• Home
  • Berita Lokal
  • Dilarang Masuk Gedung, Ustaz Hanan Attaki Pilih Ngaji di Bawah Pohon

Lokal
Share this on:

Dilarang Masuk Gedung, Ustaz Hanan Attaki Pilih Ngaji di Bawah Pohon

  • Dilarang Masuk Gedung, Ustaz Hanan Attaki Pilih Ngaji di Bawah Pohon
  • Dilarang Masuk Gedung, Ustaz Hanan Attaki Pilih Ngaji di Bawah Pohon

NGAJI – Hanan Attaki LC saat mengaji bersama dengan peserta di bawah pohon depan Gedung Pertemuan Hotel Bahari Inn. (agus wibowo/radar tegal)

TEGAL - Pengajian Ustaz Hanan Attaki LC di di Gedung Hotel Bahari Inn, Minggu (7/7), urung digelar. Akibatnya, ratusan umat muslim yang sudah hadir memadati pelataran hotel pun, harus rela mendengarkan tausyiah sang Ustaz di bawah pohon.

Sebelumnya mereka hendak mengikuti sharing time yang mendatangkan ustaz Hanan Attaki LC. Namun, saat sang ustaz asal Aceh yang kini tinggal di Bandung itu datang, mendadak aparat berwenang melarang ustaz dengan suara khas kecil itu berceramah.

Tak hanya itu, Hanan yang sudah datang ke gedung juga dilarang masuk, meski sebelumnya sudah dipesan. Saat itu, Hanan tetap berusaha tenang, hingga dia berjalan menuju ke arah pintu keluar sebelah barat Hotel Bahari Inn.

Dia lalu berteduh mengambil mikrofon untuk mengaji dengan membaca QS Ar Rahman, yang dilanjutkan dengan doa penutup. Melihat Hanan tidak jadi memasuki gedung, ratusan peserta pun mendadak merapat ke sumber suara. Terlebih, ketika suara itu dikenalinya sebagai Hanan Attaki.

Larangan ceramah Hanan Attaki LC oleh aparat dilakukan setelah sebelumnya ada organisasi masyarakat, yakni Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Tegal beserta Satuan Kordinasi Cabang Banser Kota Tegal menyampaikan surat keberatan atas kehadiran Hanan Attaki LC.

Surat keberatan tersebut dengan dasar menjaga ketentraman kehidupan dalam bermasyarakat. Sebab, ceramah Hanan Attaki dinilai mengandung unsur provokatif. Karenanya, GP Ansor serta Banser berharap dari pihak kepolisian mengambil langkah tegas untuk mencegah konflik yang terjadi.

”Intinya dari GP Ansor merasa keberatan dengan tokoh Hanan Attaki-nya. Jadi, bukan di kegiatan pengajian. Sebab, kalau kegiatan pengajian kami sangat mendukung,” tegas Ketua PC GP Ansor Kota Tegal Imam Kharomain saat dihubungi Radar Tegal via telepon.

Dia menjelaskan, track record di media social (medsos) dan dari sejumlah beberapa kegiatan saat berceramah, Hanan itu banyak provokatif. Dia mencontohkan saat ceramah Hanan menyinggung masalah Nabi Musa yang dianggap premannya para nabi.

Kemudian Hanan juga pernah menceritakan bentuk tubuh Rasulullah SAW. Sementara segmen atau ceramah itu disampaikan kepada mahasiswa, serta masyarakat awam.

”Jadi, secara umum kami menolak Hanan Attaki-nya. Dan jika kegiatan pengajian silahkan. Karena kami juga khawatir jika Hanan nanti berceramah umat muslim Kota Tegal, bisa terpengaruh dengannya,” tegasnya. (gus/fat/zul)

Berita Sebelumnya


Berita Sejenis

Jumadi : HMI Jangan Salah Ngaji dan Gaul

Jumadi : HMI Jangan Salah Ngaji dan Gaul

Wakil Wali Kota Tegal Muhammad Jumadi menekankan agar para kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tidak salah ngaji dan gaul.


Picu Kanker, Peredaran Obat Maag Ranitidin di Tegal Diawasi

Picu Kanker, Peredaran Obat Maag Ranitidin di Tegal Diawasi

Lantaran diketahui mengandung zat pemicu kanker, obat asam lambung Ranitidin dilarang diedarkan di seluruh wilayah termasuk Kota Tegal.


Setelah Tujuh Tahun, Warga Slawi Kulon Tetap Pilih Desa

Setelah Tujuh Tahun, Warga Slawi Kulon Tetap Pilih Desa

Tujuh tahun bukan waktu yang singkat bagi masyarakat Desa Slawi Kulon untuk menentukan sikap.


Proses Perizinan Ribet, Calon Investor Pilih Hengkang

Proses Perizinan Ribet, Calon Investor Pilih Hengkang

Ketua DPRD Kabupaten Tegal mengingatkan pemerintah daerah untuk membenahi sektor perizinan.


Pemilu 2019, Kabupaten Tegal Masuk Kategori Pelanggar Tertinggi

Pemilu 2019, Kabupaten Tegal Masuk Kategori Pelanggar Tertinggi

Dari 35 kota dan kabupaten di Jawa Tengah, pada Pemilu 2019 Kabupaten Tegal masuk pada penanganan pelanggaran tertinggi.


Pilih Berkebun, Sarjana Teknik Mesin Ini Tuai Sukses di Jambu Madu

Pilih Berkebun, Sarjana Teknik Mesin Ini Tuai Sukses di Jambu Madu

Diakui atau tidak, saat ini masih jarang anak muda, apalagi yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi untuk terjun di dunia pertanian.


Bandel, Puluhan Pelajar Tetap Ikut Aksi

Bandel, Puluhan Pelajar Tetap Ikut Aksi

Meski sudah diwanti-wanti oleh pihak sekolah, puluhan pelajar di Pemalang tetap mengikuti aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD, Jumat (27/9).


Proyek Pasar Jadi Sorotan Demo Mahasiswa di Pemalang

Proyek Pasar Jadi Sorotan Demo Mahasiswa di Pemalang

Selain menuntut penolakan RUUKUHP yang dianggap bermasalah, para mahasiswa yang berunjuk rasa di depan gedung DPRD


Nyaris Ricuh, Mahasiswa Janji Kerahkan Massa Lebih Besar Lagi

Nyaris Ricuh, Mahasiswa Janji Kerahkan Massa Lebih Besar Lagi

Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Tegal menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Tegal, Selasa (24/9) siang.


Dua Titik Api Berada di Pos 3 dan 4 Guci

Dua Titik Api Berada di Pos 3 dan 4 Guci

Kebakaran hutan di Lereng Gunung Slamet sudah masuk ke wilayah Guci, Kabupaten Tegal.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!