Lokal
Share this on:

Diduga Selewengkan Dana Desa, Warga Minta Kepala Desa Dicopot

  • Diduga Selewengkan Dana Desa, Warga Minta Kepala Desa Dicopot
  • Diduga Selewengkan Dana Desa, Warga Minta Kepala Desa Dicopot

AUDIENSI - Sejumlah perwakilan warga Desa Kecipir yang berunjukrasa di DPRD Brebebes diterima oleh Komisi I, kemarin. (dedi sulastro/radar brebes)

BREBES - Ratusan warga Desa Kecipi, Kecamatan Losari Kabupaten Brebes melakukan unjuk rasa di gedung DPRD Brebes, kemarin. Mereka menuntut Kepala Desa (Kades) Kecipir Tarmudi untuk mundur dari kursi jabatannya.

Sekitar pukul 09.00 pendemo yang menggunakan beberapa mobil bak terbuka tersebut tiba di gedung DPRD Brebes. Mereka langsung membentangkan spanduk yang bertuliskan tuntutan mereka.

Di antaranya, pembangunan infrastruktur yang asal-asalan, dengarkan suara rakyat, tegakan hukum, kemana dana desa mengalir, kena banjir. kisah usang, tikus-tikus yang suka berenang di sungai yang kotor, kisah usang tikus-tikus berdasi yang suka ingkar janji lalu sembunyi. Keadilan yang sehat yang kami mau, kami butuh transparansi pembangunan desa, dan sebagainya.

Pendemo ditemui Pamor Wicaksono selaku Ketua Komisi I dan wakilnya Muhammad Rizky Ubaidillah. Usai berorasi di depan gedung, delapan perwakilan pendemo diterima dan masuk ke dalam ruang komisi untuk bermediasi.

Diawal mediasi, Pamor menginginkan perwakilan pendemo mengeluarkan KTP masing-masing, namun ternyata hanya dua saja yang membawa KTP, sehingga enam lainnya harus rela keluar ruangan.

Koordinator aksi Joko Dahlan mengungkapkan, warga kecipir melakukan unjuk rasa karena Kades dicurigai melakukan penyimpangan penggunaan dana desa (DD). Pasalnya, hingga saat ini pembangunan yang menggunakan DD dinilai kurang maksimal.

"Kita hanya menyampaikan aspirasi yang kami rasakan. Kalau untuk lainnya, kita serahkan ke pihak yang berwenang," jelas Joko.

Dari pantauan di lapangan, pengunjuk rasa menyampaikan delapan tuntutan. Di antaranya, pembangunan infrastruktur desa yang dinilai asal-asalan, pembangunan jalan penghubung yang ternyata masuk wilayah Desa Losari Lor kurang transparan, penggembungan distribusi raskin, SPJ dana PKK yang fiktif, program bedah rumah yang asal-asalan dan tidak tepat sasaran, pajak bumi dan bangunan dari tahun 2014 - 2017 belum lunas padahal warga sudah membayar, dan tidak adanya transparansi dalam pencalonan perangkat desa.

Senada, warga lainnya Rokib juga meminta adanya transparansi penggunaan DD. "Yang kami harapkan hanya satu yakni adanya keterbukaan informasi yang ada di desa, itu saja," jelasnya.

Kepala Desa (Kades) Kecipir Tarmudi menyayangkan adanya aksi tersebut. Menurutnya, jika ada permasalahan bisa diselesaikan di kantor (Balai Desa) setempat. Tidak harus unjuk rasa ke DPRD.

"Insya Allah kalau ada permasalahan bisa diselesaikan di kantor balai desa. Tidak mesti harus melakukan unjuk rasa," ucapnya.

Dia menjelaskan, usulan tuntutan transparansi penggunaan DD sudah dilaksanakan sesuai dengan aturan. Di mana, dalam penggunaan DD ataupun penerimaah anggaran lainnya seperti ADD sudah dipasang spanduk di depan kantor balai desa.

"Mulai dari pendapatan dan pengeluaran sudah kita pasang di papan pengumuman yang ada di depan kantor. Selain itu, setiap pembangunan yang menggunakan DD selalu kita pasang pengumuman," pungkasnya. (ded/ism/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Bayi Tujuh Hari Tak Tertolong, Korban Tewas Kecelakaan Maut Jadi Lima Orang

Bayi Tujuh Hari Tak Tertolong, Korban Tewas Kecelakaan Maut Jadi Lima Orang

Korban tewas dalam kecelakaan maut di Jalan Raya Purwokerto-Tegal Desa Jatisawit Kecamatan Bumiay Kabupaten Brebes bertambah menjadi lima orang.


Seberangi Sungai, Nenek Tewas Tenggelam Terseret Arus

Seberangi Sungai, Nenek Tewas Tenggelam Terseret Arus

Ruski (65), seorang petani warga Dukuh Salagading Desa Ciseureh Kecamatan Ketanggungan Kabupaten Brebes, terpeleset hingga tenggelam .


Pemilih Pemula di Pilkades, Wajib Bawa e-KTP saat Akan Nyoblos

Pemilih Pemula di Pilkades, Wajib Bawa e-KTP saat Akan Nyoblos

Pemilih yang berusia 17 saat hari pencoblosan pemilihan kepala desa serentak harus bawa E-KTP jika ingin menggunakan hak pilihnya.


Begini Detik-detik Truk yang Tabrak 14 Mobil dan 18 Motor di Bumiayu

Begini Detik-detik Truk yang Tabrak 14 Mobil dan 18 Motor di Bumiayu

Jalur Utama Bumiayu tepatnya di Jalan Raya Pangeran Diponegoro Desa Jatisawit Kecamatan Bumiayu Kabupaten Tegal kembali memakan korban jiwa.


Pak Wali Kota, Ada 12.180 Warga di Kota Tegal Belum Rekam KTP Eleltronik

Pak Wali Kota, Ada 12.180 Warga di Kota Tegal Belum Rekam KTP Eleltronik

Hingga menjelang pergantian tahun, 12.180 warga Kota Tegal belum melakukan perekaman data KTP Elektronik (KTP El). Penyebabnya karena sejumlah faktor.


Ada Empat Warga Tewas, Sopir Truk Terluka Parah

Ada Empat Warga Tewas, Sopir Truk Terluka Parah

Kecelakaan maut kembali lagi terjadi di Bumiayu.


Rem Blong, Truk Tronton Tabrak Rumah Sakit, Empat Tewas

Rem Blong, Truk Tronton Tabrak Rumah Sakit, Empat Tewas

Kecelakaan maut diduga akibat rem blong kembali terjadi di Jalan Raya Purwokerto-Tegal, Bumiayu Kabupaten Brebes, Senin (10/12). Empat orang dilaporkan tewas.


Kasihan, Bayi 40 Hari Tak Punya Anus

Kasihan, Bayi 40 Hari Tak Punya Anus

Malang nian nasib bayi pasangan Resi Oktaviana (21) dan Manis (25), warga Desa Wlahar Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes ini.


Pamit Cari Rumput, Pak Tani Ditemukan Meninggal Dunia di Pematang Sawah

Pamit Cari Rumput, Pak Tani Ditemukan Meninggal Dunia di Pematang Sawah

Wajim (63), warga Desa Bulakparen RT 1 RW 1 Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes ditemukan tidak bernyawa di areal persawahan Desa Grinting kemarin.


Nyari Jamur, Warga Malah Temukan Kerangka Manusia di Hutan Gunung Slamet

Nyari Jamur, Warga Malah Temukan Kerangka Manusia di Hutan Gunung Slamet

Kerangka manusia ditemukan di kawasan hutan Gunung Slamet, yang masuk wilayah Dukuh Liwung Desa Kedawung Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!