• Home
  • Berita Lokal
  • Dibohongi karena Sertifikat Tak Jadi-jadi, Warga Kepung Balaidesa

Lokal
Share this on:

Dibohongi karena Sertifikat Tak Jadi-jadi, Warga Kepung Balaidesa

  • Dibohongi karena Sertifikat Tak Jadi-jadi, Warga Kepung Balaidesa
  • Dibohongi karena Sertifikat Tak Jadi-jadi, Warga Kepung Balaidesa

ORASI - Koordinator aksi sedang orasi di pendapa balaidesa meminta pertanggungjawaban kadus I. (m. ridwan/radar pemalang)

PETARUKAN - Sekitar 70-an warga Desa Serang Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang mendatangi Balaidesa Serang, Jumat (18/8). Kedatangan mereka untuk meminta pertanggungjawaban Kepala Dusun I Kedokanjati menyelesaikan sertifikat tanah warganya yang tak kunjung jadi setelah diurusnya cukup lama.

Salah satu warga yang menuntut agar sertifikatnya lekas jadi. Karyuti warga RT 05/01 menyebut dira sudah mengurus untuk dibuatkan sertifikat tanah sejak 5 tahun lalu. Namun hingga sekarang belum kunjung jadi.

"Padahal saya sudah titip uang Rp3 juta," kata Karyuti.

Hal yang sama disampaikan Kunaeni, warga RT 05/01. Dia sudah titip uang ke kadus I sebesar Rp1.500.000, namun hingga sekarang belum ada kejelasan kapan sertifikat miliknya jadi.

Selain itu, ada pengakuan lagi dari satu warga RT 03/01 Masropah bahwa dia sudah mengajukan untuk dibuatkan sertifikat tanah sejak 13 tahun yang lalu dan sudah titip Rp1.500.000, tetapi belum jadi juga.

Kadus I Kedokanjati Desa Serang Kecamatan Petarukan Dulsobar mengatakan dia mengakui bahwa dua warganya yang saat itu memintanya untuk mengurus pembuatan sertifikat tanah memang sampai sekarang belum jadi. Alasannya berkas kelengkapan persayaratan belum dia terima.

"Cuma dua, Karyuti dan Kunaeni. Sedangkan Masropah dan lainnya saya tidak tahu, karena saya cuma ngurus yang dua itu," terang Sobar.

Sobar menambahkan, untuk berkas milik Casyati sudah diserahkan ke Kecamatan, namun kelengkapan lainnya seperti KTP dan KK sebagai data pendukung belum ada, sehingga perlu disusulkan. Menurutnya selaku perangkat desa, dia siap untuk mempertanggungjawabkan hal tersebut.

"Dalam dua minggu data sudah lengkap, nanti akan saya serahkan ke PPAT," jelasnya.

Kesediaan Sobar untuk bertanggungjawab menyelesaikan masalah sertifikat dengan warganya itu juga dibuktikan dengan surat pernyataan yang dibuatnya sendiri, ditandatangani, dan bermaterai enam ribu.

Dalam demo yang dikawal aparat keamanan dari Polsek Petarukan dan Sat Res Sabhara Polres Pemalang, koordinator demo Andi Rustono berorasi di depan warga dan perangkat Desa Serang menuntut agar Kadus I Dulsobar bertanggungjawab dan segera mewujudkan sertifikat yang diinginkan warga.

Aksi warga yang menuntut penyelesaian sertifikat segera jadi juga dipantau oleh Penjabat Kepala Desa Serang, Camat dan Kapolsek serta Danramil Petarukan. Warga membubarkan diri, setelah Kadus I Dulsobar memberikan pernyataan diatas kertas. (rid/har/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Atraksi Lumba-lumba Pukau Penonton
Atraksi Lumba-lumba Pukau Penonton

Berita Sejenis

Kecewa Kebijakan Pemkab Tegal, Warga Suradadi Ancam Demo

Kecewa Kebijakan Pemkab Tegal, Warga Suradadi Ancam Demo

Warga di Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal mengancam akan menggelar unjuk rasa.


Dewan Setujui Raperda Ketertiban Umum Jadi Perda

Dewan Setujui Raperda Ketertiban Umum Jadi Perda

Rancangan peraturan daerah (raperda) disetujui untuk dijadikan peraturan daerah.


Balo-Balo Curi Perhatian Warga Tasikmalaya

Balo-Balo Curi Perhatian Warga Tasikmalaya

Penampilan kesenian khas Kota Tegal Balo-balo yang tergolong unik, berhasil mencuri perhatian ribuan penonton Karnaval Budaya dalam rangka Tasik Oktober Festiva


Bahaya Kegempaan di Tegal Sekitarnya Kecil dan Hampir Tak Mungkin Tsunami

Bahaya Kegempaan di Tegal Sekitarnya Kecil dan Hampir Tak Mungkin Tsunami

Meski memiliki potensi masyarakat di wilayah Kota Tegal diminta untuk tetap tenang.


Masih Beroperasional, Karaoke Bodong di Kota Tegal Segera Ditertibkan

Masih Beroperasional, Karaoke Bodong di Kota Tegal Segera Ditertibkan

Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Tegal mendesak Satpol PP dan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu untuk menertibkan karaoke tak berizin.


Astaghfirullohaladzim, Bayi di Tegal Ini Menderita Hydrosephalus Sejak di Kandungan

Astaghfirullohaladzim, Bayi di Tegal Ini Menderita Hydrosephalus Sejak di Kandungan

Kiana Nawaliah, harus menanggung sakit karena menderita hydrosephalus di usianya yang baru 23 hari.


Hendak Transaksi, Kurir Sabu Disergap Dalam Bus Antar Kota

Hendak Transaksi, Kurir Sabu Disergap Dalam Bus Antar Kota

AM (46), buruh harian lepas warga Dukuh Gandu Lor, Kabupaten Pekalongan, disergap personel Sat Narkoba Polres Tegal Kota.


Tak Bawa Pensil, Pipi Siswa SD di Pemalang Ditempeli Sepatu Gurunya

Tak Bawa Pensil, Pipi Siswa SD di Pemalang Ditempeli Sepatu Gurunya

Gara-gara tidak membawa pensil, seorang guru di SDN 2 Wanamulya Pemalang tega memberi perlakuan tak pantas kepada siswanya.


Kekeringan Makin Parah, Warga Harus Jalan Kaki Dua Kilometer Cari Air

Kekeringan Makin Parah, Warga Harus Jalan Kaki Dua Kilometer Cari Air

Ratusan kepala keluarga (KK) di Desa Dermasuci Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau panjang.


Terlibat Jaringan Curanmor Lintas Kota, Penjual Nasgor Ditembak

Terlibat Jaringan Curanmor Lintas Kota, Penjual Nasgor Ditembak

SA, seorang penjual nasi goreng warga Debong Tengah, Tegal Selatan, Kota Tegal, Kamis (11/10), ditangkap polisi dari Polres Tegal Kota.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!