Lokal
Share this on:

Guru Honorer di Kabupaten Tegal Ditambahi Tunjangan Rp8 Miliar

  • Guru Honorer di Kabupaten Tegal Ditambahi Tunjangan Rp8 Miliar
  • Guru Honorer di Kabupaten Tegal Ditambahi Tunjangan Rp8 Miliar

MENGAJAR - Seorang guru di Kabupaten Tegal tengah mengajar, kemarin. (yerry novel/radar slawi)

SLAWI - Ribuan guru Wiyata Bakti (WB) yang mengabdi di sekolah negeri Kabupaten Tegal mendapat tambahan penghasilan (TP) sebesar Rp8 miliar. Anggaran itu berasal dari APBD II Kabupaten Tegal Tahun 2018.

"Untuk tahun ini ada kenaikan (TP) dibandingkan tahun sebelumnya. Kalau tahun 2017, hanya sekitar Rp4 miliar, tapi sekarang menjadi Rp8 miliar," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tegal Suharmanto, kemarin.

Dia mengemukakan, jumlah guru WB di Kabupaten Tegal lebih dari 2000 orang. Mereka tersebar di sejumlah sekolah negeri dari SD hingga SMP. Rencananya, tambahan penghasilan ini akan dibagikan setiap enam bulan sekali atau persemester.

"Untuk mendapatkan tambahan penghasilan ini, syaratnya tidak terlalu sulit. Yang penting mereka guru dan sudah mengabdi di sekolah negeri," ujarnya.

Menurutnya, bantuan untuk tenaga pendidik, tidak hanya untuk guru WB. Pemkab Tegal juga mengalokasikan anggaran untuk guru-guru yang mengabdi di sekolah swasta. Jumlah anggarannya sama yakni sekitar Rp8 miliar. Anggaran itu berasal dari APBD II Kabupaten Tegal tahun 2018.

"Guru swasta dan guru Wiyata Bakti, semuanya dapat. Sudah ada anggarannya. Mungkin dalam waktu dekat ini, anggarannya digelontorkan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Tegal," ucapnya.

Sekretaris Dinas Dikbud Kabupaten Tegal H Ahmad Was'ari mengatakan, guru yang mendapatkan tambahan penghasilan itu, tidak hanya wiyata bakti dan guru yang mengabdi di sekolah swasta, melainkan juga guru-guru honorer kategori 2 (K2). Jumlah guru wiyata bakti dan K2 yang akan mendapatkan tambahan penghasilan itu sebanyak 2.664 orang. Setiap bulan, mereka akan mendapat tambahan sebesar Rp250 ribu.

"Kalau satu tahun berarti Rp 3 juta," sambungnya.

Dia menambahkan, guru swasta juga dianggarkan Rp8 miliar. Setiap bulan, mereka akan menerima bantuan hibah sekitar Rp200 ribu. Mereka merupakan guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI), Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI), Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA), FPTK, Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini (Himpaudi), dan PGRI Cabang Khusus Kemenag.

"Kalau guru swasta, pengajuannya perlembaga," imbuhnya.

Ketua DPRD Kabupaten Tegal A. Firdaus Assyairozi membenarkan bahwa guru Wiyata Bakti dan guru swasta mendapatkan bantuan dari Pemkab Tegal. Dia berharap kepada para guru supaya bekerja lebih baik agar prestasi pendidikan di Kabupaten Tegal dapat meningkat.

"Guru harus mampu meningkatkan pedagogik, profesionalitas, kepribadiannya, dan sosialnya," harapnya. (yer/ima/zul)


Berita Sejenis

Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Ratusan Sopir Diperiksa Kesehatannya

Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Ratusan Sopir Diperiksa Kesehatannya

Ratusan awak bus, Jumat (14/12), dicek kesehatannya oleh petugas gabungan di Terminal Bus Tegal.


Blangko Terbatas, 71 Ribu Warga Harus Sabar Tunggu E-KTP-nya Dicetak

Blangko Terbatas, 71 Ribu Warga Harus Sabar Tunggu E-KTP-nya Dicetak

Jumlah warga Kabupaten Tegal yang sudah melakukan perekaman e-KTP dan datanya siap cetak atau berstatus print ready record (PRR) mencapai 71.000 orang.


Yuk ke Bukit Tangkeban, Bisa Selfi sekaligus Bernostalgia Lho Gaes...

Yuk ke Bukit Tangkeban, Bisa Selfi sekaligus Bernostalgia Lho Gaes...

Bukit Tangkeban di Desa Nyalembeng Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang semakin cantik.


Empat Pembobol ATM Disergap saat Beraksi di SPBU Karanganyar

Empat Pembobol ATM Disergap saat Beraksi di SPBU Karanganyar

Sindikat pembobol Anjungan Tunai Mandiri (ATM) disergap Satreskrim Polres Tegal Kota, Jumat (14/12) siang.


Diduga Pakai Uang Sisa Prona Rp98,5 Juta, Kades di Brebes Digeruduk Warganya

Diduga Pakai Uang Sisa Prona Rp98,5 Juta, Kades di Brebes Digeruduk Warganya

Warga Desa Kedunguter Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes, yang tergabung dalam Forum Masyarakat Kedunguter, Jumat (14/12), menggeruduk kantor Desa Kedunguter.


Belum Sempat Kuras Isi Toko, Komplotan Maling Ini Keburu Diringkus

Belum Sempat Kuras Isi Toko, Komplotan Maling Ini Keburu Diringkus

Tim Resmob Satreskrim Polres Tegal meringkus komplotan pembobol toko di wilayah Kabupaten Tegal. Salah seorang anggota komplotan maling ini ternyata masih di ba


Banyak Kecelakaan, Jalur Bawah Flyover Kretek Diminta Difungsikan Lagi

Banyak Kecelakaan, Jalur Bawah Flyover Kretek Diminta Difungsikan Lagi

Banyaknya desakan agar jalur di bawah Flyover Kretek difungsikan lagi, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Brebes melakukan inventarisasi.


Rusak, 5.634 KTP Elektronik Akan Dipotongi

Rusak, 5.634 KTP Elektronik Akan Dipotongi

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tegal akan memusnahkan 5.634 KTP elektronik (KTP el).


Bantu Alat Keselamatan untuk Nelayan, Umi Minta Jangan Dijual

Bantu Alat Keselamatan untuk Nelayan, Umi Minta Jangan Dijual

250 nelayan di Kabupaten Tegal mendapat alat pelindung diri (APD) dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Kamis (13/12).


Heboh Suara Mendengung, BMKG Pastikan Bukan Patahan atau Gempa

Heboh Suara Mendengung, BMKG Pastikan Bukan Patahan atau Gempa

Sejumlah warga di Kabupaten Tegal dan sekitarnya dikejutkan dengan bunyi mendengung yang tak lazim, Jumat (14/12), sekitar pukul 01.10 WIB dinihari.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!