• Home
  • Berita Lokal
  • Ditawar Presiden Jokowi Rp600 Juta, Pemilik Murai Batu asal Brebes Menolak

Lokal
Share this on:

Ditawar Presiden Jokowi Rp600 Juta, Pemilik Murai Batu asal Brebes Menolak

  • Ditawar Presiden Jokowi Rp600 Juta, Pemilik Murai Batu asal Brebes Menolak
  • Ditawar Presiden Jokowi Rp600 Juta, Pemilik Murai Batu asal Brebes Menolak
  • Ditawar Presiden Jokowi Rp600 Juta, Pemilik Murai Batu asal Brebes Menolak
  • Ditawar Presiden Jokowi Rp600 Juta, Pemilik Murai Batu asal Brebes Menolak
  • Ditawar Presiden Jokowi Rp600 Juta, Pemilik Murai Batu asal Brebes Menolak
  • Ditawar Presiden Jokowi Rp600 Juta, Pemilik Murai Batu asal Brebes Menolak

DIJEMUR - Kitaro, burung yang menjuarai piala presiden minggu lalu, tengah dijemur pemiliknya, kemarin. (dedi sulastro/radar brebes)

BREBES - Burung jenis murai batu yang pekan lalu menjadi juara Piala Presiden di Istana Bogor ternyata Muhammad Nur Alamsyah, warga Kabupaten Brebes. Dede (panggilan akrabnya) tak pernah menyangka pekan lalu merupakan hari keberuntungannya.

Pasalnya, Minggu (11/3) lalu, burung peliharaannya menjadi juara di ajang Piala Presiden. Tak tanggung-tanggung, kitaro (nama burungnya) menjadi juara di dua kelas berbeda yakni kelas radja dan Kelas B n R.

Sekelas Kitaro mampu mengalahkan burung milik orang nomor satu di Indonesia ini (Jokowi). Bahkan, setelah kejuaraan selesai, Jokowi melalui sekprinya menawar kitaro hingga Rp600 juta.

Saat ditemui di kediamannya di Jalan Pusponegoro Brebes, Dede mengungkapkan, tidak ada niatan untuk menjual kitaro. Bahkan dia berniat untuk membudidayakan burung kesayangannya tersebut. Dengan harapan bisa mendapatkan bibit burung yang berkualitas baik.

"Tidak ada niatan untuk dijual. Malah saya berkeinginan untuk membudidayakan burung ini (kitaro), sehingga bisa menghasilkan bibit yang berkualitas," katanya.

Diceritakannya, dia mendapatkan burung tersebut setelah membeli dari seseorang di Jakarta dengan harga mencapai ratusan juta. Menurutnya, dia merupakan orang ketiga atas kepemilikan tersebut.

"Kalau asalnya burung ini dari Lampung. Saya orang ketiga setelah orang yang di Jakarta membelinya dari orang yang berasal dari Lampung," katanya.

Diakuinya, Kitaro memang sudah menunjukkan kualitas yang sangat bagus saat dimiliki oleh sang pemilik (dari Jakarta). Pasalnya, dia paham betul bagaimana burung yang memiliki kualitas tinggi atau tidak.

"Sudah puluhan tahun saya ikut dengan almarhum bapak dalam memelihara burung. Jadi saya paham mana burung yang memiliki prospek bagus atau gak," ungkapnya.

Sebelum menjadi juara di piala presiden, lanjutnya, kitaro pernah menjadi juara di Monas, Jakarta beberapa waktu lalu. Saat itu, penampilannya yang konsisten mampu menggugurkan puluhan kontestan lainnya.

Dede mengaku tak pernah memberikan perlakuan khusus terhadap burungnya. Pemilik murai batu itu hanya melakukan perawatan sebagaimana penggemar burung lainnya.

"Tidak ada perawatan khusus dalam pemeliharaan burung ini. Hanya setiap pagi dijemur dari pukul 09.00-10.00," jelasnya.

Saat ini, lanjut dia, dirinya memiliki sekitar 40 ekor burung dengan berbagai jenis. Selain murai batu, Dede juga memiliki burung jalak, anis, murai, branjangan, dan lainnya.

"Dari puluhan burung hanya kitato (murai batu) dan anis yang mendapatkan perawatan dari saya langsung. Kalau yang lain ada yang ngurusnya," pungkas pria yang berkacamata ini. (ded/ima/zul)

Berita Sebelumnya

BPJS Ketenagakerjaan Peduli Bencana
BPJS Ketenagakerjaan Peduli Bencana

Berita Sejenis

Bakar Sampah, Rumah dan Furniture Jati Ludes Terbakar

Bakar Sampah, Rumah dan Furniture Jati Ludes Terbakar

Kebakaran hebat meluluhlantakan rumah di Desa Terlangu Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes, Selasa (17/7) dinihari.


Sudah Setahun, Siswa Harus Seberangi Sungai saat Berangkat Sekolah

Sudah Setahun, Siswa Harus Seberangi Sungai saat Berangkat Sekolah

Warga Dukuh Kembeng Desa Kutamendala Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes yang bersekolah di SMP atau SMA masih dihadapkan minimnya infrastruktur.


Sakit, Dua Calhaj asal Kabupaten Tegal Gagal Terbang

Sakit, Dua Calhaj asal Kabupaten Tegal Gagal Terbang

Lima calon jamaah haji (calhaj) Kabupaten Tegal gagal berangkat ke Tanah Suci.


Hendak Berangkat Dinas, Polisi Dibacok Dua Orang Misterius

Hendak Berangkat Dinas, Polisi Dibacok Dua Orang Misterius

Seorang anggota Bhabinkamtibmas Polres Brebes menjadi korban pembacokan yang dilakukan orang yang tidak dikenal.


Audit Dana Kampanye, Paslon No. 3 Rp2,5 Miliar Paslon No. 1 Rp311 Juta

Audit Dana Kampanye, Paslon No. 3 Rp2,5 Miliar Paslon No. 1 Rp311 Juta

Kantor Akuntan Publik (KAP) telah merampungkan verifikasi laporan dana kampanye kelima pasangan calon (paslon) pilwalkot tegal 2018.


Sepekan Dibuka, Belum Ada Parpol yang Daftarkan Calegnya

Sepekan Dibuka, Belum Ada Parpol yang Daftarkan Calegnya

Hingga sepekan sejak dibuka, belum ada partai politik (parpol) di Kabupaten Brebes yang mendaftarkan calon anggota legislatifnya ke KPU.


Disergap Polisi, Kernet dan Sopir Truk Muat Kayu Jati Ilegal Nyebur ke Sungai

Disergap Polisi, Kernet dan Sopir Truk Muat Kayu Jati Ilegal Nyebur ke Sungai

Satuan Reseserse Kriminal (Reskrim) Polres Tegal membekuk Solikhin (37), warga Desa Wlahar Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes, Selasa (3/7) lalu.


Muncul Isu Pencoretan, Kantor PDIP Brebes Digeruduk Kader Moncong Putih

Muncul Isu Pencoretan, Kantor PDIP Brebes Digeruduk Kader Moncong Putih

Puluhan kader PDIP Kabupaten Brebes menggeruduk kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP setempat, Senin (9/7).


Terpeleset saat Memancing, Kakek dan Cucu Tewas Mengapung

Terpeleset saat Memancing, Kakek dan Cucu Tewas Mengapung

Dua orang warga ditemukan tewas di sebuah waduk di Desa Limbangan Kacamatan Brebes Kabupaten Brebes, Sabtu (7/7) siang.


Buron 4 Tahun, DPO Kasus Korupsi di Brebes Diringkus di Jawa Barat

Buron 4 Tahun, DPO Kasus Korupsi di Brebes Diringkus di Jawa Barat

Petualangan Sunardi (67), warga Desa Pamedaran Kecamatan Ketanggungan Kabupaten Brebes yang buron selama empat tahun akhirnya berakhir.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!