• Home
  • Berita Lokal
  • Endri, Siswa Kelas 3 SD Berjualan Kue Keliling Desa dengan Berjalan Kaki

Lokal
Share this on:

Endri, Siswa Kelas 3 SD Berjualan Kue Keliling Desa dengan Berjalan Kaki

  • Endri, Siswa Kelas 3 SD Berjualan Kue Keliling Desa dengan Berjalan Kaki
  • Endri, Siswa Kelas 3 SD Berjualan Kue Keliling Desa dengan Berjalan Kaki

PEMALANG - Endrianto Asep masih kelas 3 di SD Negeri 02 Loning, Petarukan. Usianya belum genap 10 tahun. Namun semangatnya seperti orang dewasa. Dia rela kehilangan waktu bermain dan menggantinya dengan berjualan kue risoles untuk menopang kebutuhan keluarganya.

Endri tinggal di Desa Loning RT 06, RW 01, Kecamatan Petarukan. Ia tinggal di rumah sederhana bersama nenek dan kakeknya serta budhenya, Idha Sunoto dan adik-adik sepupunya yang masih kecil.

Kedua orangtuanya sudah lama cerai. Bahkan dia mengaku tidak pernah bertemu ayah kandungnya.

Sementara ibunya sudah enam tahun tidak pulang karena ikut suaminya yang baru di Bandung, Jawa Barat.

Endri bercerita, berjualan kue sudah dijalani sejak sekitar setengah tahun yang lalu. Jajanan itu dibuat sendiri oleh neneknya, Casmiah, dibantu Idha.

Awalnya dia melihat neneknya pulang berjualan dengan barang dagangan masih banyak dan merasa kasihan. Dari sanalah dia lalu ingin membantunya.

"Nenek pulang jualan tapi jajanannya masih banyak, terus aku bilang biar Endri bantuin berkeliling," katanya.

Semenjak itu, sepulang sekolah dia rajin berjualan. Dengan keranjang berisi jajanan bocah itu keluar rumah sendirian. Untuk menghalau terik matahari, dia menutupi kepalanya dengan topi.

Dari Desa Loning, dia berjualan sampai ke Desa Klareyan, Pegundan, juga Petarukan dengan berjalan kaki. Bila dihitung-hitung perjalanan Endri lebih dari 10 km.

Ketika ada pembeli yang memanggil, bocah itu akan buru-buru menghampiri. Masing-masing kid dihargai seribu. Uang-uang jualannya dia kumpulkan ke dalam plastik.

Endri mengakui menyukai aktivitasnya berjualan kue. Sebab barang dagangannya sering habis. Kadang-kadang mendapatkan uang tambahan karena ada yang sengaja membayarnya dengan uang lebih.

Idha Sunoto, budhenya yang juga dipanggil mama oleh Endri, bercerita, awalnya dia kasian sekaligus malu melihat Endri berjualan karena dia masih anak-anak. Namun sejak mengalami kecelakaan hingga membuat tangannya cacat, dia sudah tidak bisa bekerja. Sedangkan kebutuhan terus ada. Dia kini lebih banyak di rumah membantu ibunya membuat kue.

"Saya pernah ikutin dia berjualan, saya sempat nangis dia nawarin kue-kue sepanjang jalan ke orang-orang," ucapnya.

Menurutnya, membantu berjualan risoles atas kemauan dan inisiatif Endri sendiri. Idha pun kagum kepada anak yang sudah diasuhnya sejak usia 40 hari itu. Sebab meski masih kelas 3 sekolah dasar, Endri sudah berpikir layaknya orang dewasa. Dia bisa ikut membantu menghasilkan uang. Bocah berkulit legam itu pun sekarang nyaris menjadi tumpuan keluarganya. (sul/ima)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Meski Turun Hujan, Ribuan Warga Desa Tamansari Masih Krisis Air Bersih

Meski Turun Hujan, Ribuan Warga Desa Tamansari Masih Krisis Air Bersih

Ribuan warga Desa Tamansari, Kecamatan Jatinegara hingga kini masih mengalami kelangkaan air bersih.


Siswa Sisihkan Uang Saku, Bagi Kacamata Gratis

Siswa Sisihkan Uang Saku, Bagi Kacamata Gratis

Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 10 Tegal membagikan kacamata gratis. Kacamata itu dibagikan untuk siswa yang memiliki ganguan penglihatan.


PTSL Jatibogor Bermasalah, Warga Geruduk Balai Desa

PTSL Jatibogor Bermasalah, Warga Geruduk Balai Desa

Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Jatibogor, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal diduga bermasalah.


Angin Kencang Terjang Pasar di Pemalang

Angin Kencang Terjang Pasar di Pemalang

Angin kencang menerjang pasar Desa Susukan Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, Senin (11/11) sekitar 09.30.


Kemarau Belum Berujung, 8 Desa Digelontor Air Bersih

Kemarau Belum Berujung, 8 Desa Digelontor Air Bersih

Musim kemarau di Kabupaten Tegal belum berujung.


Sehari Belajar di Luar, Siswa SMA Negeri 2 Slawi Main Bekel dan Lainnya

Sehari Belajar di Luar, Siswa SMA Negeri 2 Slawi Main Bekel dan Lainnya

Kepala SMA Negeri 2 Slawi Sunarni mengatakan, sekolah yang dipimpinnya memperingati Hari Anak Internasional dengan melakukan pembelajaran sehari di luar kelas.


Siswa SMA Negeri 2 Tegal Saling Lempar Bubuk Warna, Ada Apa?

Siswa SMA Negeri 2 Tegal Saling Lempar Bubuk Warna, Ada Apa?

Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri (N) 2 Tegal memperingati puncak Hari Ulang Tahun ke- 39 di Lapangan SMA Negeri 2 Tegal, Kota Tegal.


Di Balik Warung Esek-esek Tepi Pantura dan Misteri Kematian Rini

Di Balik Warung Esek-esek Tepi Pantura dan Misteri Kematian Rini

Pasca penemuan mayat Marni alias Rini (45), aktivitas pedagang di jalur pantura berjalan seperti biasa.


Dorong Peningkatan Ekonomi Masyarakat Lewat Karya Bhakti

Dorong Peningkatan Ekonomi Masyarakat Lewat Karya Bhakti

Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Widodo Joko Mulyono membuka acara Karya Bhakti TNI Perdesaan Tahap I yang dilaksanakan di Desa Margasari


Mayat Perempuan Penjual Kopi Ditemukan Nyaris Tanpa Busana

Mayat Perempuan Penjual Kopi Ditemukan Nyaris Tanpa Busana

Penjual kopi di Pantura Pemalang, Sumarni alias Rini (45) ditemukan tewas mengenaskan dengan luka tusukan



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!