Lokal
Share this on:

Film Tegalan Baskara ke Wukir Tembus Festival Film Malaysia

  • Film Tegalan Baskara ke Wukir Tembus Festival Film Malaysia
  • Film Tegalan Baskara ke Wukir Tembus Festival Film Malaysia

SLAWI - Prestasi ditorehkan sineas muda berbakat asal Dukuh Sulang Desa Mejasem Timur Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal, Latifah Fauziyah Rosidin. Film karyanya yang mengangkat tema pemilu dibalut isu, budaya, dan keindahan alam desa di lereng Gunung Slamet, Baskara ke Wukir, masuk nominasi dalam 15th Mini Film Festival di Malaysia.

Di festival itu, Baskara ke Wukir masuk dalam nominasi must (sea) film: current shorts bersama 14 film pendek lainnya dari Malaysia, Thailand, Filipina, dan Singapura. Sebagai nominator, Baskara ke Wukir berkesempatan diputar di Experimental Thetarer, Faca, Universiti Malaysia Sarawak (Unimas), Malaysia, 22 Mei lalu.

"Para nominator juga diundang untuk menerima penghargaan tanggal 24 Mei," ungkap Latifah, kemarin.

Prestasinya itu mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Tegal, Sabilillah Ardie. Secara khusus, Latifah diundang ke ruang kerja orang nomor dua di Pemkab Tegal itu, Senin (13/5). “Pak Wakil Bupati memberikan selamat dan mendoakan semoga bisa menang,” tutur Iva, sapaan karib Latifah, tentang pertemuannya dengan Wakil Bupati itu.

Sebelum masuk nominasi di 15th Mini Film Festival, Baskara ke Wukir sudah menorehkan prestasi di Anti-corruption Film Festival yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2018 lalu. Film berdurasi tak lebih dari 15 menit ini menjadi satu dari tujuh finalis yang terpilih untuk mendapat penghargaan.

"Saat itu jumlah peserta yang mengikuti festival tersebut ada 387 dari seluruh wilayah Indonesia," ujar Iva.

Baskara ke Wukir mengambil latar tempat di Desa Batumirah, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal. Sebuah desa yang berada di lereng Gunung Slamet. Bercerita tentang perjuangan seorang pemuda bernama Baskara dalam mendistribusikan surat dan kotak suara pemilu ke desa terpencil.

Dalam film yang seluruh dialognya menggunakan bahasa Tegal itu, Baskara awalnya digambarkan sebagai pemuda yang apatis terhadap persoalan politik, termasuk pemilu. Ia beranggapan bahwa kemiskinan yang membelit kehidupannya dan orang-orang di desanya, juga orangtuanya yang meninggal karena sakit merupakan hal yang wajar dan normal.

Pandanganya itu berubah ketika dalam perjalanannya mendistribusikan logistik pemilu ia bertemu dengan sejumlah orang dan mengalami berbagai kejadian yang menyadarkannya bahwa suara rakyat untuk menentukan masa depan bangsa lebih penting dibandingkan sejumlah uang yang diterima.

Melalui film yang proses produksinya memakan waktu selama 1,5 bulan tersebut, Iva berharap bisa memberikan penyadaran pada masyarakat khususnya pemuda untuk tidak apatis terhadap politik. "Keterlibatan pemuda dalam politik, baik politik praktis maupun tidak merupakan bagian dari upaya untuk memperbaiki kondisi bangsa. Sekaligus memberi harapan bahwa bangsa ini bisa menjadi bangsa yang bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme," tandasnya.

Di Baskara ke Wukir, Iva tak hanya bertindak sebagai sutradara, tetapi juga penulis skenario bersama Ridho Nugroho. Duduk sebagai produser adalah Awaludin Al Arif. Sedangkan krunya berjumlah 16 orang yang seluruhnya adalah anak muda. "Proses syutingnya selama empat hari," ujar Iva.

Piawai sebagai sutradara dan penulis skenario, Iva yang merupakan lulusan Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengaku belajar pembuatan film secara otodidak. Semasa kuliah, perempuan kelahiran 18 April 1994 ini aktif di sejumlah komunitas film di Yogyakarta.

"Tidak pernah. Hanya mengandalkan rasa," katanya saat ditanya apakah pernah mengenyam pendidikan tentang film. "Kalau motivasi membuat film, ingin berbagi informasi dengan mengolah gambar menjadi sebuah emosi yang bisa dinikmati."

Selain Baskara ke Wukir, sederet karya Iva yang lain di antaranya Perawan (2015). Film ini meraih Official Selection Indonesia Short Film Festival yang digelar SCTV. Kemudian Ir Soemarno (2016), meraih penghargaan Best Movie kategori pelajar di Festival Kawal Harta yang digelar Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Meski karyanya bisa dibilang sudah banyak, Iva tak mau berhenti di Baskara ke Wukir. Ia sudah memiliki rencana untuk membuat sejumlah film lagi. "Saya juga masih ingin bisa masuk festival film yang digelar di luar negeri lagi," ucapnya. (far/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Sopir Tangki Diberangkatkan Umrah
Sopir Tangki Diberangkatkan Umrah

Berita Sejenis


Festival Wong Gunung 2019, Potret Kesulitan Air Bersih Masyarakat Pulosari

Festival Wong Gunung 2019, Potret Kesulitan Air Bersih Masyarakat Pulosari

Saat musim kemarau seperti sekarang, sejumlah wilayah di Jawa Tengah mengalami kesulitan air bersih.


Begini Kemeriahan Festival Sarung Goyor di Pemalang, Sampai Membelah Jalur Protokol

Begini Kemeriahan Festival Sarung Goyor di Pemalang, Sampai Membelah Jalur Protokol

Ribuan peserta festival sarung goyor dari Desa Wanarejan, Kecamatan Taman turun ke jalan protokol Jendral Sudirman Pemalang


Garuda Raksasa dari Nanas, Habiskan 2000 Buah Nanas Madu

Garuda Raksasa dari Nanas, Habiskan 2000 Buah Nanas Madu

Kehadiran Burung Garuda raksasa dalam Festival Nanas Madu di Lapangan Gunung Jimat pada Selasa (27/8) siang itu sontak merebut perhatian pengunjung.


Mobil Dinas Bupati Tegal Dibakar Orang Misterius

Mobil Dinas Bupati Tegal Dibakar Orang Misterius

Mobil dinas Bupati Tegal Umi Azizah nyaris terbakar saat menghadiri penutupan festival di Desa Tembok Luwung Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal, Sabtu (24/8) ma


Keren Nih! Subscriber Dalang Haryo Entus Suswono Tembus di Angka 15 Ribu

Keren Nih! Subscriber Dalang Haryo Entus Suswono Tembus di Angka 15 Ribu

Putra kandung dalang terkenal yang juga mantan Bupati Tegal, almarhum Ki Entus Susmono mulai mengikuti jejak sang ayah.


 Film 'Petak Umpet,' 'Yati,' dan 'Rindu Tebal' Diputar Maraton

Film 'Petak Umpet,' 'Yati,' dan 'Rindu Tebal' Diputar Maraton

Geliat film di Pemalang berjalan cukup baik. Para sineas muda terus bermunculan membawa film-film baru dari beragam tema.


Kalahkan Atlet Malaysia, Pesilat Muda Asal Tegal Tambah Emas untuk Indonesia

Kalahkan Atlet Malaysia, Pesilat Muda Asal Tegal Tambah Emas untuk Indonesia

Luar biasa. Pelajar putri asal Kota Tegal berhasil menambah pundi-pundi medali emas Indonesia di Asean Schools Games (ASG) di Semarang.


Harga Cabai Makin Pedas, Tembus Rp 50 Ribu

Harga Cabai Makin Pedas, Tembus Rp 50 Ribu

Harga cabai di Kabupaten Brebes makin pedas setelah mengalami kenaikan yang tajam. Di Pasar Induk Brebes harga cabai rawit mencapai Rp 50 ribu per kilogram (kg)


Peserta Belum Mengeksplorasi Keluasan Budaya di Jawa Tengah

Peserta Belum Mengeksplorasi Keluasan Budaya di Jawa Tengah

Sastrawan muda di Jawa Tengah membuktikan kualitasnya di Festival Sastra Jawa Tengah 2019 di Semarang, Sabtu (22/6).



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!