Lokal
Share this on:

Diduga Berhubungan Badan Tak Sah, Pamong Dipecat

  • Diduga Berhubungan Badan Tak Sah, Pamong Dipecat
  • Diduga Berhubungan Badan Tak Sah, Pamong Dipecat

Kepala Desa Tegalandong H. Taukhid (yerry novel/radar slawi)

SLAWI - Pamong atau perangkat Desa Tegalandong, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal yang berinisial KR akhirnya diberhentikan dari jabatannya, Jumat (9/6) lalu. Surat Keputusan (SK) pemberhentian itu sudah diserahkan oleh kepala desa kepada KR dan disaksikan sekretaris desa (sekdes).

"SK-nya sudah saya serahkan Jumat kemarin," kata Kepala Desa Tegalandong H. Taukhid, saat ditemui di Pendapa Amangkurat Pemkab Tegal, kemarin.

Menurut Taukhid, KR terpaksa diberhentikan dari jabatannya karena telah melanggar aturan yakni diduga melakukan hubungan seksual dengan wanita yang bukan istrinya hingga hamil 6 bulan.

Saat diinterogasi, KR dan wanita yang berinisial Y itu sama-sama mengakui. Sehingga masyarakat geram dan mendesak kepala desa untuk segera memberhentikan KR dari jabatannya.

"Warga menggalang tanda tangan dan diserahkan ke saya. Warga menuntut agar KR segera diberhentikan," ungkapnya.

Taukhid mengaku ketika SK itu diserahkan, KR tidak menolak. KR justru mengucapkan terima kasih. Menurut Taukhid, berhubung KR diberhentikan, sehingga tidak mendapatkan pesangon dari desa. Pemerintah desa justru meminta KR agar secepatnya menyerahkan tanah bengkok seluas sekitar 2 hektare (ha) yang saat ini masih digarap.

"Tanah bengkok itu nanti akan kami masukkan ke dalam pendapatan asli desa," ujarnya. (yer/ima)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Di Tegal, Ada Pemilih yang NIK-nya Lebih dari 16 Digit

Di Tegal, Ada Pemilih yang NIK-nya Lebih dari 16 Digit

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tegal kembali menemukan 220 pemilih bermasalah yang terindikasi data ganda dan invalid.


489 Pelamar dari Kabupaten Tegal Gagal Seleksi Administrasi CPNS

489 Pelamar dari Kabupaten Tegal Gagal Seleksi Administrasi CPNS

Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Tegal sudah mengumumkan hasil seleksi administrasi pendaftaran CPNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal.


Cari Ikan, Dua Nelayan Malah Temukan Mortir Aktif Sisa Perang

Cari Ikan, Dua Nelayan Malah Temukan Mortir Aktif Sisa Perang

Dua orang nelayan Nabil (33) dan Alidin (49) tak sengaja menemukan mortir aktif yang diduga merupakan peninggalan perang dunia di sekitar Perairan Losari Kabupa


Gempa Dieng Tak Berpengaruh Sampai ke Tegal

Gempa Dieng Tak Berpengaruh Sampai ke Tegal

Getaran gempa di Gunung Dieng yang merupakan kawasan vulkanik aktif tidak berdampak untuk Kota Tegal.


Keren, Di Bumiayu Ditemukan 60 Uang Logam Kuno Abad ke-7 sampai 11

Keren, Di Bumiayu Ditemukan 60 Uang Logam Kuno Abad ke-7 sampai 11

Tim dari Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng meneliti temuan puluhan uang logam kuno yang saat ini berada di museum mini purbakala Buton.


Diduga Gelapkan Mobil Rentalan, Mantan Kades yang juga Caleg Ditangkap Polisi

Diduga Gelapkan Mobil Rentalan, Mantan Kades yang juga Caleg Ditangkap Polisi

Seorang calon legislatif (caleg) DPRD Kabupaten Brebes Daerah Pemilihan 6 (Kecamatan Wanasari dan Kecamatan Bulakamba) berinisial JD diringkus polisi, kemarin.


Masih Diperbaiki, Pastikan Kereta Gantung Guci Tak Macet Lagi

Masih Diperbaiki, Pastikan Kereta Gantung Guci Tak Macet Lagi

Wisatawan yang berniat menjajal wahana kereta gantung di obyek wisata Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal masih harus bersabar.


Oknum PNS Brebes Pemilik Narkoba Terancam 15 Tahun Hingga Hukuman Mati

Oknum PNS Brebes Pemilik Narkoba Terancam 15 Tahun Hingga Hukuman Mati

Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tegal melimpahkan berkas kasus narkoba yang menjerat oknum ASN Pemkab Brebes kepada Kejaksaan Negeri Tegal, Selasa (16/10) s


Diduga Korupsi Dana BOS Rp2,53 Miliar, Kepala SMK dan Wakilnya Ditahan

Diduga Korupsi Dana BOS Rp2,53 Miliar, Kepala SMK dan Wakilnya Ditahan

Kejaksaan Negeri (Kejari) Brebes menahan Kepala Sekolah (Kasek) dan Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) SMK Kerabat Kita Bumiayu, Senin (15/10).


Aturan Rujukan BPJS Kesehatan Perlu Lebih Masif Disosialisasikan

Aturan Rujukan BPJS Kesehatan Perlu Lebih Masif Disosialisasikan

Adanya perubahan peraturan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) perlu disosialisasikan secara masif.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!