• Home
  • Berita Lokal
  • Dikeluhkan Warga Cemari Desanya, Limbah Beracun di Margasari Dicek

Lokal
Share this on:

Dikeluhkan Warga Cemari Desanya, Limbah Beracun di Margasari Dicek

  • Dikeluhkan Warga Cemari Desanya, Limbah Beracun di Margasari Dicek
  • Dikeluhkan Warga Cemari Desanya, Limbah Beracun di Margasari Dicek
  • Dikeluhkan Warga Cemari Desanya, Limbah Beracun di Margasari Dicek
  • Dikeluhkan Warga Cemari Desanya, Limbah Beracun di Margasari Dicek

MARGASARI - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tegal mengambil sampel udara dan air di kawasan pabrik pengolah limbah berbahaya dan beracun (B3) di Desa Karangdawa Kecamatan Margasari yang dikeluhkan warga karena dianggap mencemari lingkungan, Rabu (16/1). Hal itu untuk mengetahui tingkat pencemarannya.

Lima orang petugas dari UPTD Laboratorium DLH di antaranya mendatangi pabrik PT ATS Nugratama, salah satu pabrik pengolah limbah B3, dengan membawa sejumlah peralatan, di antaranya impinger ambient gas dan partikulat PM 10. Alat itu dipasang untuk mendeteksi kandungan udara dan debu.

Selain mengambil sampel udara dan debu, petugas juga mengambil sampel air hasil pengolahan limbah dan air sumur yang ada di kompleks pabrik. Sampel itu selanjutnya akan dibawa ke laboratorium DLH untuk diteliti. Hasilnya diperkirakan bisa diketahui setelah sepekan.

Kepala UPTD Laboratorium DLH Kabupaten Tegal, Eni Kusrini mengatakan, pengambilan sampel udara, debu, dan air dilakukan untuk memastikan apakah kegiatan pengolahan limbah yang dilakukan mencemari lingkungan atau tidak.

"Nanti dibawa dan dicek di laboratorium. Hasilnya melebihi baku mutu atau tidak. Kalau melebihi baku mutu berarti mencemari lingkungan. Tidak boleh," katanya.

Eni menjelaskan, untuk air limbah, baku mutunya mengacu Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 5 Tahun 2012. Sedangkan udara, baku mutunya diatur dalam Surat Keputusan (SK) Gubernur Nomor 8 Tahun 2008.

"Kalau air sumur ketentuan baku mutu mengacu Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 416 Tahun 1990. Selain kita lihat apakah melebihi baku mutu atau tidak, juga harus punya IPAL," jelasnya.

Eni mengakui pengambilan sampel itu menindaklanjuti pengecekan yang dilakukan oleh Bupati Tegal Umi Azizah ke lokasi pabrik, Selasa (16/1) lalu dan juga protes warga karena dampak buruk yang ditimbulkan.

"Dari Balai Pengujian dan Laboratorium Lingkungan Hidup Provinsi Jateng juga besok akan ke sini untuk mengecek dan mengambil sampel juga. Kami sudah kirim surat ke sana. Kalau alat mereka nanti bisa ngecek selama 24 jam. Kalau kami hanya satu jam," tambahnya.

Sementara itu, petugas teknikal PT ATS Nugratama, Tornauli, menyebut operasionalisasi pabrik dihentikan sementara. "Sementara kita vakum dulu. Tidak operasional," katanya, Rabu (16/1).

Saat ditanya terkait operasional isasipabrik termasuk limbah B3 yang diolah, Tournali enggan memberikan keterangan lebih lanjut. "Saya baru. Yang jelas dokumen kita ada semua," ujarnya singkat. (far/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

15 Tahun Derita Penyakit Kulit Langka, Keluarga Koriah Minta Bantuan Bupati

15 Tahun Derita Penyakit Kulit Langka, Keluarga Koriah Minta Bantuan Bupati

Sekitar 15 tahun, Koriah (30), warga Desa Begawat RT 5 RW 3 Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal menderita penyakit kulit.


Limbah Industri Dibuang di Saluran, Warga Ngeluh Mual dan Pusing

Limbah Industri Dibuang di Saluran, Warga Ngeluh Mual dan Pusing

Warga di sekitar wilayah RW 14 Kelurahan Panggung Kota Tegal mengeluhkan kerap merasakan pusing pada jam-jam tertentu.


Warga Diminta Berbelanja Sesuai Kebutuhan

Warga Diminta Berbelanja Sesuai Kebutuhan

Datangnya bulan suci Ramadan dan Idul Fitri, biasanya diikuti dengan kenaikan harga sejumlah komoditas pangan di pasar-pasar tradisional dan modern.


Datangu KPU, Peserta Aksi Tolak People Power

Datangu KPU, Peserta Aksi Tolak People Power

Puluhan massa yang mengatasnamakan warga kabupaten Tegal menggeruduk KPU Kabupaten Tegal, Jumat (17/5) siang.


Berisik, Alasan Pelaku Tembak Dua ABG di Pos Ronda

Berisik, Alasan Pelaku Tembak Dua ABG di Pos Ronda

Penembakan yang mengakibatkan dua remaja, Arif Syawaludin Hanafi (16), warga Debong Lor, dan Zidni Ilman Muhammad (15), warga Jalan Arjuna Slerok berhasil diung


Dijual Rp20 Ribu, Warga Berebut Paket Sembako Murah

Dijual Rp20 Ribu, Warga Berebut Paket Sembako Murah

Warga di Kabupaten Brebes berdesak-desakan untuk mendapatkan paket sembako murah yang dijual Pemkab Brebes di Alun-alun Brebes, Senin (13/5).


Ngaku Bisa Tarik Harta Karun, Sopir Taksi Online Tipu Korbannya Rp31 Juta

Ngaku Bisa Tarik Harta Karun, Sopir Taksi Online Tipu Korbannya Rp31 Juta

Amru Jamal (36), warga Mampang Prapatan Kelurahan Tegal Parang Jakarta yang sehari-harinya berprofesi sebagai sopir taksi online harus berurusan dengan polisi


Maling Motor yang Dimassa Belum Sadarkan Diri

Maling Motor yang Dimassa Belum Sadarkan Diri

Pelaku pencurian sepeda motor Beat G 3229 YQ milik warga Desa Rangimulya RT 04 RW 04 Kecamatan Warureja terpaksa dirujuk ke RSUD Dr Soesilo Slawi.


Maling di Siang Bolong, Pencuri Motor Sekarat Dimassa

Maling di Siang Bolong, Pencuri Motor Sekarat Dimassa

Aksi yang dilakukan Sanap, warga Desa Kupu RT 06 RW 05 Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes ini benar-benar nekat.


Ngantuk, Mobil Kepala SMPN I Margasari Ringsek Tabrak Pohon

Ngantuk, Mobil Kepala SMPN I Margasari Ringsek Tabrak Pohon

Mobil milik kepala SMPN 1 Margasari G 8820 VP menabrak pohon, Kamis (9/5) siang, di Desa Jembayat Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!