• Home
  • Berita Lokal
  • Di Pemalang Ada Guru Wiyata bakti yang Digaji Rp50 Per Bulannya

Lokal
Share this on:

Di Pemalang Ada Guru Wiyata bakti yang Digaji Rp50 Per Bulannya

  • Di Pemalang Ada Guru Wiyata bakti yang Digaji Rp50 Per Bulannya
  • Di Pemalang Ada Guru Wiyata bakti yang Digaji Rp50 Per Bulannya

MENYAMPAIKAN – Ketua FGWB-NK Kabupaten Pemalang Afni Abdul Rozak menyampaikan aspirasinya di hadapan pimpinan dan anggota DPRD Pemalang, kemarin. (agus pratikno/radar pemalang)

PEMALANG - Guru wiyata bakti yang tergabung dalam Forum Guru Wiyata Bakti Non Kategori (FGWB-NK) Pemalang mendatangi DPRD Kabupaten Pemalang, Senin (10/12) kemarin. Mereka datang untuk mengadukan kesejahteraannya yang minim perhatian dari Pemkab Pemalang.

Ketua FGWB-NK Kabupaten Pemalang Afni Abdul Rozak menyampaikan, kedatangannya hanya ingin menuntut kesejahteraan, karena nasibnya semakin tidak menentu. Meski demikian, dia bersama seluruh guru yang ada, tetap berkomitmen untuk tidak melawan hukum.

“Maka kami hadir di sini, hanya ingin menuntut hak. Yaitu soal kesejahteraan,” katanya.

Menurutnya, guru honorer sekarang sedang dibenturkan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Adanya PP itu, menjadikan guru wiyata bakti dihadapkan pada persaingan dengan teman-teman yang usianya baru 20 tahun.

Sehingga nasib guru wiyata bakti kian tidak menentu. Bahkan ke depannya tidak bisa dibayangkan nasib semua guru ini. “Karena nasib guru ini tidak sama halnya dengan gembel-gembel, hanya saja guru ini bersepatu. Makanya kami ingin memohon petunjuk dari anggota dewan dan para pejabat yang ada, agar nasib guru ini ada perhatian,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya dengan kerendahan hati meminta agar aspirasi guru-guru ini bisa diupayakan semaksimal mungkin. Dibeberkan guru wiyata bakti ada yang mendapatkan honor sebulan hanya Rp100 ribu, bahkan ada yang hanya Rp50 ribu.

“Coba banyangkan nilai uang sebesar itu untuk biaya hidup sekarang. Silahkan dikaji uang senilai itu untuk bisa hidup dalam satu bulan,” imbuhnya, seraya berharap dan memohon ada kebijakan terkait PP itu, khususnya bagi guru-guru yang usaianya sudah tua dan lama mengabdi.

Dia berharap agar diperioritaskan, karena ibarat motor tahun 70-an dibandingkan dengan motor jenis sekarang, maka sangat tidak mungkin untuk bisa bersaing. Pasti jalannya tersendat-sendat, karena sudah banyak yang dipikirkan. Urusan kebutuhan dan biaya hidup lainnya yang harus dipikirkan.

Aspirasi yang disampaikan guru wiyata bakti mendapat tanggapan positif dari Pimpinan dan Anggota DPRD. Menurut Ketua DPRD KRT HM Agus Sukoco Hadinegara, bahwa apa yang telah disampaikan guru wiyata bakti itu sangat menyentuh hati semua anggota dewan.

Sehingga untuk mencarikan solusi masalah kesejahteraan guru ini akan ditindaklanjuti, yaitu akan dibahas bersama eksekutif. Pihaknya benar-benar memahami apa yang dialami dan sedang dirasakan guru wiyata bakti. Sebagai tindaklanjut masalah kesejahteraan guru, pihaknya meminta kepada ketua komisi yang ada untuk ikut mengawal agar masalah honor guru wiyata bakti bisa ditingkatkan. (apt/adi/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Kluarga Marhaenis Deklarasi Dukung Jokowi

Kluarga Marhaenis Deklarasi Dukung Jokowi

Ratusan warga yang tergabung dalam Keluarga Besar Marhaenis (KBM) menggelar deklarasi mendukung paslon 01 Jokowi-Makruf di Taman Rakyat Slawi.


Sembilan Desa di Brebes dan Pemalang Terendam Banjir

Sembilan Desa di Brebes dan Pemalang Terendam Banjir

Curah hujan yang cukup tinggi di mingu-minggu ini perlu menjadi kewaspadaan bagi masyarakat.


SD Rusak Diterjang Puting Beliung, Siswa Diliburkan

SD Rusak Diterjang Puting Beliung, Siswa Diliburkan

Angin puting beliung yang menerjang Desa Selapura Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal, Kamis (17/1) sore, juga merusak bangunan SDN Selapura 02.


Digulung Puting Beliung, 15 Bangunan Rusak

Digulung Puting Beliung, 15 Bangunan Rusak

Belasan rumah dan bangunan yang berada di Desa Selapura RT 01 dan RT 02 RW 01 Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal mengalami kerusakan cukup parah.


Diterjang Hujan dan Angin, Alun-alun Hanggawana Slawi Terendam Banjir

Diterjang Hujan dan Angin, Alun-alun Hanggawana Slawi Terendam Banjir

Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Kabupaten Tegal membuat ‎sejumlah pohon tumbang, Kamis (17/1).


Berdua Naik Motor, Disenggol lalu Tunangan Meninggal Terlindas Trailer

Berdua Naik Motor, Disenggol lalu Tunangan Meninggal Terlindas Trailer

Sepeda motor matik Honda Beat warna merah G 5500 DU yang ditunggangi sepasang kekasih ditarbrak truk trailer bermuatan plat baja di Jalur Pantura KM 9 Desa Mar


Tegal Diterjang Hujan Badai, Tower Ambruk dan Sejumlah Wilayah Banjir

Tegal Diterjang Hujan Badai, Tower Ambruk dan Sejumlah Wilayah Banjir

Sejumlah daerah di wilayah Kota Tegal tergenang air dengan ketinggian hampir mencapai pinggang orang dewasa, menyusul hujan deras yang disertai angin kencang.


Brebes Segera Miliki Destinasi Wisata Heritage Mirip De Tjolomadu

Brebes Segera Miliki Destinasi Wisata Heritage Mirip De Tjolomadu

Renovasi bangunan eks Pabrik Gula (PG) Banjaratma di Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes yang akan dijadikan rest area terindah di Tanah Air dikebut.


Intai Jamaah Salat Jumat, Dua Remaja Ini Nekat Curi Motor

Intai Jamaah Salat Jumat, Dua Remaja Ini Nekat Curi Motor

Tim Resmob Satuan Reserse Kriminal Polres Tegal berhasil menangkap dua pelaku pencurian sepeda motor yang kerap beraksi di wilayah Kabupaten Tegal.


Sebelum Lakukan Penyerangan, Siswa SMK Lebih Dulu Pesta Miras

Sebelum Lakukan Penyerangan, Siswa SMK Lebih Dulu Pesta Miras

Satreskrim Polres Tegal Kota masih melakukan pemeriksaan maraton siswa SMK swasta yang terlibat penyerangan dan pengeroyokan pelajar lainnya, kemarin.



Berita Hari Ini

Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!