• Home
  • Berita Lokal
  • Dor! Dandim Tembak Mati Babi Hutan yang Ditengarai Serang Warga

Lokal
Share this on:

Dor! Dandim Tembak Mati Babi Hutan yang Ditengarai Serang Warga

  • Dor! Dandim Tembak Mati Babi Hutan yang Ditengarai Serang Warga
  • Dor! Dandim Tembak Mati Babi Hutan yang Ditengarai Serang Warga
  • Dor! Dandim Tembak Mati Babi Hutan yang Ditengarai Serang Warga
  • Dor! Dandim Tembak Mati Babi Hutan yang Ditengarai Serang Warga

BUMIJAWA - Serangan babi hutan yang mengganas di Desa Cempaka Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal membuat warga setempat dibantu Kodim 0712/Tegal dan Perbakin Tegal melakukan perburuan hewan liar tersebut. Satu ekor babi hutan berhasil dilumpuhkan.

Perburuan dilakukan, Selasa (10/10) sore hingga malam hari, di sekitar kawasan hutan lindung, sekitar satu kilometer dari permukiman warga yang ditengarai banyak berkeliaran babi hutan. Perburuan dipimpin langsung oleh Dandim 0712/Tegal Letkol (Kav) Kristiyanto.

Dia bersama sejumlah anggota Kodim, dan Perbakin, juga Kepala Desa Cempaka serta petugas Perhutani KPH Balapulang menyisir tiap jengkal perbukitan yang dipenuhi semak belukar dan pohon meranggas. Mereka mencari keberadaan babi hutan yang sudah menyerang dua orang warga Desa Cempaka hingga terluka parah.

Beberapa menit menyisir sembari mengintai, seorang anggota Perbakin mengendus keberadaan seekor babi hutan dari kejauhan. Tak menunggu lama, Dandim yang sudah diberi tahu keberadaan babi hutan itu langsung mengarahkan moncong senapan yang sedang dipegangnya ke titik sasaran.

Dor! Cukup sekali pelatuk senapan ditarik, babi hutan itu roboh dengan peluru menembus tubuhnya. Babi hutan dengan berat sekitar 70 kilogram tersebut merupakan satu-satunya hasil buruan sore itu, kendati ditemukan jejak-jejak lebih dari satu ekor babi hutan yang berkeliaran.

Hari yang sudah gelap dan kabut tebal yang turun membuat perburuan terpaksa harus dihentikan. Kristiyanto mengatakan, perburuan babi hutan dilakukan karena keberadaannya sudah menimbulkan korban jiwa dan luka.

"Sudah ada lima korban serangan babi hutan. Satu meninggal dunia, lainnya luka-luka, sampai mengalami patah tulang," katanya.

Menurutnya, keberadaan babi hutan tersebut kian meresahkan warga karena kerap muncul pada saat warga sedang beraktivitas di sawah atau ladang.

"Makanya kita kerjasama dengan Perbakin untuk membantu masyarakat mengusir babi hutan sehingga masyarakat juga bisa beraktivitas dengan tenang," tandasnya.

Kepala Desa Cempaka Abdul Khayyi mengatakan, warga resah karena diperkirakan ada banyak babi hutan yang berkeliaran di sekitar lahan pertanian. "Kami mengucapkan terimakasih Kodim dan Perbakin berinisiatif memburu babi hutan yang sudah meresahkan warga," pungkasnya. (far/zul)



Berita Sejenis

Direhab Rp20 Miliar, Pedagang Pasar Margasari Minta Dipindah ke Sinderan

Direhab Rp20 Miliar, Pedagang Pasar Margasari Minta Dipindah ke Sinderan

Bupati Tegal Enthus Susmono mengaku akan mengakomodir keinginan para pedagang Pasar Margasari, yang meminta relokasi pasa.


Kepergok Nyuri Helm, ABG Ini Lari Tinggalkan Motor Matiknya

Kepergok Nyuri Helm, ABG Ini Lari Tinggalkan Motor Matiknya

Budi Santoso (31), warga Desa Kaligayam Kecamatan Talang Kabupaten Tegal bonyok dihajar warga, setelah kepergok mencuri sebuah helm.


Dorong Warga Hingga Tersiram Aspal Panas, Suami Kades Jadi Tersangka

Dorong Warga Hingga Tersiram Aspal Panas, Suami Kades Jadi Tersangka

Polisi menetapkan Imam Rojai (54), suami Kades Desa Dukuhtengah yang mendorong Nasori hingga tersiram aspal panas sebagai tersangka.


Bayi yang Ditemukan di Musala dengan Mulut Dilakban Membaik

Bayi yang Ditemukan di Musala dengan Mulut Dilakban Membaik

Bayi malang yang ditemukan warga di depan Musala Baitul Hikmah RT 5 RW 1 Desa Kajenengan Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal akan diadopsi.


Banding Ditolak, Eksekusi Supriyanto Tinggal Tunggu Waktu

Banding Ditolak, Eksekusi Supriyanto Tinggal Tunggu Waktu

Tim Pidana Umum Kejari Tegal hingga kini masih menunggu kabar MA terkait eksekusi terhadap terdakwa H Supriyanto, yang kesandung kasus tindak perzinaan.


Amankan Gereja, Polres Slawi Siagakan 280 Personel

Amankan Gereja, Polres Slawi Siagakan 280 Personel

Menghadapi libur mudik panjang Natal dan Tahun Baru dipastikan lintasan tol transjawa yang berada di wilayah hukum Polres Tegal tidak difungsikan.


Kronologi Meninggalnya Bayi 7 Bulan di Brebes setelah Ditolak Berobat di Puskesmas

Kronologi Meninggalnya Bayi 7 Bulan di Brebes setelah Ditolak Berobat di Puskesmas

Icha Selvia bayi yang masih berusia tujuh bulan meninggal dunia, Sabtu (9/12) lalu.


Jika Menyalahi SOP, Petugas Puskesmas Terancam Sanksi Tegas

Jika Menyalahi SOP, Petugas Puskesmas Terancam Sanksi Tegas

Kepala Puskesmas Sidamulya dr Arlinda akan langsung menindaklanjuti dengan pengecekan ke bagian pelayanan yang menerima pendaftaran sang bayi.


Istri Nasori yang Minta Suami Kades Diproses Hukum

Istri Nasori yang Minta Suami Kades Diproses Hukum

Nasori warga yang terkena aspal panas setelah didorong oleh Imam Rojai, suami kades Dukuh Tengah, meminta polisi memproses hukum.


Dinkes Kabupaten Tegal Waspadai Ancaman Wabah Difteri

Dinkes Kabupaten Tegal Waspadai Ancaman Wabah Difteri

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tegal mewaspadai munculnya kasus difteri yang saat ini tengah mewabah di sejumlah daerah dalam beberapa hari terakhir.



Kolom

Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!