Lokal
Share this on:

Fasihin: Gerakan Ini Masif, Terjadi Juga di Brebes

  • Fasihin: Gerakan Ini Masif, Terjadi Juga di Brebes
  • Fasihin: Gerakan Ini Masif, Terjadi Juga di Brebes

DISKUSI - Ketua KPU Kabupaten Tegal, Nurohman, berdiskusi dengan pegawai dan anggotanya soal gerakan masif memaksa gunakan hak pilih pakai KTP Eleketronik. (Iman Teguh S/radartegal.com)

SLAWI - Divisi Teknis Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tegal mengakui ada gerakan masif yang dilakukan oknum tertentu untuk menggunakan hak pilihnya secara paksa dengan menggunakan KTP Elektronik. Akibatnya, kejadian Pemungutan Suara Ulang (PSU) di dua tempat pemungutan suara di Kabupaten Tegal, juga dialami KPU Kabupaten Brebes.

Divisi Teknis KPU, M. Fasihin, Kamis (18/4) menyatakan, sebetulnya ada beberapa TPS yang didatangi warga yang meminta mencoblos di TPS menggunakan KTP Elektronik. Mereka memaksa KPPS agar mengizinkan menggunakan suaranya.

"Harusnya meminta A5 jika ingin menggunakan hak suaranya, mengingat KTP Elektronik beralamat di Jakarta dan Tangerang. Tapi ini memaksa pada panitia supaya bisa mencoblos. Dan dua TPS di Kabupaten Tegal terpaksa harus PSU," katanya.

Oknum warga yang ditolak KPPS, tambah Fasihin, langsung menghubunginya dan marah-marah. Katanya, apa gunanya memiliki KTP Elektronik jika mencoblos saja tidak boleh. Padahal sesuai aturan, meskipun Mahkamah Agung (MA) memperbolehkan mencoblos menggunakan KTP Elektronik, tapi bukan untuk semua orang. Ada pengecualian yang diperbolehkan mencoblos menggunakan KTP Elektronik.

“Pertama, bila ada tugas belajar dari instansi, bukan mahasiswa atau lainnya. Semisal pegawai KPU tugas belajar ke Jakarta, boleh menggunakan itu. Tapi kalau tidak ada, tetap harus mengurus A5 baru boleh memilih ke TPS yang dituju," tambahnya.

Kasus PSU di Kabupaten Tegal, lanjut Fasihin, masih tergolong kecil karena hanya dua TPS saja. Dan kejadian ini juga terjadi di KPU Brebes dengan kasus yang sama. Makanya, secepatnya KPU akan menggelar PSU setelah mendapat logistik dari KPU Propinsi Jawa Tengah. (guh/wan)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Kloter SOC 47 Gelar Upacara HUT RI ke-74 di Mekkah

Kloter SOC 47 Gelar Upacara HUT RI ke-74 di Mekkah

Tak hanya digelar di tanah air, peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-74 juga digelar di luar negeri.


Saat Setubuhi Anak di Bawah Umur, Pria Ini Baru Tahu 'Burung'nya Loyo

Saat Setubuhi Anak di Bawah Umur, Pria Ini Baru Tahu 'Burung'nya Loyo

Kesepian lama ditinggal setahun istrinya, Daryono (47), warga Dukuh Jubang, Kertasari, Suradadi, Kabupaten Tegal nekat menyetubuhi anak dibawah umur.


Rutin Adakan Sekolah Sungai, Komunitas Ini Raih Juara Harapan Dua Tingkat Jateng

Rutin Adakan Sekolah Sungai, Komunitas Ini Raih Juara Harapan Dua Tingkat Jateng

Di tengah perkembangan teknologi dan maraknya pergaulan bebas, rupanya masih ada sekumpulan anak muda di Pemalang


Lima Pelaku Pembunuhan Taburkan Kopi Berbulan-bulan? Ini Penjelasan Polisi

Lima Pelaku Pembunuhan Taburkan Kopi Berbulan-bulan? Ini Penjelasan Polisi

Penemuan mayat dalam karung yang ditemukan di sebuah rumah kosong di Desa Cerih Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal sempat menimbulkan tanda tanya besar.


Malu Hamil, Oknum Mahasiswi Ini Buang Bayinya

Malu Hamil, Oknum Mahasiswi Ini Buang Bayinya

RS (19), warga Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes harus mempertanggungjawabkan perbuatannya membuang bayi yang baru saja dilahirkannya.


Saluran Bau dan Penuh Sampah, Bupati Brebes Tegur Sejumlah Kepala Dinas

Saluran Bau dan Penuh Sampah, Bupati Brebes Tegur Sejumlah Kepala Dinas

Bupati Brebes Idza Priyanti naik pitam saat meninjau saluran irigasi di sebelah pasar belakang Markas Kodim 0713/Brebes, Rabu (14/8).


Penahanan Dua Kades Terduga Korupsi Dana Desa dan PBB Dipindah ke Semarang

Penahanan Dua Kades Terduga Korupsi Dana Desa dan PBB Dipindah ke Semarang

Dua tersangka kasus korupsi dana desa (DD) dan pajak bumi bangunan (PBB) di Kabupaten Brebes dititipkan di Lapas Kedungpane Semarang oleh Kejaksaan Negeri (Keja


Air Sulit, Petani Tetap Tanam

Air Sulit, Petani Tetap Tanam

Di tengah kesulitan air, tidak sedikit petani di Pemalang yang tetap menanam padi saat memasuki musim tanam ketiga tahun ini.


Harga Anjlok, Petani Garam di Pantura Galauw

Harga Anjlok, Petani Garam di Pantura Galauw

Petani garam di Kabupaten Brebes galaw, lantaran dibayang-bayangi anjloknya harga garam saat musim.


Babi Hutan Turun Gunung, Rusak Lahan Pertanian dan Rumah Warga Kabupaten Tegal

Babi Hutan Turun Gunung, Rusak Lahan Pertanian dan Rumah Warga Kabupaten Tegal

Kemarau tak hanya membuat hutan menjadi rawan kebakaran, akhir-akhir ini banyak babi hutan alias celeng yang turun gunung masuk ke perkampungan penduduk.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!