• Home
  • Berita Lokal
  • Harga Bawang Anjlok, Banyak Petani di Brebes Terjerat Hutang Bank

Lokal
Share this on:

Harga Bawang Anjlok, Banyak Petani di Brebes Terjerat Hutang Bank

  • Harga Bawang Anjlok, Banyak Petani di Brebes Terjerat Hutang Bank
  • Harga Bawang Anjlok, Banyak Petani di Brebes Terjerat Hutang Bank

BREBES - Petani bawang merah di Kabupaten Brebes menjerit karena harga bawang merah anjlok hingga kisaran Rp4.000 per kilogram (kg). Karena merugi, mereka tak mampu membayar hutang di bank.

Slamet (40), petani bawang merah di Desa Tegalglagah Kecamatan Wanasari‎ mengaku harus mengeluarkan modal sebesar Rp10 juta untuk menanam bawang merah di lahan seluas seperempat bau.

Modal tersebut tak mampu ditutup setelah panen karena hasil panen awang merahnya hanya menghasilkan Rp5 juta. Selain rugi, juga tak mampu menutup modal.

"Modal Rp10 juta dari pinjaman bank. Setelah panen tidak bisa bayar karena harga bawang hanya Rp4.000," tuturnya saat berunjuk rasa di kantor Bupati Brebes, Jumat (29/12).

Menurut dia, modal yang dikeluarkan di antaranya untuk membeli obat untuk tanaman bawang merah yang harganya mahal.

"Obat satu botol ukuran kecil 250 milimiter harganya mahal, sampai Rp300 ribu. Setelah panen, harga bawang malah murah sekali," keluhnya.

Petani lainnya, Hari (45) juga mengeluh tidak bisa membayar hutang di bank yang habis digunakan untuk membeli kebutuhan selama masa tanam. "Ditagih bank kami tidak bisa membayar karena harga bawang murah," ‎ujarnya. (far/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Jalur Penghubung Dua Kecamatan Tertutup Longsor

Jalur Penghubung Dua Kecamatan Tertutup Longsor

Jalur penghubung dua kecamatan di Kabupaten Brebes tertutup dan tak bisa dilalui kendaraan, Sabtu (17/2) lalu.


Pemancing Tewas Mengenaskan Ditabrak Kereta Api, Motornya Patah Jadi Dua

Pemancing Tewas Mengenaskan Ditabrak Kereta Api, Motornya Patah Jadi Dua

Nasib naas dialami Catur Pramadya, warga Desa Sengon Kecamatan Tanjung Kabupaten Brebes.


Warung dan Rumah di Bumiayu Hanyut Diterjang Banjir Bandang

Warung dan Rumah di Bumiayu Hanyut Diterjang Banjir Bandang

Banjir besar di aliran Sungai Keruh merobohkan satu rumah dan juga warung milik Sutiyani (52), warga Bumiayu kabupaten Brebes.


Tebing Sungai Pedes Ambrol, Satu Rumah Hanyut, Lima Terancam Longsor

Tebing Sungai Pedes Ambrol, Satu Rumah Hanyut, Lima Terancam Longsor

Rumah milik Turah (60), warga Dukuh Satir RT 03/09 Desa Kutamendala Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes, Kamis (15/2) petang, hanyut terbawa banjir.


Begini ketika Tentara Bersihkan Sampah Sungai

Begini ketika Tentara Bersihkan Sampah Sungai

Penanganan bencana banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Brebes terus ditingkatkan.


Sering Ngamuk, Pelaku Pembantaian Ngaku Didatangi Arwah Istrinya

Sering Ngamuk, Pelaku Pembantaian Ngaku Didatangi Arwah Istrinya

Pelaku pembunuhan anak dan istrinya, Tarmuji (35), diamankan di sel tahanan Polres Brebes. Dari pengakuan petugas polisi, pelaku sering depresi.


Polisi Akan Periksa Kejiwaan Suami Pembantai Istri dan Anak Balitanya

Polisi Akan Periksa Kejiwaan Suami Pembantai Istri dan Anak Balitanya

Polisi akan memeriksa kejiwaan Tarmuji (33), pelaku yang membunuh istri dan anaknya di Dukuh Kertasari Desa Luwungragi Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes.


Jalan Rusak, Warga Tagih Janji Umi Azizah

Jalan Rusak, Warga Tagih Janji Umi Azizah

Ruas jalan di Desa Dukuh Benda, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal mengalami kerusakan yang cukup parah. Aspal jalan sudah banyak yang mengelupas.


Banjir di Brebes, 19.751 Warga Masih Ngungsi

Banjir di Brebes, 19.751 Warga Masih Ngungsi

BPBD Brebes mencatat sedikitnya ada 19.751 jiwa dari sejumlah wilayah di Kabupaten Brebes terpaksa mengungsi akibat rumah mereka masih tergenang banjir.


Suami Pembantai Ibu dan Anak Balitanya di Brebes Ditangkap

Suami Pembantai Ibu dan Anak Balitanya di Brebes Ditangkap

Polisi sudah meringkus pelaku yang diduga membunuh Koniti (35) dan anaknya yang masih balita di Dukuh Kertasari Desa Luwungragi Kecamatan Bulakamba.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!