• Home
  • Berita Lokal
  • Diduga Mengandung Zat Berbahaya, Satgas Pangan Diminta Sidak Jajanan Sekolah

Lokal
Share this on:

Diduga Mengandung Zat Berbahaya, Satgas Pangan Diminta Sidak Jajanan Sekolah

  • Diduga Mengandung Zat Berbahaya, Satgas Pangan Diminta Sidak Jajanan Sekolah
  • Diduga Mengandung Zat Berbahaya, Satgas Pangan Diminta Sidak Jajanan Sekolah

PEMALANG - Maraknya pedagang yang berjualan di sekolah patut diwaspadai akan kandungan zat berbahaya yang ada di makanan tersebut. Karenanya kepada Satgas Pangan atau pihak terkait agar melakukan pemeriksaan kepada para pedagang yang menjajakan makanan atau minuman di sekolah-sekolah.

Demikian disampaikan salah satu LSM Pemalang Andi Rustono saat menyampaikan pandangannya di acara tanya jawab yang diselenggarakan tim peneliti dari Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) terkait penanggulangan kejahatan produksi dan distribusi bahan pangan dan dampaknya terhadap kepercayaan masyarakat kepada Polri di Gedung Rekonfu Mapolres Pemalang, kemarin

Lebih lanjut Andi menyampaikan, masalah makanan dan minuman khususnya yang beredar di sekolah-sekolah menjadi tanggungan bersama dalam hal pengawasannya.

Sebab makanan yang dijual tersebut dikonsumsi oleh anak-anak yang pada diri merekalah merupakan generasi penerus bangsa.

"Jika anak-anak itu sampai mengkonsumsi bahan-bahan berbahaya akan berakibat fatal bagi generasi kita," ujarnya.

Dia mengatakan, makanan seperti sosis goreng, nugget, bakso dan sejenisnya dengan tambahan saos yang berwarna menyala sangat menarik perhatian anak-anak untuk membelinya. Padahal bahan-bahan yang dibuat belum tentu aman. Belum lagi minyak yang digunakan untuk menggoreng sudah berulang kali dipakai yang hal itu tidak sehat.

"Segera lakukan sidak dan pemeriksaan pada para pedagang di sekolah-sekolah," pinta Andi.

Menurutnya, secara kasat mata sudah bisa dilihat. Ibarat anggota Satlantas melihat kendaraan bermuatan banyak langsung mengejar untuk dilakukan pemeriksaan. Seperti halnya terkait makanan, sudah jelas ada makanan yang dijual dengan minyak yang selalu dipakai berulang-ulang.

"Periksa saja, ada pun nanti terbukti atau tidak setelah dilakukan pemeriksaan," terangnya. (rid/ima)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Diduga Kena Flu Burung, Ratusan Ayam di Brebes Mati Mendadak

Diduga Kena Flu Burung, Ratusan Ayam di Brebes Mati Mendadak

Ratusan ayam di salah satu peternakan di Kabupaten Brebes mati mendadak, belum lama ini.


Picu Kanker, Peredaran Obat Maag Ranitidin di Tegal Diawasi

Picu Kanker, Peredaran Obat Maag Ranitidin di Tegal Diawasi

Lantaran diketahui mengandung zat pemicu kanker, obat asam lambung Ranitidin dilarang diedarkan di seluruh wilayah termasuk Kota Tegal.


Bawa Gergaji Es Balok, Siswa SMK Diamankan Warga dan Polisi

Bawa Gergaji Es Balok, Siswa SMK Diamankan Warga dan Polisi

Sejumlah pelajar dari salah satu sekolah kejuruan berhasil diamankan warga bersama aparat kepolisian, Rabu (16/10) sore.


Sarana Prasarana Sekolah Belum Lengkap, Penerapan KIA Ditunda

Sarana Prasarana Sekolah Belum Lengkap, Penerapan KIA Ditunda

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tegal menunda penerapan Kartu Identitas Anak (KIA) hingga beberapa tahun ke depan.



Kereenn, di Tegal ternyata Ada Tepuk Anti Bullying

Kereenn, di Tegal ternyata Ada Tepuk Anti Bullying

Sejumlah siswa di sebuah sekolah dasar di Kabupaten Tegal menyatakan menolak tindakan ataupun perilaku bullying.


Diduga Lokasi Parkir Dijualbelikan, Petugas Dipersilakan Lapor Komisi III

Diduga Lokasi Parkir Dijualbelikan, Petugas Dipersilakan Lapor Komisi III

Dugaan adanya beberapa lokasi parkir jalan umum di Kabupaten Tegal yang dijualbelikan oknum yang bukan petugas dikeluhkan petugas parki


Rumah Terduga Pelaku Penyerangan dan Penusukkan Wiranto Dipolice Line

Rumah Terduga Pelaku Penyerangan dan Penusukkan Wiranto Dipolice Line

Rumah Fitria Diana (20), di RT 07 RW 02 Dusun Sitanggal 1 Desa Sitanggal Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes, yang diduga terlibat peristiwa penusukan Menteri K


Dua Pemburu Landak yang Sebabkan Hutan Pinus Terbakar, Terancam 6 Tahun Penjara

Dua Pemburu Landak yang Sebabkan Hutan Pinus Terbakar, Terancam 6 Tahun Penjara

Dua pemburu landak yang diduga memicu terjadinya kebakaran hutan pinus di Bukit Clirit Desa Kalibakung Kecamatan Kabupaten Tegal, Minggu (6/10), ditahan di sel


Nelayan yang Hilang di Tengah Laut, Belum Jelas Nasibnya

Nelayan yang Hilang di Tengah Laut, Belum Jelas Nasibnya

Warsum (45), warga Desa Prapag Kidul Kecamatan Losari Kabupaten Brebes yang diduga hilang di tengah Perairan Jongor Kabupaten Brebes, Selasa (8/10) siang, belum



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!