• Home
  • Berita Lokal
  • Domiri, ABK Asal Pemalang Jadi Korban Ambruknya Jembatan di Taiwan. Pihak Keluarga Masih Tunggu Jenazahnya

Lokal
Share this on:

Domiri, ABK Asal Pemalang Jadi Korban Ambruknya Jembatan di Taiwan. Pihak Keluarga Masih Tunggu Jenazahnya

  • Domiri, ABK Asal Pemalang Jadi Korban Ambruknya Jembatan di Taiwan. Pihak Keluarga Masih Tunggu Jenazahnya
  • Domiri, ABK Asal Pemalang Jadi Korban Ambruknya Jembatan di Taiwan. Pihak Keluarga Masih Tunggu Jenazahnya

PEMALANG - Muhammad Domiri, pemuda 28 tahun warga Kelurahan Sugihwaras, Kecamatan Pemalang menjadi korban runtuhnya jembatan di Taiwan. Dia sedang berada di kapal di bawah jembatan ketika infrastruktur tersebut ambruk pada Selasa (1/10).

Namun hingga Senin (7/10) jenazah korban belum tiba di rumah duka. Pihak keluarga pun terus menanti-nanti.

Domiri sudah bekerja sebagai ABK perusahaan kapal Taiwan selama 5 tahun. Sebagai anak pertama dia menjadi tulang punggung keluarga. Dia ikut membantu menyekolahkan adik-adiknya yang berjumlah 6 anak. Keluarganya tinggal di Jalan Layur Cokrah, RT 2, RW 9 Dusun Cokrah, Kelurahan Sugihwaras, Pemalang.

Kabar kecelakaan yang menimpa anaknya pun sontak membuat ayah korban, Dausan (54), terpukul. Dia pertama kali mendengar kabar musibah itu dari tetangganya.

"Teman anak saya orang sini yang ngasih kabar," katanya kepada radartegal.com di rumahnya.

Untuk kepulangan jenazah anaknya kata dia, diurus dan diwakilkan oleh keponakannya. Dari informasi yang dia dapat jenazah baru akan tiba di Jakarta pada Kamis (10/10) lusa.

"Yang saya inginkan jenazah anak saya cepat sampai di rumah," tambah Dausan.

Adik korban, Fadli Setiawan, menceritakan, terakhir kali berkomunikasi dengan kakaknya dua jam sebelum musibah itu merenggut nyawa kakaknya. Dia chattingan saling menanyakan kabar, keadaan rumah, juga saling mengingatkan makan.

"Jam 8 kita masih chattingan, saling tanya keadaan. Terus sekitar jam 9-10 dapat kabar kejadian itu," katanya.

Fadli Setiawan baru saja lulus SMA. Dia merupakan anak ketiga. Selama bersekolah dia mengaku biayanya ditanggung kakaknya. Termasuk adik-adiknya yang lain. Sekarang masih ada empat adiknya yang masih bersekolah.

"Kakak saya sempat berpesan nanti saya harus bisa ikut bantu sekolah adik, tapi itu beberapa hari sebelum kejadian," katanya.

Selama lima tahun bekerja menjadi ABK di Taiwan, kata dia, kakaknya biasanya pulang dua tahun sekali. Namun pada tahun ini, tepatnya pada bulan Oktober ada rencana pulang untuk mengurusi keperluan menikah. Namun musibah itu datang tak disangka-sangka. (sul/ima)


Berita Sejenis

Industri Rumahan Diberi Pelatihan Penanganan Kebakaran

Industri Rumahan Diberi Pelatihan Penanganan Kebakaran

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang memberikan pelatihan penanggulangan bencana kebakaran kepada perwakilan pelaku industri


Pasar Beras Sepi, Pemkab Kaji Ulang

Pasar Beras Sepi, Pemkab Kaji Ulang

Kondisi Pasar Beras Kabupaten Pemalang di Jalan Slamet Riyadi cukup sepi.


Meski Turun Hujan, Ribuan Warga Desa Tamansari Masih Krisis Air Bersih

Meski Turun Hujan, Ribuan Warga Desa Tamansari Masih Krisis Air Bersih

Ribuan warga Desa Tamansari, Kecamatan Jatinegara hingga kini masih mengalami kelangkaan air bersih.


Angin Kencang Terjang Pasar di Pemalang

Angin Kencang Terjang Pasar di Pemalang

Angin kencang menerjang pasar Desa Susukan Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, Senin (11/11) sekitar 09.30.


RSUD Suradadi dan Dinas Kesehatan Naik Status, Jadi Apa?

RSUD Suradadi dan Dinas Kesehatan Naik Status, Jadi Apa?

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tegal meminta pada RSUD Suradadi dan Dinas Kesehatan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


Pascakasus Pembunuhan, 206 Warung Pantura Dipatroli Rutin

Pascakasus Pembunuhan, 206 Warung Pantura Dipatroli Rutin

Pascaperistiwa pembunuhan yang menewaskan penjual kopi di Pantura Pemalang, Satpol PP rutin menggelar operasi ke kawasan itu.


Usai Dikencani, Penjual Kopi Malah Dibunuh

Usai Dikencani, Penjual Kopi Malah Dibunuh

Setelah mengamankan tersangka pembunuhan penjual kopi di Pantura Pemalang


Tersangka Pembunuhan Penjual Kopi di Pantura Pemalang Ditangkap

Tersangka Pembunuhan Penjual Kopi di Pantura Pemalang Ditangkap

Setelah dilakukan pengejaran, Satreskrim Polres Pemalang akhirnya berhasil menangkap tersangka tewasnya penjual kopi


Kantor Keuangan Daerah Militer IV Pernah Jadi Lokasi Pertempuran Heroik

Kantor Keuangan Daerah Militer IV Pernah Jadi Lokasi Pertempuran Heroik

Kantor Keuangan Daerah Militer IV/Dip yang dulu merupakan Hotel Struke di tahun 1945


Polisi Kejar Terduga Pelaku Tewasnya Perempuan Penjual Kopi

Polisi Kejar Terduga Pelaku Tewasnya Perempuan Penjual Kopi

Setelah memeriksa beberapa saksi dan hasil pendalaman di tempat kejadian perkara, Satreskrim Polres Pemalang kini tengah memburu terduga pelaku



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!