oleh

Infrastruktur Jalur Alternatif di Pantura Rusak Parah

SLAWI – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal Rudi Indrayani mengungkapkan, banyak jalan alternatif di wilayah pantura rusak parah. Pemkab Tegal harus segera menyikapi karena mayoritas merupakan jalan penunjang perekonomian.

Rudi Indrayani, Rabu (15/1) mengatakan, jalur alternatif wilayah pantura di ruas Jalan Tanjungharja-Maribaya, Kemantran-Tanjungharja Kecamatan Kramat rusak parah. Jalan yang menjadi kewenangan Kabupaten Tegal dengan panjang 5 kilometer itu, rusak sejak beberapa tahun. Jalan penghubung antara Desa Tanjungharja, Plumbungan dan Maribaya sudah berlubang. Bahkan aspal jalan yang dibangun beberapa tahun lalu sudah mengelupas.

“Saat musim penghujan, lubang jalan itu terisi air sehingga layaknya kolam air,” katanya.

Jalan itu seharusnya sudah dibangun lama, tambah Rudi, karena kondisinya sangat memprihatinkan. Pihaknya sudah mengusulkan perbaikan jalan tersebut di tahun 2021. Diharapkan perbaikan dilakukan dengan sistem betonisasi. Selain itu, jalan juga dilebarkan menjadi 5 meter. Pasalnya, jalan itu sebagai jalur alternatif saat jalur pantura mengalami kemacetan.

“Jangan mengandalkan bantuan dari DAK, karena tidak pasti bisa direalisasi. Jika memang akan menggunakan dana DAK, maka administrasinya dipersiapkan dengan matang,” tambahnya.

Pelebaran jalan, lanjut Rudi, juga harus dilakukan di jalan altetnatif Kemantran-Tanjungharja. Jalan sepanjang 6 kilometer itu kondisinya sangat sempit hanya selebar 2,5 meter. Padahal lalu lintas di jalan yang melintasi Desa Kertaharja, Kepunduhan, Kesaditan, dan Tanjungharja, sangat padat. Karena idealnya, jalan dilebarkan menjadi 5 meter, sehingga saat mobil berpapasan bisa lebih mudah.

Pelebaran jalan juga disarankan dilakukan di ruas Pala 27 menuju Jatilawang. Jalan alternatif pantura sepanjang 3 kilometer itu juga sangat sempit. (guh/ima)

Komentar

Berita Terbaru