, sebagai ibu kota negara, DKI Jakarta menduduki posisi ke-9 dari 10 provinsi dengan angka pengangguran tertinggi. Namun, menurut data TPT BPS ini, jika dibandingkan dengan Agustus tahun lalu, DKI Jakarta justru menunjukkan penurunan angka tingkat pengangguran tertinggi, yakni 0,9 persen .

Sementara, TPT di Jawa Tengah sebesar 4,23 persen. Penduduk bekerja pada kegiatan informal ada sebanyak 60,01 persen, dan persentase pekerja informal naik 1,14 persen poin dibanding Agustus 2017.

”Periode Februari 2017-Februari 2018, 3 kategori terbesar yang mengalami peningkatan tenaga kerja yaitu kategori Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (0,83 persen poin), Ketegori Perdagangan Besar dan Eceran (0,34 persen poin); Reparasi dan Perawatan Mobil (0,34 persen poin), Kategori Jasa Lainnya (0,33 persen poin,” katanya.

Lalu, terdapat 25,22 persen penduduk bekerja tidak penuh (jam kerja kurang dari 35 jam seminggu) mencakup 6,38 persen setengah pengangggur dan 18,84 persen pekerja paruh waktu. ”Penduduk yang bekerja di Jawa Tengah, Februari 2018 masih tetap didominasi oleh mereka yang berpendidikan rendah (SMP ke bawah) sebesar 69,18 persen,” urainya. (syf/wan/fat/zul)

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Kotak Suara Pemilu 2019 Terbuat dari Kardus

Kotak Suara Pemilu 2019 Terbuat dari Kardus

KPU Kabupaten Tegal masih menunggu logistik salah satunya kotak suara yang akan digunakan dalam pemilu presiden dan pemilu legislatif 2019.


Jembatan Rajegwesi yang Ambruk Segera Bisa Dilewati

Jembatan Rajegwesi yang Ambruk Segera Bisa Dilewati

Jembatan Rajegwesi di ruas jalan Pagerbarang-Margasari Kabupaten Tegal yang ambruk April lalu akan segera bisa dilewati kembali.


Banyak yang Bodong, Pendapatan Reklame Hanya Rp3,7 Miliar

Banyak yang Bodong, Pendapatan Reklame Hanya Rp3,7 Miliar

KomisiI II DPRD Kota Tegal mempertanyakan maraknya pemasangan reklame tidak berizin saat Rapat Pembahasan Rancangan APBD 2019.


Dioperasionalisasikan Desember, Tol Tegal-Semarang Bisa Dilewati Gratis

Dioperasionalisasikan Desember, Tol Tegal-Semarang Bisa Dilewati Gratis

Setelah pengoperasian ruas tol Pejagan-Pemalang seksi III dan IV, Jumat (9/11), pemerintah menargetkan pengoperasian sejumlah ruas jalan tol baru.


Pegawai Non-PNS di Kota Tegal Overload

Pegawai Non-PNS di Kota Tegal Overload

Anggota Komisi I DPRD Kota Tegal Efi Ifannah mempertanyakan pola rekrutmen tenaga non-PNS di organisasi perangkat daerah (OPD) yang dinilainya belum jelas.


Presiden: Setelah Pegang Sertpikat Disekolahkan, Tidak Apa-apa

Presiden: Setelah Pegang Sertpikat Disekolahkan, Tidak Apa-apa

Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagikan 3.000 sertipikat tanah kepada warga Kabupaten Tegal dalam kunjungan kerjanya, Jumat (9/11).


Dicek Menteri PUPR, Penataan Kampung Nelayan Bisa Jadi Kawasan Wisata Baru

Dicek Menteri PUPR, Penataan Kampung Nelayan Bisa Jadi Kawasan Wisata Baru

Sesaat sebelum mendampingi Presiden RI Joko Widodo yang melakukan kunjungan di wilayah Kabupaten Tegal.


Dituduh Mencuri, Dua ABG Disiram Bensin dan Dimasukkan Kandang Monyet

Dituduh Mencuri, Dua ABG Disiram Bensin dan Dimasukkan Kandang Monyet

Tiga pelaku dugaan penganiayaan dengan dalih tuduhan pencurian di Desa Kesesirejo Kecamatan Bodeh Kabupaten Pemalang masih dikejar polisi.


Di Desa Karangjongkeng, Brebes, Warga Tak Boleh Hidupkan TV dan Radio

Di Desa Karangjongkeng, Brebes, Warga Tak Boleh Hidupkan TV dan Radio

Desa Karangjongkeng Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes bisa dibilang desa pertama yang mempelopori wilayah ramah anak di Kabupaten Brebes.


Hati-hati, Makanan Kedaluarsa dan Obat Tak Berizin Masih Beredar Luas

Hati-hati, Makanan Kedaluarsa dan Obat Tak Berizin Masih Beredar Luas

Tim gabungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tegal kembali menemukan makanan minuman kedaluarsa dan obat bebas terbatas yang dipasarkan tanpa izin toko obat.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!