• Home
  • Berita Lokal
  • HGB Pasar Sore Rampung, Pemkot Tegal Malah Nanggung Hutang Rp1,7 Miliar

Lokal
Share this on:

HGB Pasar Sore Rampung, Pemkot Tegal Malah Nanggung Hutang Rp1,7 Miliar

  • HGB Pasar Sore Rampung, Pemkot Tegal Malah Nanggung Hutang Rp1,7 Miliar
  • HGB Pasar Sore Rampung, Pemkot Tegal Malah Nanggung Hutang Rp1,7 Miliar

STRATEGIS - Deretan puluhan ruko di Pasar Sore Tegal. (syamsul falak/radar tegal)

TEGAL - Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kota Tegal menyatakan, seluruh jajaran stakeholder diminta untuk berpartisipasi menuntaskan sengketa Pasar Sore. Sebab, dengan potensi aset dan sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah hingga kini perjanjian sewa hak guna bangunan (HGB) justru masih menyisakan piutang mencapai Rp1,7 miliar.

Kepala Dinkop UKM dan Perdagangan Khaerul Huda menjelaskan, setelah berakhirnya perjanjian sewa HGB dengan 23 pedagang dan pengembang pada 2012 lalu hingga kini belum ada kejelasan. Sehingga, pihaknya berharap seluruh stakeholder dari eksekutif (wali kota) dan legislatif (DPRD) bisa mendukung penuh untuk penyelesaian sengketa tersebut.

"Anehnya, sempat kami undang pedagang dan pengembang pada 2014 tapi gak datang. Kenapa justru sekarang malah menggugat," ungkapnya.

Lebih lanjut Khaerul Huda menuturkan jika konflik Pasar Pagi bisa diselesaikan melalui intervensi seluruh stakeholder yang ada minimal ikut menggiring untuk pembahasan solusi. Terlebih, dengan pengakuan sejumlah penyewa rumah toko (ruko) yang masih menempati menyatakan dukungan untuk penyelesaian permasalahan HGB.

Menurutnya, semua langkah dan upaya pendekatan persuasif harus tetap menjadi prioritas dalam menegakkan regulasi Pemerintah Daerah.

Sementara itu, Kepala Bidang Pasar M. Suherman menambahkan, hingga saat ini jumlah kios yang masih dalam sengketa sebanyak 23 unit dan masih ditempati penyewa. Bahkan, dengan berakhirnya perjanjian sewa HGB sejak 2012 namun hingga kini belum ada kejelasan terkait piutang yang menjadi potensi PAD.

"Untuk perjanjian baru, kami mempersilahkan bagi penyewa yang mau lanjut. Tapi, bagi yang tidak ingin diharapkan bisa menyelesaikan piutang terlebih dulu," tandasnya. (syf/ela)



Berita Sejenis

Nglurug Jakarta Lagi, Nelayan Tegal Bawa Sejuta Surat untuk Jokowi

Nglurug Jakarta Lagi, Nelayan Tegal Bawa Sejuta Surat untuk Jokowi

Meski telah bertemu dengan presiden RI Joko Widodo kemarin, ribuan nelayan kembali akan mendatangi Jakarta Selasa (16/1) sore ini.


Pemkab Tegal Butuh 3.077 PNS Baru

Pemkab Tegal Butuh 3.077 PNS Baru

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal masih menunggu persetujuan pemerintah pusat terkait pengajuan rekrutmen CPNS.


Dua Tebing Longsor, Tiga Rumah Terancam Tertimbun

Dua Tebing Longsor, Tiga Rumah Terancam Tertimbun

Akibat diguyur hujan lebat, tebing di dua lokasi berbeda di Desa Carul Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal longsor, Senin (15/1) malam.


Harga Beras Medium Masih Tinggi

Harga Beras Medium Masih Tinggi

Operasi pasar yang dilakukan Pemkot Tegal dan Bulog belum berdampak signifikan terhadap penurunan harga beras medium.


Terbukti Berzina, Oknum Anggota DPRD di-PAW

Terbukti Berzina, Oknum Anggota DPRD di-PAW

Melalui Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Tegal, Harnotosi resmi menggantikan Suprianto yang dicopot sebagai anggota DPRD karena mendapat sanksi PAW.


Sore Nanti, Tes Kesehatan Balon Bupati dan Wakilnya Diumumkan

Sore Nanti, Tes Kesehatan Balon Bupati dan Wakilnya Diumumkan

Hasil kesehatan bakal calon bupati dan wakil bupati yang mendaftar pilkada Kabupaten Tegal baru diketahui, Selasa (16/1) sore, nanti.


2019, KTP, KK, dan Akta Kelahiran Gratis

2019, KTP, KK, dan Akta Kelahiran Gratis

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal akan menghilangkan pembuatan izin gangguan (HO).


Bunda Sitha Didakwa Terima Rp8,8 Miliar

Bunda Sitha Didakwa Terima Rp8,8 Miliar

Wali Kota Tegal nonaktif Siti Masitha Soeparno didakwa menerima suap total mencapai Rp8,8 miliar.


Mantan Anggota Dewan dan Selingkuhannya Dibui

Mantan Anggota Dewan dan Selingkuhannya Dibui

Tim Pidana Umumum (Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tegal akhirnya mengeksekusi terdakwa kasus perzinaan.


Diminta Presiden Jokowi Nyanyi Campursari, Ibu Ini Malah Tarlingan

Diminta Presiden Jokowi Nyanyi Campursari, Ibu Ini Malah Tarlingan

Presiden Jokowi meminta warga yang bisa menyanyikan tembang karawitan untuk maju dan naik ke panggung.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!