• Home
  • Berita Lokal
  • Di Tegal, Tiga Jakmania Dikeroyok, Seorang Ditusuk Pinggangnya

Lokal
Share this on:

Di Tegal, Tiga Jakmania Dikeroyok, Seorang Ditusuk Pinggangnya

  • Di Tegal, Tiga Jakmania Dikeroyok, Seorang Ditusuk Pinggangnya
  • Di Tegal, Tiga Jakmania Dikeroyok, Seorang Ditusuk Pinggangnya
  • Di Tegal, Tiga Jakmania Dikeroyok, Seorang Ditusuk Pinggangnya
  • Di Tegal, Tiga Jakmania Dikeroyok, Seorang Ditusuk Pinggangnya

ADIWERNA - Perseteruan panas The Jakmania dan Viking tak hanya terjadi di Jakarta dan Bandung. Di Tegal, tiga orang The Jakmania dikeroyok dan dianiaya gerombolan orang yang memakai atribut Bobotoh Persib Bandung, Minggu (23/9).

Peristiwa itu menimpa Rifki Fadhil (16), warga Desa Tembok Banjaran Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal, di dekat traffic light Kejambon, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal‎, Minggu (23/9) petang. Akibat penganiayaan yang dialaminya, siswa kelas III Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Adiwerna itu mengalami luka tusukan senjata tajam.

Saat itu Rifki bersama dua orang temannya hendak pulang setelah nonbar laga Persib vs Persija‎ di sebuah kafe tak jauh dari Stasiun Tegal menaiki sepeda motor. Saat tiba di lokasi kejadian tepatnya di depan RSUD Kardinah, sekitar pukul 18.00 WIB, mereka bertemu dengan puluhan pendukung Persib yang juga baru pulang dari nonbar di lokasi yang berbeda.

‎Tanpa diduga, mereka langsung mengeroyok korban dan dua orang temannya yang mengenakan kaos Persija dan membawa atribut The Jakmania. Tak hanya dipukuli, korban juga ditusuk menggunakan senjata tajam dari belakang dan mengenai pinggang sebelah kiri.

"Sepeda motor saya ditendang sampai jatuh, terus saya dipegangi, kaos Persija yang saya pakai dilepas paksa, terus dipukuli dan ditusuk. Selain kaos, HP saya juga diambil dibawa kabur," tutur Rifki saat ditemui di rumahnya di RT 07 RW 01 Desa Tembok Banjaran, Kamis (27/9).

Ironisnya‎, sejumlah warga yang berada di lokasi kejadian dan melihat tindakan brutal itu tidak ada yang berani menolong korban. Korban baru ditolong setelah para pengoroyok pergi meninggalkan lokasi kejadian. "Saya langsung dibawa ke rumah sakit (RSUD Kardinah)," ucapnya.

‎Rifki melihat jumlah orang yang menganiayanya mencapai puluhan. Mereka mengenakan kaos Persib dan atribut Bobotoh yang khas dengan warna biru. "Jumlah mereka ada 50 lebih. Pakai sepeda motor," ungkapnya.

Rifki mengaku sudah lama menjadi fans Persija dan sering nonbar dengan The Jakmania yang lainnya. Namun baru kali ini ia mengalami penganiayaan. "Biasanya nonbar di Slawi. Pas itu baru pertama nonbar di Kota Tegal," ujarnya.

‎Ayah Rifki, Sam'un Basyir, menyebut Rifki harus mendapat sepuluh jahitan karena luka tusukan di pinggangnya. Anak pertama dari dua bersaudara itu pun harus dirawat selama tiga hari di rumah sakit. "Dijahit, dan ada lebam-lebam juga karena dipukuli," ujarnya.

Sam'un sudah melaporkan penganiayaan yang dialami anaknya ke Polres Tegal Kota tak lama setelah kejadian itu dengan harapan para pelaku bisa ditangkap.‎ Polisi juga sudah meminta keterangan Rifki dan dua teman Rifki yang menjadi saksi.

"Saya serahkan ke aparat hukum. Tapi saya juga berharap pelaku datang ke sini, meminta maaf, bertanggungjawab menyelesaikan ini dengan baik-baik," ujarnya.

Terkait Rifki yang menjadi fans Persija, Sam'un membenarkannya. Selain nonton melalui TV di rumah, Rifki juga sering nonbar laga-laga Persija dengan sesama Jakmania di Kabupaten Tegal. Sebelum kejadian, Rifki juga pamit kepada ibunya, Retno, akan pergi nonbar.

"Sudah sejak masuk SMP memang suka sama Persija. Punya banyak kaosnya, syal, dan topi Persija atau Jakmania. Saya ya tidak apa-apa, yang penting sewajarnya saja. Setelah kejadian ini saya minta cukup nonton Persija di TV saja," ujar Sam'un sembari mengingat peristiwa tewasnya seorang The Jakmania karena dikeroyok Bobotoh di Bandung.

Seperti diketahui, pada hari yan sama saat kejadian Rifki dikeroyok, seorang The Jakmania bernama Haringga Sirla tewas mengenaskan setelah dikeroyok Bobotoh saat hendak menonton tim kesayangannya di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GLBA), Kota Bandung. (far/zul)

Berita Sebelumnya

Tengah Malam, Tiga Rumah Terbakar Hebat
Tengah Malam, Tiga Rumah Terbakar Hebat

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Liga 3 PSSI Jateng Sudah Berjalan, Bantuan Pemkab Tegal Masih Nol

Liga 3 PSSI Jateng Sudah Berjalan, Bantuan Pemkab Tegal Masih Nol

Kendati sudah dua kali laga lanjutan Liga 3 PSSI Jawa Tengah, Persatuan Sepakbola Kabupaten Tegal (Persekat) selalu menang.


Layanan Berangsur Normal, Mandiri Minta Nasabah Tak Kuatir

Layanan Berangsur Normal, Mandiri Minta Nasabah Tak Kuatir

Tidak bisa diaksesnya sejumlah layanan perbankan di Bank Mandiri, Sabtu (20/7), membuat nasabahnya di Slawi, Brebes, dan Tegal panik.


Miris, Di Pantura Marak Panti Pijat Tidak Berizin dan Bersertifikat

Miris, Di Pantura Marak Panti Pijat Tidak Berizin dan Bersertifikat

Beberapa panti pijat di jalur Pantura Kabupaten Tegal diketahui belum memiliki izin dan bersertifikat.


Saldo Jadi Rp0, Nasabah Mandiri Juga Kesulitan Transaksi lewat ATM

Saldo Jadi Rp0, Nasabah Mandiri Juga Kesulitan Transaksi lewat ATM

Sejumlah nasabah Bank Mandiri Kota Tegal terus mendatangi Kantor Cabang Bank di Jalan Jendral Sudirman Kota Tegal, Sabtu (20/7) siang.


Saldo Tabungan Raib, Nasabah Bank Mandiri Panik

Saldo Tabungan Raib, Nasabah Bank Mandiri Panik

Nasabah Bank Mandiri, baik dari Slawi Brebes hingga Kota Tegal sejak, Sabtu (20/7) pagi, mendatangi kantor bank tersebut di Jalan Sudirman Tegal.


Garasi Bus Adi Mulia Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp90 Juta

Garasi Bus Adi Mulia Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp90 Juta

Api dengan cepat membakar garasi bus PO Adi Mulia di Jalan Raya Pantura-Kramat, Kelurahan Dampyak, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Jumat (19/7) pukul 15.40 W


Tertimpa Pagar Keliling, Ketua Gapoktan Meninggal

Tertimpa Pagar Keliling, Ketua Gapoktan Meninggal

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kelurahan Sumurpanggang Kecamatan Margadana Kota Tegal Wasmun meninggal dunia, setelah tertimpa reruntuhan pagar kelilin


Tindak Tegas Oknum di Balik Layar Bisnis Esek-esek

Tindak Tegas Oknum di Balik Layar Bisnis Esek-esek

Bupati Tegal diminta bertindak tegas terhadap oknum yang berada di balik layar terkendalanya pemberantasan prostitusi.


Tembakau Gorila, Sabu, dan Senjata Api Dimusnahkan

Tembakau Gorila, Sabu, dan Senjata Api Dimusnahkan

Pemusnahan barang bukti psikotropika dan hasil kejahatan lainnya dilakukan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Tegal di halaman belakang kantor, Kamis (18/7) pagi


Rampas HP, Dua Remaja Ini Juga Palu Kepala Korbannya

Rampas HP, Dua Remaja Ini Juga Palu Kepala Korbannya

Tak Butuh waktu lama, Satreskrim Polres Tegal Kota berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan .



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!