• Home
  • Berita Lokal
  • Ditebang tanpa Izin, Randu Alas yang Fenomenal Itupun Akhirnya Tumbang

Lokal
Share this on:

Ditebang tanpa Izin, Randu Alas yang Fenomenal Itupun Akhirnya Tumbang

  •  Ditebang tanpa Izin, Randu Alas yang Fenomenal Itupun Akhirnya Tumbang
  •  Ditebang tanpa Izin, Randu Alas yang Fenomenal Itupun Akhirnya Tumbang

KEROPOS - Kepala DLH Agus Subagyo mengamati pohon randu alas pascaditebang, karena sudah keropos, kemarin. (hermas purwadi/radr slawi)

SLAWI - Penebangan pohon randu alas yang terletak di Jalan Jenderal Soedirman Desa Slawi Wetan Kecamatan Slawi Kabupaten Tegal sangat disayangkan berbagai pihak. Pohon langka yang diperkirakan telah berumur ratusan tahun itu telah menjadi ikon atau tetenger Kota Slawi.

Selain itu termasuk pohon yang memenuhi kriteria UU tentang cagar budaya. Hal tersebut berdasarkan Perda Kabupaten Tegal tentang RT RW Kabupaten Tegal 2012-2032 masuk sebagai Zona Kawasan Randu Alas.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tegal Agus Subagyo menyatakan, berdasarkan informasi dari ketua RT, RW, dan kepala Kelurahan Slawi Wetan dan camat Slawi, baik pemilik lahan maupun pembeli pohon tidak pernah melaporkan atau memberi tahu pihak manapun. Termasuk warga sekitar.

"Upaya pencegahan sempat dilakukan oleh pihak Kelurahan Slawi Wetan, Satpol PP, dan DLH. Pihak penebang saat itu menjelaskan bahwa pohon randu alas hanya akan dipangkas atau perambasan cabang-cabangnya. Namun kegiatan penebangan dilanjutkan sampai pohon tumbang," ungkapnya, kemarin.

Dari hasil pengecekan kondisi pohon di lapangan, tinggi pohon diperkirakan 60 meter dengan lingkar bawah 8 meter dengan sedikit daun dan ranting. "Kondisi pohon memang sudah keropos sampai 80 persen dari bagian bawah sampai atas kurang lebih 20 meter. Hal ini menimbulkan kekhawatiran warga apabila tumbang terkena angin atau hujan, yang dapat mengakibatkan kerugian jiwa atau harta. Karena jarak pohon dengan lingkungan sangat dekat kurang lebih 30 meter," terangnya.

Meski disesalkan karena dilakukan tanpa izin namun berdasarkan hasil survei di RT 03, RW 09 Desa Slawi Kulon yang berada di sebelah pohon dan berbatasan langsung, diperoleh fakta bahwa semua masyarakat sangat mendukung kegiatan tersebut. Pasalnya mereka khawatir bila sewaktu-waktu pohon roboh menimpa rumah mereka.

"Dengan adanya kejadian penebangan pohon randu alas yang ditebang tanpa izin, otomatis tidak ada berita acara penebangan. Dan dalam rangka pelestarian Sumber Daya Alam dan lingkungan hidup serta benda-benda cagar budaya perlu kiranya diambil langkah-langkah konkret," tandasnya.

Menurutnya, pemda perlu mengundang para pihak, pemilik lahan, dan pembeli pohon serta instansi atau lembaga terkait guna mendapatkan informasi yang lengkap atas penebangan pohon tersebut tanpa izin. Dan pemda diharapkan bisa segera mengupayakan kegiatan pendataan dan pendaftaran serta upaya pelestarian benda-benda cagar budaya untuk ditetapkan dalam keputusan bupati Tegal.

"Dengan ditetapkan dalam keputusan bupati Tegal, diharapkan peristiwa serupa tidak akan terulang di masa yang akan datang. Di sini pemkab perlu mengupayakan adanya peraturan daerah tentang pelestarian benda-benda cagar budaya dan pelestarian flora serta satwa langka yang dilindungi oleh undang- undang," imbuhnya. (her/ima/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Blangko Terbatas, 71 Ribu Warga Harus Sabar Tunggu E-KTP-nya Dicetak

Blangko Terbatas, 71 Ribu Warga Harus Sabar Tunggu E-KTP-nya Dicetak

Jumlah warga Kabupaten Tegal yang sudah melakukan perekaman e-KTP dan datanya siap cetak atau berstatus print ready record (PRR) mencapai 71.000 orang.


Bongkar-bongkar Rongsok, Tukang Rongsok Malah Temukan Granat Tangan

Bongkar-bongkar Rongsok, Tukang Rongsok Malah Temukan Granat Tangan

Sejumlah pekerja di rumah Sukirno (52), pengepul rongsok, dikejutkan dengan benda yang ditemukan di depan rumah majikannya di Desa Maribaya Kecamatan Kramat.


Diduga Pakai Uang Sisa Prona Rp98,5 Juta, Kades di Brebes Digeruduk Warganya

Diduga Pakai Uang Sisa Prona Rp98,5 Juta, Kades di Brebes Digeruduk Warganya

Warga Desa Kedunguter Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes, yang tergabung dalam Forum Masyarakat Kedunguter, Jumat (14/12), menggeruduk kantor Desa Kedunguter.


Heboh Suara Mendengung, BMKG Pastikan Bukan Patahan atau Gempa

Heboh Suara Mendengung, BMKG Pastikan Bukan Patahan atau Gempa

Sejumlah warga di Kabupaten Tegal dan sekitarnya dikejutkan dengan bunyi mendengung yang tak lazim, Jumat (14/12), sekitar pukul 01.10 WIB dinihari.


Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Kesehatan Sopir Bus Akan Dicek

Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Kesehatan Sopir Bus Akan Dicek

Guna menekan angka kecelakaan kesehatan para sopir bus yang akan membawa angkutan natal dan tahun baru bakal dicek.


Tebing Longsor, Jalan Salem-Banjarharjo Tertutup Tanah

Tebing Longsor, Jalan Salem-Banjarharjo Tertutup Tanah

Tebing Lio yang berada di tepi Jalan Raya Salem-Banjarharjo, Kabupaten Brebes di Desa Pasirpanjang Kecamatan Salem mengalami longsor, Kamis (13/12) sore.


4.752 Keping KTP Elektronik Tak Terpakai Digunting dan Dibolongi

4.752 Keping KTP Elektronik Tak Terpakai Digunting dan Dibolongi

Disdukcapil Kabupaten Tegal mengumpulkan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) yang tidak terpakai dan menumpuk di kecamatan.


Lima Tahun, DPRD Buat 20 Perda Inisiatif dan 8 Usulan Pemerintah

Lima Tahun, DPRD Buat 20 Perda Inisiatif dan 8 Usulan Pemerintah

Hak mengajukan rancangan peraturan daerah, lazim disebut hak inisiatif, adalah hak yang dimiliki oleh DPRD untuk mengajukan rancangan Propemperda.


11 Mobil dan 18 Motor yang Terlibat Kecelakaan Maut di Bumiayu Diidentifikasi

11 Mobil dan 18 Motor yang Terlibat Kecelakaan Maut di Bumiayu Diidentifikasi

Satlantas Polres Brebes melalui Pos Lantas Bumiayu terus melakukan identifikasi terhadap belasan kendaraan yang terdampak kecelakaan maut.


Tolak Pembongkaran, Perempuan Berhijab Hadang Alat Berat Petugas

Tolak Pembongkaran, Perempuan Berhijab Hadang Alat Berat Petugas

Warga di sepanjang Jalur Pantura Desa Grinting Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes terlibat cekcok dengan polisi, yang mengawal proses pembongkaran jembatan.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!