• Home
  • Berita Lokal
  • Ingat Gaes, Pernikahan Dini Bisa Sebabkan Generasi Kerdil (Stunting)

Lokal
Share this on:

Ingat Gaes, Pernikahan Dini Bisa Sebabkan Generasi Kerdil (Stunting)

  • Ingat Gaes, Pernikahan Dini Bisa Sebabkan Generasi Kerdil (Stunting)
  • Ingat Gaes, Pernikahan Dini Bisa Sebabkan Generasi Kerdil (Stunting)

PERIKSA - Sintia, bayi stunting asal Desa Wanasari Kabupaten Brebes saat memeriksakan kesehatannya. (eko fidiyanto/radar brebes)

BREBES - Meskipun angka stunting (kondisi seorang anak memiliki tinggi badan lebih rendah dari standar usianya) turun menjadi 32,7 persen dibandingkan 2013 yang mencapai 47 persen, namun potensinya masih cukup terbuka. Itu mengingat fenomena pernikahan dini di Kabupaten Brebes masih terjadi.

Hingga awal tahun 2018 gizi buruk di Kabupaten Brebes masih menduduki peringkat pertama di Jawa Tengah. Tercatat ada 140 penderita gizi buruk di Kabupaten Brebes.

Pernikahan dini, di mana perempuan masih berusia terlalu muda menjadi salah satu faktor riskan terjadi masalah kesehatan dan gizi bagi anaknya. Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Brebes, Nurul Aeny menyebutkan pada ibu yang melahirkan pada usia remaja antara 15-19 tahun, atau ibu yang tingginya kurang dari 150 centimeter dan anak yang tidak mendapatkan asupan makanan yang optimal.

Di antaranya ASI ekslusif pada enam bulan pertama kehidupan, makanan pendaping (MP) ASI dimulai usia 6 bulan dan terus mendapatkan ASI hingga dua tahun atau lebih. “Akibat stunting anak mengalami hambatan pertumbuhan sehingga mempunyai fisik yang pendek sampai dewasa. Perkembangan sel otak terhambat sehingga kecerdasan berkurang, meningkatkan risiko menderita penyakit tidak menular seperti kencing manis dan hipertensi di usia dewasa,” ungkapnya.

Stunting adalah kondisi panjang atau badan anak anak dibawah standar dibandingkan usianya. Pengukuran badan dilakukan pada bayi usia 0-23 bulan dan pengukuran tinggi badan dilakukan untuk anak usia mulai 24 bulan.

“Ibu hamil yang menderita KEK (Kekurangan Energi Kronis) dan kurang darah (anemia) sangat berisiko untuk melahirkan bayi dengan berat lahir rendah yakni kurang dari 2.500 gram. Bayi tersebut berisiko mengalami hambatan pertumbuhan dan menjadi stunting,” kata Aeny di kantornya, kemarin.

Mengutip pernyataan Wapres Jusuf Kalla, Nurul menyebutkan, Indonesia saat ini krisis stunting. Untuk mencegah terjadinya stunting, calon pengantin dan ibu prahamil harus berada pada status gizi baik dan tidak menderita kurang darah (anemia), menunda kehamilan pada remaja sampai mereka berusia 20 tahun, ibu hamil mengkonsumsi 1 tablet tambahan darah setiap hari minimal 90 tablet berturut-turut, ibu hamil yang menderita KEK harus mendapat makanan tambahan pemulihan.

Untuk memastikan anak tidak terhambat pertumbuhannya, bayi perlu mendapatkan ASI ekslusif, MP-ASI yang tepat dan baik mulai anak berusia 6 bulan, pemberian tabur gizi pada makanan, pemberian ASI dilanjutkan sampai anak berusia dua tahun atau lebih, pemberian kapsul vitamin A, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan setiap bulan di posyandu, dan imunisasi dasar lengkap.

“Saat merubah paradigm di masyarakat yang seringkali dalam keluarga makanan untuk ayah lebih diprioritaskan, kemudian anak dan selanjutnya ibu. Artinya ayah mendapatkan porsi gizi yang lebih baik di banding anak dan ibu. Sekarang harus dibalik, anak jadi prioritas utama,” pungkasnya. (fid/ism/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Ingat, Data Penduduk Akan Diblokir Jika Lewati Batas Ketentuan

Ingat, Data Penduduk Akan Diblokir Jika Lewati Batas Ketentuan

Pemerintah mengancam akan memblokir data kependudukan warga yang berusia 23 tahun lebih, tapi belum melakukan perekaman KTP-el hingga 31 Desember mendatang.


 Gaes, Pacu Adrenalinmu dengan Panjat Tebing di Bukit Mendelem

Gaes, Pacu Adrenalinmu dengan Panjat Tebing di Bukit Mendelem

Satu lagi destinasi wisata yang bisa Anda kunjungi di Kabupaten Pemalang.


Di Police Line, 23 Room Karaoke New B’Fun Ludes Terbakar

Di Police Line, 23 Room Karaoke New B’Fun Ludes Terbakar

Setelah dianggap aman dari amukan si jago merah, managemen Karaoke New B Fun Kota Tegal hingga kini belum bisa menaksir kerugian atas insiden kebakaran.


Atletnya Raih Dua Perunggu Asian Games, Pemkot Tegal Belum Bisa Beri Penghargaan

Atletnya Raih Dua Perunggu Asian Games, Pemkot Tegal Belum Bisa Beri Penghargaan

Altet soft tennis yang berkiprah dari Kota Tegal, Prima Simpatiaji menorehkan prestasi dengan meraih dua medali perunggu di Asian Games 2018.


Pelantikan Pejabat di Brebes kok Bisa Keliru ya...

Pelantikan Pejabat di Brebes kok Bisa Keliru ya...

Pelantikan pejabat eselon III dan IV Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes, Rabu (5/9) lalu, ditengarai belum beres.


Ingat Gaes! STNK Mati 2 Tahun, Data Kendaraan Bisa Dihapus

Ingat Gaes! STNK Mati 2 Tahun, Data Kendaraan Bisa Dihapus

Sudah seharusnya pada pemilik kendaraan tidak membiarkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) mati.


Kepala Dinas Pensiun, KK dan Akta Kelahiran Belum Bisa Diteken

Kepala Dinas Pensiun, KK dan Akta Kelahiran Belum Bisa Diteken

Pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) di Kabupaten Brebes sempat terhambat per 1 September lalu.


Ada Dua Wahana Baru, Guci Optimis Dongkrak Pendapatan Daerah

Ada Dua Wahana Baru, Guci Optimis Dongkrak Pendapatan Daerah

Keberadaan dua wahana baru di obyek wisata Guci Kabupaten Tegal diharapkan bisa mendongkrak PAD yang diperoleh destinasi wisata andalan Pemkab Tegal itu.


Harpelnas, Anda Bisa Dapat Diskon 20 All Product Wardah

Harpelnas, Anda Bisa Dapat Diskon 20 All Product Wardah

PT. Paragon Technology Kantor Cabang Tegal dengan brandnya Wardah menggelar persembahan spesial bagi masyarakat, utamanya konsumennya, yakni diskon 20 persen.


Adu Banteng vs Bus Malam, Begini Parahnya Moncong Xenia

Adu Banteng vs Bus Malam, Begini Parahnya Moncong Xenia

Kecelakaan terjadi di Jalur Pantura Kabupaten Tegal tepatnya di Jalan Raya Padaharja Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal Selasa (4/9) dini hari.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!