Lokal
Share this on:

Fosil dan Artefak di Bumiayu Diteliti Arkeolog Prancis

  • Fosil dan Artefak di Bumiayu Diteliti Arkeolog Prancis
  • Fosil dan Artefak di Bumiayu Diteliti Arkeolog Prancis
  • Fosil dan Artefak di Bumiayu Diteliti Arkeolog Prancis
  • Fosil dan Artefak di Bumiayu Diteliti Arkeolog Prancis

PENELITIAN - Arkeolog asal Prancis melakukan penelitian temuan batuan di Bumiayu, kemarin. (teguh supriyanto/radar brebes)

BUMIAYU - Temuan ribuan fosil serta sejumlah artefak maupun komponen bangunan yang tersebar di beberapa lokasi di wilayah selatan Kabupaten Brebes, mencuri perhatian para peneliti maupun arkeolog. Bahkan, keberadaan peninggalan budaya purba ini, menarik minat peneliti internasional untuk datang dan melakukan penelitian.

Seperti yang dilakukan Peneliti Arkeologi Nasional Agus Sianto Indra Jaya bersama Veronica seorang peneliti dari Pusat Kebudayaan Perancis EFEO yakni Lembaga Prancis yang meneliti kebudayaan untuk Asia Timur.

Didampingi tim pelestari fosil dan benda purbakala Buton, mereka melakukan penelitian terhadap beberapa peninggalan arkeologi di antaranya Watubelah di Dukuh Pungkuran dan Dukuh Karangjati, Desa Kalierang, Watu Jaran di Desa Laren, Batu Wali di Desa Jatisawit, Kecamatan Bumiayu dan Batu Lingga di Candi Pangkuan Dukuh Karanggandul, Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan.

Agus Sianto mengaku jika penelitian yang dilakukannya bersama peneliti dari Pusat Kebudayaan Perancis EFEO ini sebagai upaya untuk mengetahui sejarah awal masuknya agama Hindu dan Budha ke Indonesia secara khusus di Pulau Jawa bagian tengah ini.

"Selama ini yang kita ketahui Hindu Budha muncul di pedalaman Pulau Jawa seperti di Yogyakarta dan sekitarnya, tapi kita lupa bahwa itu berawal dari wilayah pantai utara," ungkap Agus.

Kedatangannya di wilayah selatan Kabupaten Brebes lanjut dia, didahului dengan kajian dan juga referensi bersumber dari laporan Belanda dan Balai Arkeologi maupun internet yang menyatakan jika wilayah ini memiliki potensi kebudayaan kuno. "Setelah kita datangi, beberapa penemuan masih bersifat fragmentasi. Tetapi ada yang sangat istimewa yakni batu Lingga yang berukuran cukup besar dengan berat sekitar 40 kilogram. Sangat menarik dan perlu penelitian lebih dalam," kata Agus.

Dari beberapa penelitian yang pernah dilakukan, lanjt dia, batu Lingga diyakini perwujudan yang menggambarkan Tri Murti yakni Dewa Siwa, Dewa Wisnu dan Dewa Brehmana. Bentuk bagian atas bundar tanpa sudut sebagai perwujudan dari Siwa, kemudian di tengah memiliki delapan sudut menggambarkan Wisnu dan bagian bawah empat sudut.

"Diperkirakan berasal pada abad ke tujuh atau sebelumnya. Digunakan sebagai tempat upacara atau semacam peribadatan. Biasanya Lingga diletakkan di tengah dan di sekitarnya merupakan candi atau tempat pemujaan," jelasnya.

Agus berpendapat, dengan banyaknya temuan di wilayah tersebut tidak menutup kemungkinan akan dapat diperoleh informasi yang lebih banyak lagi serta diikuti upaya eskavasi atau penggalian.

Sementara H. Rafli Rizal, koordinator pelestari fosil purba Buton besama tim Buton Karsono menyampaikan, wilayah Bumiayu sendiri memiliki banyak jejak peninggalan budaya lain. Seperti halnya yang oleh masyarkaat dinamai Candi Bata di wilayah Kalibata Desa Jatisawit, maupun Watu Jaran di Desa Laren.

"Banyak pula cerita dari masyarakat yang berkaitan dengan temuan-temuan ini, sehingga sangat menarik. Keberadaanya ternyata dikenal oleh banyak peneliti dan laporan arkeologi cukup banyak sejak zaman Belanda," kata Rizal.

Sebelumnya, Balai Arkeologi (Balar) Jogyakarta juga berencana untuk mengekskavasi keberadaan Candi Jaran di Desa Laren, sebagai situs peninggalan Hindu di Kecamatan Bumiayu. Dari upaya tersebut bukan tidak mungkin akan terungkap sejauh pengaruh Kerajaan Galuh diwilayah Sunda (Jawa Barat) dengan wilayah lain di sekitarnya mencapai Banyumas dan Brebes. (pri/ism/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Wali Kota Tegal Dedy Yon Minta Tak Ada Lagi Istilah Kubu atau Blok-blokan

Wali Kota Tegal Dedy Yon Minta Tak Ada Lagi Istilah Kubu atau Blok-blokan

Setelah resmi dilantik dan menempati rumah dinasnya, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono dan Wakil Wali Kota Muhamad Jumadi menggelar ramah tamah.


100 Hari Pertama, Dedy Yon Akan Benahi Manajemen Pemerintahan Pemkot Tegal

100 Hari Pertama, Dedy Yon Akan Benahi Manajemen Pemerintahan Pemkot Tegal

Duet Dedy Yon Supriyono dan Muhamad Jumadi resmi menjabat wali kota dan wakil wali kota regal periode 2019-2024.


Ini Kegiatan Dedi Yon-Jumadi Usai Dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal

Ini Kegiatan Dedi Yon-Jumadi Usai Dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal

Usai dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal periode 2019-2024, Sabtu (23/3), Dedy Yon Supriyono dan Jumadi langsung tancap gas.


Dedy Yon-Jumadi Dilantik Jadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal

Dedy Yon-Jumadi Dilantik Jadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal

Setelah melalui proses yang cukup panjang, Dedy Yon Supriyono-Muhammad Jumadi akhirnya dilantik menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal periode 2019-2024.


Bupati Tegal Minta Jaga Paseduluran meski Berbeda Pilihan

Bupati Tegal Minta Jaga Paseduluran meski Berbeda Pilihan

Bupati Tegal Umi Azizah meminta masyarakat Kabupaten Tegal untuk tetap menjaga persatuan dan kondusifitas wilayah.


Kepala Dinas Bantah Ada Pungutan UNBK, Hanya Sumbangan Sukarela

Kepala Dinas Bantah Ada Pungutan UNBK, Hanya Sumbangan Sukarela

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal menegaskan bahwa tidak ada pungutan untuk pengadaan komputer sebagai penunjang pelaksanaan UNBK.


Istri Saya Tak Pakai Celana Dalam, dan Anunya Basah

Istri Saya Tak Pakai Celana Dalam, dan Anunya Basah

Yonang alias Nanang (29), warga Desa Limbangan RT 3 RW 4 Kecamatan Losari Kabupaten Brebes, mengakui emosinya memuncak saat mengetahui istrinya selingkuh.


Jelang UNBK, Siswa Ditariki Uang Rp1 Juta

Jelang UNBK, Siswa Ditariki Uang Rp1 Juta

Tak lama lagi, siswa sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menangah atas (SMA) akan mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).


Lima Kapolsek di Polres Tegal Diganti

Lima Kapolsek di Polres Tegal Diganti

Sejumlah kapolsek dan kabag di lingkungan Polres Tegal berganti. Serah terima jabatan (sertijab) mereka dilakukan di Mapolres Tegal, Selasa (19/3) kemarin.


KPU Masih Sortir dan Li‎pat Surat Suara

KPU Masih Sortir dan Li‎pat Surat Suara

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tegal masih melakukan penyortiran dan pelipatan surat suara pemilu serentak 2019 yang tinggal sekitar satu bulan lagi.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!