Lokal
Share this on:

Flyover Kretek Mengkhawatirkan, Warga Ancam Turun ke Jalan

  • Flyover Kretek Mengkhawatirkan, Warga Ancam Turun ke Jalan
  • Flyover Kretek Mengkhawatirkan, Warga Ancam Turun ke Jalan

TERULANG - Kecelakaan lalu lintas di jalur Flyover Kretek kembali terulang, kemarin. (teguh supriyanto/radar brebes)

PAGUYANGAN - Kecelakaan lalu lintas di jalur flyover Kretek kembali terulang, Kamis (16/11). Sebuah truk boks yang sedang menuruni lintasan flyover dari arah selatan ke utara, hilang kendali hingga terperosok ke sawah.

Meski tidak sampai mengakibatkan korban jiwa, namun insiden tersebut menambah daftar panjang kecelakaan lalu lintas yang terjadi sejak flyover Kretek diresmikan pada Agustus 2016 lalu.

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Bermula saat truk boks yang melaju dari arah selatan ke utara, oleng akibat hilang kendali saat melintas turunan flyover. Tidak ingin menabrak kendaraan lain, Sulistio, 35, sopir truk boks asal Surabaya, membanting kemudi hingga kendaraannya terperosok ke sawah.

"Tadi pakai gigi (perseneling) lima, saat turun sepertinya ban tidak menapak ke aspal sehingga truk sulit dikendalikan dan saya buang ke kiri jalan," terang Sulis.

Kecelakaan tersebut tidak sampai memacetkan arus lalu lintas, sejumlah petugas dari Pos Lantas Bumiayu dibantu Polsek Paguyangan dan Dishub tampak turut dalam penanganannya.

Sementara itu dengan masih berlanjutnya kejadian kecelakaan yang ada, sejumlah aliansi masyarakat di wilayah selatan Kabupaten Brebes, mendesak kepada penyelenggara Pemerintahan untuk secepatnya melakukan upaya nyata agar kecelakaan tidak terus terulang.

"Masyarakat sudah sangat trauma, hampir tiap minggu terjadi kecelakaan. Bahkan sampai jatuh korban jiwa, tapi tapi tindakan yang dilakukan baru sebatas kajian. Kami perlu tindakan nyata," ungkap Subandi, warga setempat.

Selain pengguna kendaraan lanjut dia, sejak berfungsinya flyover Kretek masyarakat yang tinggal di sepanjang jalur utama Paguyangan hingga Bumiayu selalu diliputi kekhawatiran akan terjadinya kecelakaan.

"Utamanya jika terjadi hujan, sebab dari serangkaian peristiwa, kecelakaan mayoritas terjadi saat hujan. Selain itu juga terjadi di sisi selatan flyover," kata dia.

Maraknya kecelakaan di jalur tersebut juga disikapi oleh sejumlah komponen organisasi kemasyarakatan. Bahkan tidak kunjung adanya penanganan nyata atas kerawanan kecelakaan tang terjadi, maka sejumlah organisasi bersiap untuk melakukan aksi turun ke jalan.

"Kami (elemen masyarakat) menilai ini adalah kewajiban kami untuk melakukan aksi, karena belum ada tindakan nyata dari pemerintah," tandas Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Brebes M. Maaruf.

Dikatakan, sejumlah elemen masyarakat dari wilayah selatan Kabupaten Brebes, telah duduk bersama untuk membahas rencana aksi turun ke jalan ini. Di mana akan dilaksanakan pada 20 November nanti mulai pukul 09.00-10.00.

"Kita akan turun bersama, jika perlu lakukan blokade jalan. Sehingga diharapkan ada perhatian, agar Pemerintah lebih serius menangani permasalahan ini," sambungnya. (pri/ism/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Di Brebes, Bikin KTP Elektronik Tak Perlu Pakai Surat Pengantar RT/RW

Di Brebes, Bikin KTP Elektronik Tak Perlu Pakai Surat Pengantar RT/RW

Warga di Kabupaten Brebes menyambut positif aturan baru terkait pembuatan TKP-el yang tidak lagi membutuhkan surat pengantar dari RT/RW.


Iseng Sebar Berita Hoaks soal Gempa, Facebooker Ditangkap Polisi

Iseng Sebar Berita Hoaks soal Gempa, Facebooker Ditangkap Polisi

Iseng posting berita gempa di Pulau Jawa, DP (25), seorang Facebooker, warga Kelurahan Keturen Kecamatan Tegal Selatan Kota Tegal ditangkap polisi.


Jalan Rusak Dibiarkan, Warga Ancam Demo Jalan Tol

Jalan Rusak Dibiarkan, Warga Ancam Demo Jalan Tol

Warga Desa Penarukan Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal mengancam bakal melakukan unjuk rasa di tengah-tengah Jalan Tol Trans Jawa Brebes Timur-Pemalang.


Masuki Musim Hujan, Waspadai Angin Kencang

Masuki Musim Hujan, Waspadai Angin Kencang

Warga di wilayah Kabupaten Tegal dan sekitarnya diminta mewaspadai potensi terjadinya angin kencang setiap saat hingga memasuki musim penghujan pada akhir Novem


Pemkot Tegal Siapkan Perda Larangan Memberi kepada Pengemis dan Pengamen

Pemkot Tegal Siapkan Perda Larangan Memberi kepada Pengemis dan Pengamen

Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tegal mengimbau masyarakat untuk tidak memberi uang kepada pengamen dan pengemis, utamanya di sepanjang jalan protokol.


Dirazia, Pemilik Gubuk-gubuk Liar di Sungai Kemiri Bukan Warga Tegal

Dirazia, Pemilik Gubuk-gubuk Liar di Sungai Kemiri Bukan Warga Tegal

Dinas Sosial Kota Tegal kembali menggelar razia Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial, Rabu (14/11).


Sawangan Ingin Gabung Brebes Selatan, Bupati: Hanya Candaan Warga

Sawangan Ingin Gabung Brebes Selatan, Bupati: Hanya Candaan Warga

Keinginan untuk bergabung dengan Kabupaten Brebes Selatan hasil pemekaran disebut muncul di kalangan warga Dukuh Sawangan Desa Sigedong Kecamatan Bumijawa.


Temani Ibunya Beli Bakso, Bocah Tujuh Tahun Dicabuli Pekerja Warung

Temani Ibunya Beli Bakso, Bocah Tujuh Tahun Dicabuli Pekerja Warung

Sungguh biadab apa yang dilakukan Kosid (27), warga Desa Jipang Kecamatan Bantarkawung Kabupaten Brebes ini.


Guru yang Mesumi Siswinya Jadi Tersangka

Guru yang Mesumi Siswinya Jadi Tersangka

MM (31), warga Desa Losari Kidul Kecematan Losari Kabupaten Brebes yang juga guru SMK swasta, akhirnya ditetapkan tersangka oleh Polres Brebes.


Jembatan Rajegwesi yang Ambruk Segera Bisa Dilewati

Jembatan Rajegwesi yang Ambruk Segera Bisa Dilewati

Jembatan Rajegwesi di ruas jalan Pagerbarang-Margasari Kabupaten Tegal yang ambruk April lalu akan segera bisa dilewati kembali.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!