• Home
  • Berita Lokal
  • Harga Burung Love Bird Anjlok dari Rp30 Juta, Sekarang Rp3 Juta

Lokal
Share this on:

Harga Burung Love Bird Anjlok dari Rp30 Juta, Sekarang Rp3 Juta

  • Harga Burung Love Bird Anjlok dari Rp30 Juta, Sekarang Rp3 Juta
  • Harga Burung Love Bird Anjlok dari Rp30 Juta, Sekarang Rp3 Juta

TERNAK - Acong menunjukkan sejumlah burung love bird yang diternaknya, Minggu (11/8). (yeri noveli/radar slawi)

DUKUHTURI - Burung Love Bird berasal dari Afrika. Tubuhnya mungil dan warna bulunya beragam. Tahun 2010 silam, burung ini sempat booming. Harganya selangit. Yang warna hijau atau Green Fischeri bisa mencapai Rp2 jutaan per ekor. Namun sekarang, harganya menurun drastis menjadi Rp50 ribu hingga Rp70 ribu per ekor.

Tahun 2016, hadir spesies baru. Namanya Love Bird Biola. Kepala burungnya berwarna merah seperti cabai. Sedangkan sayapnya berwarna hijau. Warna itu biasa disebut dengan warna pedas. Kala itu, harganya bisa mencapai Rp30 juta satu pasang, jantan dan betina. Namun sekarang, harganya berkisar antara Rp3 juta hingga Rp5 juta satu pasang. Tergantung dari jenisnya.

"Harga burung love bird memang sedang turun," kata Acong Mardiono, 41, salah satu peternak burung Love Bird di RT 2, RW 1 Desa Bandasari, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, Minggu (11/8).

Acong tak menampik, merosotnya harga burung love bird memang sangat berimbas bagi para peternak. Mereka banyak yang gulung tikar. Hal ini setelah harga milet putih atau makanan pokok burung love bird naik. Dari mulai Rp12 ribu per kilogram, sekarang menjadi Rp20 ribu per kilogram di tingkat pengecer. Milet yang bentuknya seperti biji kecil itu memang bukan berasal dari Indonesia. Kabarnya, makanan itu diimport dari luar negeri.

Selain karena harga milet, merosotnya harga burung love bird juga disinyalir karena jumlah peternak semakin banyak. Sehingga jumlah burung melimpah di pasaran.

"Jumlah peternak memang banyak. Ada peternak kecil, menengah, dan peternak tingkat atas. Sedangkan yang gulung tikar, mayoritas peternak kecil," kata bapak yang murah senyum ini.

Acong saat ini memiliki 57 pasang burung love bird. Jenisnya beragam. Menurut Acong, kendati harga burung cinta itu anjlok, tapi dirinya tidak pernah patah semangat. Bapak dari empat anak ini tetap berternak burung tersebut. Dia yakin, dalam waktu dekat, harga burung love bird bakal naik. Hal itu setelah munculnya berbagai spesies baru. Di antaranya, dun fallow, pale fallow, parblue, dan beberapa jenis lainnya. Dia membeberkan, harga dun fallow saat ini mencapai Rp250 juta per ekor. Jenis burung itu masih langka.

"Di daerah Tegal baru satu orang yang punya jenis dun fallow. Rumahnya di Kota Tegal," kata Acong yang merupakan anggota Komunitas Love Bird Indonesia (KLI) cabang Tegal ini.

Acong mengakui, belakangan ini memang banyak kabar bahwa peminat burung love bird semakin berkurang. Padahal kabar itu salah. Saat ini justru permintaan burung love bird semakin meningkat. Terbukti, konsumen yang datang ke rumahnya, setiap hari selalu ada. Bahkan, Acong tak sanggup memenuhi permintaan dari konsumen.

"Saya kadang sampai kewalahan memenuhi permintaan konsumen. Jadi kalau menurut saya, burung love bird akan tetap eksis," ujarnya.

Dia menyarankan, bagi para peternak yang ingin tetap bertahan, maka harus selalu berinovasi. Artinya, peternak harus pandai menghasilkan warna burung yang jarang di pasaran. Sehingga bisa menjadi tren warna baru.

"Kita harus bisa melakukan kawin silang burung love bird. Sehingga warnanya bisa lebih baik, bukan warna sayur," tutupnya. (yer/ima)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Virus Flu Burung yang Serang Unggas di Tegal Dibawa ke Jogyakarta

Virus Flu Burung yang Serang Unggas di Tegal Dibawa ke Jogyakarta

Tim dari Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Balai Besar Veteriner Wates, Yogyakarta mendatangi Kelurahan Keturen Kecamatan Tegal Selatan Kota Tegal, Ka


Beli Bahan Bakar di SPBU, Petani Harus Bawa Surat Pengantar dari Desa

Beli Bahan Bakar di SPBU, Petani Harus Bawa Surat Pengantar dari Desa

Musim kemarau panjang dirasakan cukup menyulitkan sejumlah petani di beberapa wilayah di Kabupaten Pemalang.


Kakek Ini Kayuh Becak Surabaya-Jakarta demi Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf

Kakek Ini Kayuh Becak Surabaya-Jakarta demi Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf

Sukirman (57) rela mengayuh becak dari Surabaya ke Jakarta untuk menghadiri pelantikan Presiden Jokowi-Ma'ruf Amin, Minggu (20/10) lusa.


Bawa Gergaji Es Balok, Siswa SMK Diamankan Warga dan Polisi

Bawa Gergaji Es Balok, Siswa SMK Diamankan Warga dan Polisi

Sejumlah pelajar dari salah satu sekolah kejuruan berhasil diamankan warga bersama aparat kepolisian, Rabu (16/10) sore.


Even Kuliner Ditutup, Dewan Panggil Disparpora

Even Kuliner Ditutup, Dewan Panggil Disparpora

Penutupan even kuliner yang belum mengantongi izin dari kepolisian disesalkan anggota dewan.


Positif Flu Burung, Puluhan Ekor Ayam di Kota Tegal Disembelih, Dibakar, lalu Dikubur

Positif Flu Burung, Puluhan Ekor Ayam di Kota Tegal Disembelih, Dibakar, lalu Dikubur

Kasus kematian ayam mendadak dalam jumlah besar di Kelurahan Keturen Kecamatan Tegal Selatan Kota Tegal ternyata terjadi sejak, Sabtu (12/10) lalu.



Kosek Lima Toko, Polisi Sita 11 Dus Minuman Keras

Kosek Lima Toko, Polisi Sita 11 Dus Minuman Keras

Belasan dus minuman kerss berbagai merek dan ukuran, disita petugas kepolisian dari Polres Tegal Kota, Minggu (13/10) dinihari, kemarin.


Pancaroba, Awas Waspada Angin Puting Beliung

Pancaroba, Awas Waspada Angin Puting Beliung

Kabupaten Tegal saat ini sedang memasuki masa transisi dari kemarau ke hujan.


Perlu Perbaikan, Perda Soal Pilkades Rawan Gugatan

Perlu Perbaikan, Perda Soal Pilkades Rawan Gugatan

Kunjungan kerja Komisi I DPRD Kabupaten Tegal ke 18 kecamatan banyak menerima aduan dari masyarakat maupun pihak kecamatan.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!