• Home
  • Berita Lokal
  • Diduga Dikorupsi, Bangunan di SMPN 17 Tegal Terbengkalai Empat Tahun

Lokal
Share this on:

Diduga Dikorupsi, Bangunan di SMPN 17 Tegal Terbengkalai Empat Tahun

  • Diduga Dikorupsi, Bangunan di SMPN 17 Tegal Terbengkalai Empat Tahun
  • Diduga Dikorupsi, Bangunan di SMPN 17 Tegal Terbengkalai Empat Tahun

MANGKRAK –Seorang guru menunjukkan bangunan SMPN 17 Tegal yang kondisinya mangkrak sejak 2014 lalu. (agus wibowo/radar tegal)

TEGAL - Wali Kota Tegal HM. Nursholeh mendesak Kapolres Tegal Kota AKBP Siti Rondhijah segera menyelesaikan kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan ruang kelas SMP Negeri 17 Kota Tegal. Bangunan dimaksud mangkrak empat tahun, sehingga menganggu proses belajar siswa.

”Bagaimanapun hukum adalah panglima. Selesaikan dulu kasus hukumnya. Setelah kasus hukumnya selesai, baru proyeknya dilanjutkan. Sekali lagi, selesaikan dulu kasus hukumnya, baru pembangunannya dilanjutkan,” kata Wali Kota.

Agar persolan ini tidak berlarut-larut, lanjut Nursholeh, mestinya penanganan kasusnya dipercepat supaya terbengkalainya tidak terlalu lama. Kasihan siswa dan guru di sana karena harus memanfaatkan tempat lain untuk proses belajar-mengajar.

”Jadi saya tidak akan pernah mendorong agar pembangunannya dilanjutkan, tapi yang saya dorong agar kasus hukumnya diselesesaikan dulu. Artinya, selesaikan dulu kasus hukumnya, baru pembangunannya dilanjutkan. Jangan terlalu lama penanganan kasusnya. Kasihan siswa dan guru di sana, jika proyek tersebut dibiarkan mangkrak terlalu lama,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Kapolres Tegal Kota AKBP Siti Rondhijah melalui Kasat Reskrim AKP Agus BY didampingi Kanit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Iptu Daryanto menegaskan masih menghitung jumlah kerugian negara dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) pada pembangunan fisik ruangan SMP Negeri 17 Kota Tegal.

”Kami minta pihak sekolah dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tegal bersabar. Kami masih harus menghitung berapa jumlah kerugian negara dalam kasus ini. Sebab, dua saksi ahli dari Universitas Negeri (Unnes) Semarang masih menghitung berapa kerugiannya untuk dilaporkan ke Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP),” tandas Daryanto.

Dua saksi ahli dari Unnes tersebut, lanjutnya, masing-masing Lashari dan Togani yang merupakan staf ahli di bidang teknik sipil. Keduanya masih mengoreksi, mengkaji dan menghitung kerugian proyek pembangunan sekolah menengah pertama yang berada di Kelurahan Sumurpanggang, Kecamatan Margadana tersebut.

Berdasarkan data yang ada, imbuh Daryanto, proyek tersebut menelan anggaran Rp774.950.000 bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2014. Pemenang lelang proyek tersebut CV. Omega Kota Tegal. Sesuai kontrak, proyek dimulai pada 29 Agustus 2014, dan digarap selama 120 hari kerja.

”Insya Allah tahun ini kasusnya bisa kelar. Apalagi kami melihat kondisi sekolah cukup memprihatinkan lantaran lokasi proyek berada persis di depan sekolah,” jelasnya.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan SMPN 17, termasuk Disdik Kota Tegal. Disdik sudah tahu kasusnya, karena saat gelar perkara di Semarang Kepala Disdik Kota Tegal Johardi ikut menghadirinya.

(gus/fat/zul)

Berita Sebelumnya


Berita Sejenis

Liga 3 PSSI Jateng Sudah Berjalan, Bantuan Pemkab Tegal Masih Nol

Liga 3 PSSI Jateng Sudah Berjalan, Bantuan Pemkab Tegal Masih Nol

Kendati sudah dua kali laga lanjutan Liga 3 PSSI Jawa Tengah, Persatuan Sepakbola Kabupaten Tegal (Persekat) selalu menang.


Layanan Berangsur Normal, Mandiri Minta Nasabah Tak Kuatir

Layanan Berangsur Normal, Mandiri Minta Nasabah Tak Kuatir

Tidak bisa diaksesnya sejumlah layanan perbankan di Bank Mandiri, Sabtu (20/7), membuat nasabahnya di Slawi, Brebes, dan Tegal panik.


Miris, Di Pantura Marak Panti Pijat Tidak Berizin dan Bersertifikat

Miris, Di Pantura Marak Panti Pijat Tidak Berizin dan Bersertifikat

Beberapa panti pijat di jalur Pantura Kabupaten Tegal diketahui belum memiliki izin dan bersertifikat.


Saldo Jadi Rp0, Nasabah Mandiri Juga Kesulitan Transaksi lewat ATM

Saldo Jadi Rp0, Nasabah Mandiri Juga Kesulitan Transaksi lewat ATM

Sejumlah nasabah Bank Mandiri Kota Tegal terus mendatangi Kantor Cabang Bank di Jalan Jendral Sudirman Kota Tegal, Sabtu (20/7) siang.


Berisiko Merusak Lingkungan, Penggalian Candi Dihentikan Sementara

Berisiko Merusak Lingkungan, Penggalian Candi Dihentikan Sementara

Masyarakat Desa Galuhtimur, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, menghentikan sementara penggalian tanah di sekitar lokasi tempat penemuan bangunan kuno.


Saldo Tabungan Raib, Nasabah Bank Mandiri Panik

Saldo Tabungan Raib, Nasabah Bank Mandiri Panik

Nasabah Bank Mandiri, baik dari Slawi Brebes hingga Kota Tegal sejak, Sabtu (20/7) pagi, mendatangi kantor bank tersebut di Jalan Sudirman Tegal.


Garasi Bus Adi Mulia Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp90 Juta

Garasi Bus Adi Mulia Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp90 Juta

Api dengan cepat membakar garasi bus PO Adi Mulia di Jalan Raya Pantura-Kramat, Kelurahan Dampyak, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Jumat (19/7) pukul 15.40 W


Tertimpa Pagar Keliling, Ketua Gapoktan Meninggal

Tertimpa Pagar Keliling, Ketua Gapoktan Meninggal

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kelurahan Sumurpanggang Kecamatan Margadana Kota Tegal Wasmun meninggal dunia, setelah tertimpa reruntuhan pagar kelilin


Tindak Tegas Oknum di Balik Layar Bisnis Esek-esek

Tindak Tegas Oknum di Balik Layar Bisnis Esek-esek

Bupati Tegal diminta bertindak tegas terhadap oknum yang berada di balik layar terkendalanya pemberantasan prostitusi.


Tembakau Gorila, Sabu, dan Senjata Api Dimusnahkan

Tembakau Gorila, Sabu, dan Senjata Api Dimusnahkan

Pemusnahan barang bukti psikotropika dan hasil kejahatan lainnya dilakukan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Tegal di halaman belakang kantor, Kamis (18/7) pagi



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!