Lokal
Share this on:

Gugat Hasil Pilwalkot, Habib Ali-Tanty Siapkan 12 Pengacara

  • Gugat Hasil Pilwalkot, Habib Ali-Tanty Siapkan 12 Pengacara
  • Gugat Hasil Pilwalkot, Habib Ali-Tanty Siapkan 12 Pengacara

NOTA KESEPAHAMAN - Kajari dan Ketua KPU usai melakukan MoU terkait penanganan hukum sengketa pilwalkot. (agus wibowo/radar tegal)

TEGAL - Untuk mengawal proses gugatan terkait Perselisihan Hasil Pemilihan Umum, Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal Habib Ali-Tanty sudah menyiapkan 12 kuasa hukum. Hal itu untuk mengawal pengajuan gugatan yang sudah didaftarkan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Ketua Timses Paslon Hati Asmadi mengatakan, 12 pengacara meliputi, Petrus Bala Pattyona SH MH C.LA, Susanti Agustina SH MH, FA Fredyanto Hascaryo SH MH, Budi Yuwono SH, Bambang Sutarto SH MPD, JB Vernando SH MH, Rexon Manihuruk SH, Raden Azhari Setiadi SH, Andy Mulia Siregar SH, Yosef Robert Ndun SH MH, Nurfidiyanti Maito SH dan Dessy Widyawati SH.

"12 Pengacara tersebut tergabung dalam satu kantor Advokat dan Konsultan Hukum yang beralamat di Apartemen Kebagusan City Tower A 20A 8A Jalan Baung Raya, Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan," terangnya.

Sesuai rencana, lanjut Asmadi, 12 pengacara tersebut akan mendampingi pemberi kuasa Habib Ali-Tanty untuk melakukan gugatan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tegal, tentang pembatalan keputusan KPU Kota Tegal Nomor 20/PL.03.6-Kpt/3376/KPU-Kot/VII/2018. Yakni, tentang rekapitulasi hasil perolehan suara dalam pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal 2018 di Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.

Sementara, KPU Kota Tegal akhirnya melakukan MoU dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tegal dalam menghadapi gugatan Pilkada paslon nomor 4 Habib Ali-Tanty di Mahkamah Konstitusi (MK). Selain menggandeng Jaksa, KPU juga akan di-beck up oleh penasehat hukum (PH) KPU RI yang siap membantunya.

Demikian dikatakan Ketua KPU Kota Tegal Agus Wijonarko usai menggelar penandatanganan nota kesepahaman dengan Kejari Kota Tegal, Selasa (10/7) sekitar pukul 13.00 WIB. Menurutnya, dalam gugatan sengketa Pilwalkot, KPU menggunakan Jaksa Pengacara Negara (JPN), dalam hal ini Kejari Tegal.

"Saya percaya pengacara Negara ini juga mumpuni menghadapi sidang ini karena sudah punya pengalaman," jelasnya. Agus berharap akan sinkron dan sinergi dalam menghadapi gugatan tersebut. ''Sehingga, sesuai misi, kami tetap mempertahankan apa yang sudah dikerjakan oleh rekan-rekan KPU,'' ulasnya.

Agus juga menegaskan, pada intinya KPU Kota Tegal sudah siap dalam menghadapi gugatan itu. Namun, kita juga akan menunggu sampai tanggal 23-Juli-2018, karena tanggal tersebut nanti MK akan meregistrasi kasus ini akan lanjut sampai sidang atau tidak.

Sementara itu Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tegal Jaenudin SH MH menambahkan, MoU ini sebenarnya sifatnya hanya seremonial saja. Karena yang terpenting yakni KPU memberikan Surat Kuasa Khusus (SKK) kepada institusinya. "Hari ini baru MoUnya, dan kita tetap menunggu SKK yang diberikan KPU dalam sidang gugatan Pilkada di MK nanti," bebernya pria asal Tegal.

Kajari yang akrab disapa Bang Jay itu juga menegaskan, akan menerjunkan tim Jaksa sesuai dengan kebutuhan. Jika memang nanti kebutuhannya hingga 3 personel jaksa, maka pihaknya juga akan menugaskannya. ''Namun jika dipadang hanya 1 orang jaksa, maka juga hanya 1 jaksa saja. Kita lihat saja nanti,'' ungkapnya.

Sementara menanggapi SKK yang hingga kini belum diberikan KPU kepada Kejari Tegal, Agus menuturkan, SKK akan diberikan jika sudah ada pemberitahuan teregistrasi dari MK. ''Jadi, misalnya MK mengumumkan bahwa gugatan paslon 4, sudah teregistrasi di tanggal 23 Juli, maka di hari itu pula SKK akan kami berikan. Namun bila di tanggal yang ditentukan ternyata tidak masuk, maka SKK pun batal diberikan,'' pungkasnya. (syf/gus/ela/zul)

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Soal Pasar Bojong, Pemjab Tegal Akan Konsultasi ke BPK

Soal Pasar Bojong, Pemjab Tegal Akan Konsultasi ke BPK

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal tidak bisa membayar 100 persen hasil pekerjaan kontraktor yang membangun Pasar Bojong.


Kalah, Dua Calon Kades Incumbent Ajukan Sengketa Hasil Pilkades

Kalah, Dua Calon Kades Incumbent Ajukan Sengketa Hasil Pilkades

Dua calon kepala desa (kades) yang kalah dalam pemilihan kades (pilkades) serentak gelombang dua Desember 2018 lalu.


SMAN 1 dan SMPN 1 Tegal Terancam Digusur, Pemkot Tegal Siapkan PK

SMAN 1 dan SMPN 1 Tegal Terancam Digusur, Pemkot Tegal Siapkan PK

Meski kalah di tingkat Kasasi, Pemkot Tegal masih berupaya melakukan upaya hukum lanjutan melalui peninjauan kembali (PK).


Pejabat Diputus Bebas, Kejari Brebes Segera Kasasi

Pejabat Diputus Bebas, Kejari Brebes Segera Kasasi

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (kejari) Brebes secepatnya akan mengajukan Kasasi atas hasil keputusan banding putusan banding.


Angka Kemiskinan di Kabupaten Tegal Menurun

Angka Kemiskinan di Kabupaten Tegal Menurun

Upaya pemerintah menurunkan kemiskinan di Kabupaten Tegal menunjukkan hasil. Angka kemiskinan pada tahun ini menurun.


14 Ribu Botol Minuman Keras Dilindas

14 Ribu Botol Minuman Keras Dilindas

Belasan ribu botol minuman keras (miras) hasil operasi penyakit masyarakat (pekat) yang digelar Polres Tegal dimusnahkan, Jumat (21/12).


Pelantikan Kades Terpilih Bertahap Mulai Awal Tahun

Pelantikan Kades Terpilih Bertahap Mulai Awal Tahun

Pelantikan kepala desa (kades) terpilih hasil pilkades serentak gelombang II di 115 desa di Kabupaten Tegal akan dilakukan secara bertahap.


Sempat Ditunda, Penetapan DPTHP2 Kota Tegal Akhirnya Rampung

Sempat Ditunda, Penetapan DPTHP2 Kota Tegal Akhirnya Rampung

Setelah sempat ditunda, rapat pleno penetapan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP2) akhirnya bisa digelar hingga selesai, Selasa (11/12), sekitar pukul


Data Pemilih 8 Kelurahan Belum Terupload, Penetapan DPTHP2 Ditunda

Data Pemilih 8 Kelurahan Belum Terupload, Penetapan DPTHP2 Ditunda

Rapat pleno penetapan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP2) yang seyogyanya dilakukan, Senin (10/12), terpaksa ditunda.


Awas, Sindikat Curanmor Incar Grand Max untuk Dijual ke Luar Negeri

Awas, Sindikat Curanmor Incar Grand Max untuk Dijual ke Luar Negeri

Sindikat pencurian mobil lintas daerah berhasil diringkus Tim Resmob Satreskrim Polres Tegal. Mobil hasil curian dijual hingga ke luar negeri.



Berita Hari Ini

Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!