Lokal
Share this on:

Dulu Digaji Rp1,7 Juta, Kini Nasib Honorer K2 Tak Jelas

  • Dulu Digaji Rp1,7 Juta, Kini Nasib Honorer K2 Tak Jelas
  • Dulu Digaji Rp1,7 Juta, Kini Nasib Honorer K2 Tak Jelas

Ilustrasi.

TEGAL - Setelah berharap mendapat perbaikan nasib menjadi pegawai negeri sipil (PNS), 51 pegawai honorer kategori 2 (K2) Kota Tegal kembali meresahkan kejelasan nasibnya. Sebab, meski sudah dilimpahkan ke provinsi seiring pengalihan kewenangan SMA/SMK, hingga saat ini kejelasan status anggota paguyuban K-2 belum diakui.

Hal itu terungkap saat sejumlah perwakilan honorer K-2 mengadu ke Komisi I DPRD Kota Tegal kemarin. Anggota Komisi I DPRD Sisdiono Ahmad mengatakan, pihaknya mengaku kaget sekaligus prihatin setelah mendengar cerita nasib paguyuban K2 yang sudah dilimpahkan ke provinsi.

Menurut dia, dengan pengharapan diangkat menjadi PNS setelah menjadi kewenangan Pemprov Jateng, tapi sampai sekarang nasib K2 justru semakin tidak jelas. ”Yang mereka (K2,red) resahkan, yaitu tentang kepastian status. Sebab, hingga kini setelah Pemkot Tegal menyerahkan ke Pemprov Jateng belum diakui secara resmi,” jelasnya.

Terkait masalah tersebut, kata Sisdiono, Komisi I DPRD dalam waktu dekat akan memanggil Badan Kepegawaian, Pelatihan dan Pendidikan Daerah (BKPPD). Tujuannya untuk meminta kepastian tentang status para pegawai K2.

Selain itu, juga akan mempertanyakan ke Pemprov Jateng karena hingga saat ini belum diakui. ”Seharusnya, jika sudah diserahkan ke Provinsi Jateng, mereka tinggal menunggu proses pengangkatan menjadi PNS,” ujar Sisdiono.

Hal senada juga disampaikan anggota Komisi I DPRD Rachmat Raharjo. Dia mempertanyakan tentang kepastian surat pertanggungjawaban mutlak yang dikeluarkan oleh Wali Kota Tegal.

Sebab, surat tersebut merupakan salah satu syarat untuk bisa mengikuti tes sesama pengawai honorer K-2 menjadi PNS. Bahkan, Paguyuban K2 berharap, Pemkot Tegal melalui BKPPD segera menyerahkan Surat Pertanggungjawaban Mutlak dengan harapan ada kejelasan status untuk diangkat menjadi PNS.

Berdasar cerita dari honorer K-2, kata Rachmat, honorer K-2 sempat sejahtera tiga bulan di bawah naungan Pemkot Tegal sebelum dilimpahkan kewenangannya ke provinsi. Di mana setiap bulannya tiap honorer mendapatkan honor sekitar Rp1,7 juta.

Namun, setelah diserahkan dan dikelola Provinsi Jateng tidak ada kepastian honor dan mereka hanya mendapatkan honor dari komite sekolah yang jumlahnya masih minim. ”Dengan kondisi tersebut, kami berharap bisa dikembalikan pada aturan, sehingga ada solusi yang pasti. Terlebih, persoalan ini juga dialami para pegawai honorer K-2 di seluruh wilayah di Jateng,” tandasnya. (syf/fat/zul)

Berita Sebelumnya


Berita Sejenis

Berwenang Selesaikan Sengketa Pemilu, Bawaslu Miliki Ruang Sidang

Berwenang Selesaikan Sengketa Pemilu, Bawaslu Miliki Ruang Sidang

Tak hanya berubah namanya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang sebelumnya Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Tegal memiliki kewenangan menyelesaikan sengk


Di Police Line, 23 Room Karaoke New B’Fun Ludes Terbakar

Di Police Line, 23 Room Karaoke New B’Fun Ludes Terbakar

Setelah dianggap aman dari amukan si jago merah, managemen Karaoke New B Fun Kota Tegal hingga kini belum bisa menaksir kerugian atas insiden kebakaran.


Harus Dioperasi, Istri Syok Lihat Suaminya Dibacok Kawanan Begal

Harus Dioperasi, Istri Syok Lihat Suaminya Dibacok Kawanan Begal

Nafi Iftihatul Amin (34) karyawan SPBU Cabawan yang menjadi korban amukan senjata tajam pelaku pembegalan kini masih ditangani tim dokter RS Harapan Anda.


Kawanan Begal Bacok Operator SPBU, Uang Setoran Rp180 Juta Dibegal

Kawanan Begal Bacok Operator SPBU, Uang Setoran Rp180 Juta Dibegal

Aksi pembegalan yang dilakukan kawanan begal bersenjata tajam (sajam) kembali terjadi di Kota Tegal.


Mayat Tak Dikenal Ditemukan Tengah Bersujud dan Pegangi Perutnya

Mayat Tak Dikenal Ditemukan Tengah Bersujud dan Pegangi Perutnya

Warga Desa Danaraja Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal, Minggu (16/9) kemarin, dikejutkan dengan penemuan mayat di Kawasan Hutan Jati.


Pimen Kiye, 1.009.244 Warga Kabupaten Tegal Tak Miliki Akta Kelahiran

Pimen Kiye, 1.009.244 Warga Kabupaten Tegal Tak Miliki Akta Kelahiran

Kepemilikan akta kelahiran di Kabupaten Tegal masih harus terus digenjot. Tercatat masih ada 1.009.244 warga yang belum memiliki akta kelahiran.


Ada Karaoke Tak Berizin, Institusi di Pemkot Tegal Saling Lempar

Ada Karaoke Tak Berizin, Institusi di Pemkot Tegal Saling Lempar

Kendati telah diketahui tidak memiliki izin, tempat karaoke baru di komplek Nirmala Square Jalan Yos Sudarso masih beroperasional.


Bikin Bau, Banyak Lalat, dan ganggu Pernagasan Kandang Ayam Diprotes

Bikin Bau, Banyak Lalat, dan ganggu Pernagasan Kandang Ayam Diprotes

Tak tahan dengan bau yang ditimbulkan kotoran ayam, warga mendesak kandang yang dekat dengan pemukiman warga dipindah.


Pimen Kiye, Hutan Mangrove Seluas 2 Hektare Dibabati Habis

Pimen Kiye, Hutan Mangrove Seluas 2 Hektare Dibabati Habis

Aksi pembalakan hutan oleh orang tak bertanggung jawab mencoba merusak kawasan ekowisata hutan mangrove di Dukuh Pandansari Desa Kaliwlingi Kabupaten Brebes.


Harga Kedelai Tak Terkendali, Perajin Tahu Kelimpungan

Harga Kedelai Tak Terkendali, Perajin Tahu Kelimpungan

Kegelisahan perajin tahu di sentra perajin Desa Pesalakan Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal akhirnya benar-benar terjadi.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!