Lokal
Share this on:

Hasil Penjualan Gula Merah Tak Semanis Rasanya

  • Hasil Penjualan Gula Merah Tak Semanis Rasanya
  • Hasil Penjualan Gula Merah Tak Semanis Rasanya

PENUHI PESANAN - Pembuat gula merah mengolah air nira kelapa sebagai bahan untuk memenuhi pesanan yang meningkat menjelang bulan Ramadhan seperti sekerang. (Teguh Supriyanto/Radar Brebes)

BREBES - Saking banyaknya nira yang tercampur air hujan, membuat perajin gula merah di Dukuh Mingkrik Desa Tonjong Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes kesulitan menaikkan jumlah produksi. Padahal, saat ini menjelang bulan Ramadhan.

Menurut Laswi (55) pengrajin gula merah setempat, selama musim penghujan, produksi di tempatnya terkendala beberapa hal, seperti menurunnya pasokan nira hasil sadapan pohon kelapa, serta borosnya bahan bakar untuk memasak nira menjadi gula. Apalagi mencari kayu bakar saat musim penghujan tidak semudah seperti saat musim kemarau.

"Kendalanya hanya dua itu, kesulitan mendapatkan air nira kelapa sebagai bahan baku, juga saat proses produksinya," ungkap Senin (15/4).

Menurunnya pasokan air nira sebagai bahan baku pembuatan gula merah, lanjut Laswi, disebebkan para penyadap tidak mau mengambil resiko naik pohon kelapa saat turun hujan.

"Padahal hujan turun hampir setiap hari , tidak semua penyadap berani naik pohon kelapa. Praktis, air nira yang bisa diolah jadi gula merah sangat sedikit," ucapnya.

Selain itu, kualitas air nira yang didapat saat musim hujan juga tidak sebagus saat musim kemarau. Sebab, saat melakukan penyadapan, penderes tidak menutup bumbung atau wadah penampung nira. Sehingga menyebabkan nira tercampur air hujan.

"Setelah bumbung ditinggal di atas pohon kelapa, air hujan masuk bercampur nira. Ini juga memengaruhi kualitas gula setelah diolah ," katanya.

Hal senada disampaikan Muntoyah (57) perajin gula merah lainnya. Menurut dia, sama seperti tahun-tahun sebelumnya, pesanan akan semakin meningkat seiring datangnya bulan Ramadan hingga Lebaran. Itu terjadi karena warga banyak yang memanfaatkan gula merah atau gula Jawa sebagai pelengkap beragam menu masakan.

"Biasanya selama bulan puasa banyak orang memanfaatkan gula Jawa, otomatis pesanan akan semakin meningkat," katanya, Selasa (16/4).

Dikatakan, kandungan air dalam nira saat musim hujan kadang mencapai 40 persen. Meskipun hasil dalam bumbung tempat nira selalu penuh saat dipasang di manggar kelapa selama sehari, namun saat dimasak hasil gulanya sangat sedikit.

"Repotnya lagi waktu memasak gulanya menjadi lebih lama, karena harus menguapkan air dalam nira dulu. Bisa sampai delapan jam. Padahal, biasanya cuma 4 sampai 5 jam saja," katanya.

Kondisi seperti ini jelas berdampak para konsumsi kayu bakar yang digunakan sebagai sumber energi saat mengolah nira menjadi gula merah. Dengan harga gula Rp 2.500/kilogram dan hasil sekali masak 7-10 kilogram, pengrajin hanya dapat Rp 20 ribu.

"Itu masih dikurangi uang untuk beli kayu. Paling bersih dapatnya Rp 15.000," tuturnya. (pri/wan)


Berita Sejenis

Kloter SOC 47 Gelar Upacara HUT RI ke-74 di Mekkah

Kloter SOC 47 Gelar Upacara HUT RI ke-74 di Mekkah

Tak hanya digelar di tanah air, peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-74 juga digelar di luar negeri.


Disidak, Elpiji Tiga Kilogram Ternyata Dipakai Bahan Bakar Mesin Pompa Air

Disidak, Elpiji Tiga Kilogram Ternyata Dipakai Bahan Bakar Mesin Pompa Air

Hasil sidak Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM bersama Pertamina ke toko-toko di wilayah Dukuhwaru dan Pagerbarang


Babi Hutan Turun Gunung, Rusak Lahan Pertanian dan Rumah Warga Kabupaten Tegal

Babi Hutan Turun Gunung, Rusak Lahan Pertanian dan Rumah Warga Kabupaten Tegal

Kemarau tak hanya membuat hutan menjadi rawan kebakaran, akhir-akhir ini banyak babi hutan alias celeng yang turun gunung masuk ke perkampungan penduduk.


Idul Adha, Rumah Habib Muh Giren Ludes Terbakar

Idul Adha, Rumah Habib Muh Giren Ludes Terbakar

Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih.


Pantai Widuri Pemalang Dipercantik, Kayak Apa Ya?

Pantai Widuri Pemalang Dipercantik, Kayak Apa Ya?

Objek Wisata Pantai Widuri Pemalang tak lama lagi akan punya penampilan baru.


Dini Hari, Sejumlah Rumah Warga di Pantura Terbakar Hebat

Dini Hari, Sejumlah Rumah Warga di Pantura Terbakar Hebat

Sejumlah bangunan dan rumah warga di Dukuh Blendung RT 14 RW 05 Desa Kertasari Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal diamuk si jago merah, Jumat (9/8) pukul 00.05


Bupati Pemalang Junaedi Raih Cumlaude Program Doktor

Bupati Pemalang Junaedi Raih Cumlaude Program Doktor

Meski sudah menduduki jabatan publik di level bupati, Junaedi rupanya tak susut semangat menimba disiplin ilmu.


Tiga Bulan, Hasil Lelang Ikan Anjlok Drastis

Tiga Bulan, Hasil Lelang Ikan Anjlok Drastis

Aktivitas lelang di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjungsari, Pemalang sepi karena hanya sedikit nelayan yang melaut akibat cuaca buruk.


Berciri Seperti Pria, Mayat Tak Dikenal Ternyata Perempuan

Berciri Seperti Pria, Mayat Tak Dikenal Ternyata Perempuan

Temuan mayat tanpa identitas yang diduga tertabrak kereta api ternyata perempuan.


Tak Cicil dan Gelapkan Mobilnya, Oknum PNS di Brebes Dibui

Tak Cicil dan Gelapkan Mobilnya, Oknum PNS di Brebes Dibui

Salah seorang oknum pegawai negeri sipil (PNS) di Pemkab Brebes diringkus jajaran Tim Resmob Satreskrim Polres Brebes.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!