Lokal
Share this on:

Guru Honorer Mogok Massal, Kepala Sekolah Ikut Mengajar

  • Guru Honorer Mogok Massal, Kepala Sekolah Ikut Mengajar
  • Guru Honorer Mogok Massal, Kepala Sekolah Ikut Mengajar

SLAWI - Ancaman mogok massal benar-benar dijalankan oleh tenaga honorer agar tuntutan mereka dipenuhi pemerintah. Kepala sekolah dan guru berstatus PNS mesti menggantikan guru yang mogok agar kegiatan belajar-mengajar (KBM) tetap berjalan.

Kepala UPTD Pendidikan Kebudayaan Kecamatan Margasari Satiyo, mengakui ada tenaga honorer di wilayahnya yang mogok kerja. Namun itu disebutnya tidak mempengaruhi KBM di sekolah.

"Tidak berpengaruh ke KBM siswa karena tidak semuanya mogok. Dari 307 tenaga honorer di Kecamatan Margasari, yang mogok hanya 78 orang," kata ‎Satiyo di kantor DPRD Kabupaten Tegal, kemarin.

Menurutnya, KBM di sekolah tetap berjalan seperti biasanya. Tugas mengajar guru honorer yang mogok kerja diambil alih oleh guru PNS.‎ "Untuk sementara dihandel oleh guru PNS. Ada yang dobel mengajar," ujarnya.

‎Aksi mogok massal juga dibenarkan Kepala UPTD Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Slawi, Dirjo. Di sekolah yang ada aksi mogok, kepala sekolah turun tangan agar KBM tetap berjalan.

"Guru yang mogok, diganti oleh kepala sekolah. Jadi, kepala sekolah turun tangan untuk mengajar," ungkapnya.

Kepala UPTD Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Tarub, Abdul Rosyid, ‎menyebutkan jumlah tenaga honorer, khususnya guru, yang mogok tak lebih dari lima orang dari jumlah total tenaga honorer 261 orang yang terdiri dari guru, penjaga sekolah, dan operator.

"Jadi tidak ada masalah. Aman. Siswa tetap belajar. Selain itu, di wilayah kami juga sedang ada kegiatan implementasi kurikulum 2013," sebutnya.

Ketua Perkumpulan Honorer Sekolah Negeri (PHSN) Kabupaten Tegal Aenurrofiq mengatakan, tenaga honorer mogok‎ massal mulai Rabu (3/10) hingga waktu yang tidak ditentukan.

"Kami sudah izin tidak beraktifitas mulai tanggal 3 Oktober sampai tuntutan-tuntutan kami dipenuhi," tegasnya.

Tuntutan ‎tersebut yakni pembatalan rekrutmen CPNS umum, tingkatkan status honorer PTK menjadi CPNS berdasarkan masa kerja secara bertahap sesuai kebutuhan dan tanpa tes, kemudian legalitas tenaga honor dengan penerbitan SK bupati atau kepala dinas dengan standar Upah Minimum Kabupaten (UMK).‎ (far/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Ditariki Rp400-800 Ribu, Biaya Sertifikat Massal Disoal

Ditariki Rp400-800 Ribu, Biaya Sertifikat Massal Disoal

Biaya Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Kertayasa Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal disoal.


Begini Asal Usul Desa Cawet: Cawetku, Cawetmu, Cawet Kita

Begini Asal Usul Desa Cawet: Cawetku, Cawetmu, Cawet Kita

Kepala Desa (Kades) Cawet terpilih Taufik Saleh sudah resmi dilantik di Pendapa Kabupaten Pemalang bersama 82 kades terpilih lainnya.


Pemilih Pemula di Pilkades, Wajib Bawa e-KTP saat Akan Nyoblos

Pemilih Pemula di Pilkades, Wajib Bawa e-KTP saat Akan Nyoblos

Pemilih yang berusia 17 saat hari pencoblosan pemilihan kepala desa serentak harus bawa E-KTP jika ingin menggunakan hak pilihnya.


Di Pemalang Ada Guru Wiyata bakti yang Digaji Rp50 Per Bulannya

Di Pemalang Ada Guru Wiyata bakti yang Digaji Rp50 Per Bulannya

Guru wiyata bakti yang tergabung dalam Forum Guru Wiyata Bakti Non Kategori (FGWB-NK) Pemalang mendatangi DPRD Kabupaten Pemalang, Senin (10/12) kemarin.


Duh, 74.850 Angkatan Kerja di Kota Tegal Hanya Lulus SD

Duh, 74.850 Angkatan Kerja di Kota Tegal Hanya Lulus SD

Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Tegal mencatat, sebanyak 74.850 kualitas sumber daya manusia sebagai tenaga kerja masih lulusan sekolah dasar.


Aturan Main Pilkades Serentak 115 Desa Rawan Picu Konflik

Aturan Main Pilkades Serentak 115 Desa Rawan Picu Konflik

Pemilihan kepala desa (pilkades) serentak gelombang II yang akan digelar di 115 desa di Kabupaten Tegal dinilai rawan konflik.


Ini Dia, Kapolres Tegal Kota yang Baru AKBP Siti Rondijah

Ini Dia, Kapolres Tegal Kota yang Baru AKBP Siti Rondijah

Mantan Kepala Bagian Sumber Daya (SDM) Polrestabes Semarang Polda Jateng AKBP Siti Rondijah SSi MKes, resmi menjabat sebagai Kapolres Tegal Kota.


Awas! Jajanan Mengandung Pewarna Tekstil Masih Dijual di Sekolah

Awas! Jajanan Mengandung Pewarna Tekstil Masih Dijual di Sekolah

Petugas dari Puskesmas Slawi Kabupaten Tegal mendapati adanya jajanan yang dijual di lingkungan SD Slawi Kulon 3 mengandung Rhoadmin B atau pewarna buatan.


Satu Calon Mundur, Pilkades Bedug Gagal

Satu Calon Mundur, Pilkades Bedug Gagal

Satu desa di Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal dipastikan batal menggelar pemilihan kepala desa (pilkades) serentak gelombang II pada 17 Desember nanti.


Kepala Sekolah dan Wakilnya Ditahan, Yayasan Kembalikan Uang Rp2,053 Miliar

Kepala Sekolah dan Wakilnya Ditahan, Yayasan Kembalikan Uang Rp2,053 Miliar

Kejaksaan Negeri (Kejari) Brebes menerima uang Rp2,053 miliar dari Yayasan SMK Kerabat Kita Bumiayu.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!