• Home
  • Berita Lokal
  • Diklarifikasi, Tiga Calon Kades Sepakat Hasil Pilkades Sidaharja

Lokal
Share this on:

Diklarifikasi, Tiga Calon Kades Sepakat Hasil Pilkades Sidaharja

  • Diklarifikasi, Tiga Calon Kades Sepakat Hasil Pilkades Sidaharja
  • Diklarifikasi, Tiga Calon Kades Sepakat Hasil Pilkades Sidaharja

KLARIFIKASI - Tiga calon kades bersama tim pemenangannya usai dimintai klarifikasi di kantor Dispermasdes Kabupaten Tegal, Kamis (16/11). (farid firdaus/radartegal.com)

SLAWI - Tiga orang calon kepala desa (kades) yang bertarung di pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Desa Sidaharja, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal menilai pelaksanaan pilkades berjalan lancar dan tidak ada permasalahan. Mereka menyatakan sepakat dengan hasil penghitungan suara.

Hal itu mereka ungkapkan setelah‎ memenuhi panggilan dari Panitia Pengarah dan Pemantau Pilkades Serentak Kabupaten Tegal di kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermades) Kabupaten Tegal, Kamis (16/11). Mereka dipanggil untuk diklarifikasi terkait aduan sengketa pilkades di Desa Sidaharja.

"Saya dan dua calon kades lainnya sudah sepakat dengan hasil pilkades. Tidak ada masalah," kata calon nomor urut 2 Sumaryo.

Menurut dia, perolehan suara hasil penghitungan diumumkan panitia dengan disaksikan oleh ribuan warga dan panitia pengawas (panwas), perwakilan unsur TNI dan Polri. ‎"Hasil penghitungan suara juga sudah ditandatangani para saksi dari calon kades. Kondusif," ujarnya.

Ketua tim sukses calon nomor urut 2, Ali, yang mendampingi Sumaryo membantah jika pelaksanaan pilkades minim sosialisasi. Menurutnya, panitia dan panwas kecamatan sudah memberikan sosialisasi kepada seluruh tim sukses dari masing-masing calon ihwal tatib pilkades sebelum tahapan pencoblosan digelar. Sosialisasi digelar pada 24 Oktober dan 29 Oktober.

"Waktu itu, panitia dan panwas juga menyampaikan bahwa coblosan di luar kolom itu tidak sah. Dan para tim sukses dan saksi menyetujuinya. Semua sepakat. Tapi kenapa sekarang diributkan," katanya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan yang terjadi justru adalah perampasan undangan pencoblosan yang dilakukan oleh oknum pendukung calon lain terhadap 11 warga di wilayah RW 7 dan RW 3. Tindakan diketahui oleh warga lainnya sehingga bisa langsung diselesaikan oleh panwas kecamatan.

“Kalau soal lampu penerangan. Sebenarnya waktu penghitungan suara itu bukannya tanpa lampu, tapi mendung. Jadi kita siasati menggunakan lampu senter untuk penerangan. Dan waktu itu, para saksi dari masing-masing calon kades juga menyetujui. Tidak ada yang protes. Kenapa sekarang dipermasalahkan," ungkapnya.

Calon nomor urut 1, Kasmui juga mengaku sepakat dengan hasil pilkades. Selain saksi dari pihaknya, hasil penghitungan suara juga disepakati oleh saksi dari calon lainnya. "Kesepakatannya dengan tanda tangan yang dilakukan saksi dari calon dan panitia pilkades," kata dia.

Terkait banyaknya surat suara yang dinyatakan tidak sah atau simetris Kasmui menyatakan dirinya sepakat tidak akan dihitung ulang karena sudah ada kesepakatan sebelum pencoblosan dan sesuai Tata Tertib (Tatib) Pilkades Sidaharja dan Peraturan Bupati (Perbup) tentang Pilkades.

"Kita sudah sepakat sebelum pencoblosan. Bahwa surat suara yang coblosannya lebih dari satu tapi di luar kolom, maka tidak sah. Tapi kalau di dalam kolom walaupun coblosannya lebih dari satu, sah. Itu sudah sepakat semua. Baik saksi maupun panitia pilkades," bebernya.

Hal senada diungkapkan calon nomor urut 3, Sudiyono. Dia mengatakan pelaksanaan pilkades di Desa Sidaharja berlangsung lancar dan setuju dengan hasilnya tanpa paksaan dari pihak manapun. "Saya cuma berharap, tidak ada keributan. Saya sudah dua kali nyalon. Dulu kalah, sekarang juga kalah. Tapi saya tetap legowo," tandasnya.

Sudiyono juga menampik banyak warga yang pingsan saat pencoblosan karena berdesak-desakan di pintu masuk TPS. Menurutnya warga yang pingsan itu karena sedang sakit.‎ "Yang pingsan cuma tiga orang. Gak banyak. Itu saja karena lagi sakit. Satunya lagi baru melahirkan," ungkapnya.

Ketua Panitia Pilkades Sidaharja, Waryo, menyatakan hasil pilkades sudah disepakati oleh saksi dari semua calon. Mereka disebutnya sudah menandatangani berita acar pleno rekapitulasi yang selanjutnya diserahkan ke BPD. "Penghitungan suara berjalan lancar. Tidak ada masalah," ujarnya.

Terkait adanya warga yang tidak mendapatkan undangan mencoblos padahal sudah didata untuk masuk daftar pemilih tetap (DPT), Waryo menyatakan undangan tidak diberikan karena warga tersebut sedang melaut. "Kecuali kalau mereka pulang, kami berikan, yang penting ada KTP-nya," ujarnya.

Terpisah, Kepala Bidang Penataan Desa Dispermades Kabupaten Tegal Gunawan proses klarifikasi terhadap aduan sengketa pilkades di 17 desa masih berjalan, termasuk Desa Sidaharja.

"Hasilnya nanti akan kita kaji bersama panitia pengarah dan pemantau serta kita analisa sebagai pertimbangan bupati untuk memutuskannya," jelasnya, Kamis (16/11).

Sebelumnya diberitakan, ratusan warga Desa Sidaharja Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal menggeruduk kantor DPRD Kabupaten Tegal, Rabu (15/11). Para warga tersebut merupakan pendukung calon nomor urut 4 yang kalah dalam pemilihan kepala desa (pilkdes) serentak di desa setempat dengan selisih 11 suara.

Massa yang datang menggunakan sejumlah mobil bak terbuka dan truk itu menuntut dilakukan penghitungan ulang suara yang dinyatakan rusak atau tidak sah yang disebabkan kesalahan saat mencoblos dan minimnya sosialisasi. Selain itu, mereka juga menganggap terjadi sejumlah kejanggalan dan kecurangan selama pelaksanaan pilkades.‎ (far/zul)


Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Gempa di Brebes Rusak Tiga Rumah, Seorang Tertimpa Reruntuhan Tembok

Gempa di Brebes Rusak Tiga Rumah, Seorang Tertimpa Reruntuhan Tembok

Gempa berkekuatan 6,5 skala richter (SR) yang berpusat di Tasikmalaya, Jawa Barat pada Jumat (15/12) malam turut berdampak di sejumlah wilayah di Brebes.


Dorong Warga Hingga Tersiram Aspal Panas, Suami Kades Ditahan

Dorong Warga Hingga Tersiram Aspal Panas, Suami Kades Ditahan

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, suami Kades Dukuhtengah IS (57), kini resmi ditahan.


Lima Kali Apus, Suspect Difteri di Kota Tegal Negatif

Lima Kali Apus, Suspect Difteri di Kota Tegal Negatif

Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis RSUD Kardinah, Aska (5), yang berstatus pasien suspect difteri dinyatakan negatif.


KPU Kota Tegal Terjunkan 162 Petugas untuk Teliti Keabsahan Dukungan

KPU Kota Tegal Terjunkan 162 Petugas untuk Teliti Keabsahan Dukungan

KPU bersiap melakukan pemeriksaan faktual terhadap berkas pendaftaran bakal calon wali kota dan wakil wali kota tegal jalur perseorangan.


Dorong Warga Hingga Tersiram Aspal Panas, Suami Kades Jadi Tersangka

Dorong Warga Hingga Tersiram Aspal Panas, Suami Kades Jadi Tersangka

Polisi menetapkan Imam Rojai (54), suami Kades Desa Dukuhtengah yang mendorong Nasori hingga tersiram aspal panas sebagai tersangka.


Istri Nasori yang Minta Suami Kades Diproses Hukum

Istri Nasori yang Minta Suami Kades Diproses Hukum

Nasori warga yang terkena aspal panas setelah didorong oleh Imam Rojai, suami kades Dukuh Tengah, meminta polisi memproses hukum.


Minta Hasil Pilkades Dianulir, Warga Geruduk Balai Desa Sidamulya

Minta Hasil Pilkades Dianulir, Warga Geruduk Balai Desa Sidamulya

Warga Desa Sidamulya Kecamatan Warureja Kabupaten Tegal, Minggu (10/12), mendatangi balai desa setempat.


Warga Karangmulya Geruduk Rumah Kades Dukuh Tengah

Warga Karangmulya Geruduk Rumah Kades Dukuh Tengah

Tidak terima dengan perlakuan suami kepala desa Desa Dukuh Tengah Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal, warga Desa Karangmulya mendatangi rumah kades Desa Dukuh Ten


Tersiram Aspal Curah Panas, Korban Dorongan Suami Kades Dirawat di UGD

Tersiram Aspal Curah Panas, Korban Dorongan Suami Kades Dirawat di UGD

Nasori, warga Desa Karangmulya RT 1 RW 1 mengalami luka serius di wajah dan tangannya, setelah tersiram aspal panas menjalani perawatan intensif di UGD.


Istrinya Dikritik Lamban, Suami Kades Dorong Warga Hingga Tersiram Aspal Panas

Istrinya Dikritik Lamban, Suami Kades Dorong Warga Hingga Tersiram Aspal Panas

Tersinggung istrinya yang menjabat kades Desa Dukuh Tengah Kec Bojong Kab Tegal dibilang bekerja lamban, suami kades tega mencelakai salah seorang warga.



Kolom

Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!