• Home
  • Berita Lokal
  • Ironis! Meski Dekat Waduk Penjalin, Warga Malah Rawan Kekeringan

Lokal
Share this on:

Ironis! Meski Dekat Waduk Penjalin, Warga Malah Rawan Kekeringan

  • Ironis! Meski Dekat Waduk Penjalin, Warga Malah Rawan Kekeringan
  • Ironis! Meski Dekat Waduk Penjalin, Warga Malah Rawan Kekeringan

RAWAN- Beberapa pedukuhan di Desa Winduaji rawan kesulitan air bersih meski berada di sekitar Waduk Penjalin. (teguh supriyanto/radar brebes)

PAGUYANGAN - Ironis! Sebanyak 6 pedukuhan yang berada di pinggiran Waduk Penjalin Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan justru rawan mengalami krisis air bersih.

Memasuki pertengahan bulan Agustus ini, sebagian di wilayah tersebut, mulai merasakan kesulitan dalam mendapat air bersih, sebagai dampak dari musim kemarau yang tengah berlangsung.

Wibowo, 39, salah seorang warga Dukuh Karangsempu menyampaikan, meski berada di pinggiran Waduk Penjalin, namun warga di pedukuhan di wilayahnya tersebut kerap mengalami kesulitan air bersih jika musim kemarau berlangsung.

"Letak pedukuhan berada di wilayah dataran tinggi. Kebanyakan air sumur warga sudah menyusut saat ini. Sehingga warga cukup kesulitan mendapat air bersih," ungkapnya, Rabu (17/8).

Dikatakan, keberadaan waduk tidak menjamin tersedianya air bersih bagi warga yang tinggal di sekitarnya. Terlebih saat ini, permukaan air di waduk seluas 1,25 kilometer persegi yang memiliki daya tampung dalam kondisi normal 9,5 juta meter kubik tersebut, saat ini menyusut.

"Terlebih saat ini juga sedang dilakukan pengeringan waduk, sehingga permukaan air menurun. Praktis, hal ini juga berpengaruh pada menurunnya permukaan air tanah di sumur milik warga yang tinggal di wilayah lebih tinggi," ucap Wibowo.

Untuk mendapatkan air bersih, warga terpaksa mengambil dari pedukuhan terdekat yang sudah tersentuh program sarana air bersih.

"Ya terpaksa bolak-balik ke luar pedukuhan untuk mendapatkan air. Terutama yang digunakan untuk konsumsi," kata Wibowo.

Data yang ada di Kantor Desa Winduaji, enam pedukuhan yang rawan mengalami kondisi kesulitan air bersih ini meliputi, Keduagung, Pecikalan, Blandongan, Bulakamba, Soka dan Karangsempu.

"Terdapat lebih dari dari 1.700 jiwa yang tinggal di 6 pedukuhan tersebut. Sebelumnya mereka mengandalkan sumur-sumur rumah, sebagai sumber air bersih untuk keperluan harian," jelas Ahmad, perangkat Desa Winduaji.

Dengan kondisi yang ada saat ini, pihaknya telah melakukan pendataan sebagai bahan laporan ke tingkat kecamatan. Di dalam upaya pemetaan wilayah yang rawan mengalami krisis air bersih, pada tahun-tahun sebelumnya, wilayah tersebut juga mendapat droping air bersih dari pemkab.

"Untuk sementara ini masih bisa mendapat air dari luar pedukuhan, namun kami akan ajukan lagi permohonan bantuan jika kondisi kesulitan air semakin bertambah luas," imbuh Ahmad. (pri/ism/ima)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Dukungan Moril untuk Papua Warnai Karnaval Pemalang

Dukungan Moril untuk Papua Warnai Karnaval Pemalang

Dukungan moril untuk warga Papua terus berdatangan dari segala penjuru.


Wanita Muda yang Nikahi Kakek 83 Tahun Itu ternyata Janda

Wanita Muda yang Nikahi Kakek 83 Tahun Itu ternyata Janda

Masih ingat dengan Nuraeni (27), warga Desa Jatilaba Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal yang menikah dengan Sudirgo (83) tahun?


Ramaikan HUT Kemerdekaan, Warga Tanjungsari Bikin Karnaval Bergiliran

Ramaikan HUT Kemerdekaan, Warga Tanjungsari Bikin Karnaval Bergiliran

Warga di dusun Tanjungsari Kelurahan Sugihwaras, Kecamatan Pemalang, punya cara sendiri meramaikan HUT Kemerdekaan.


Gas Elpiji 3 Kg di Tegal Langka, Begini Tanggapan Pertamina

Gas Elpiji 3 Kg di Tegal Langka, Begini Tanggapan Pertamina

Sejumlah warga belakangan kelimpungan, karena kesulitan mencari gas LPG 3 kilogram.


Kenal Singkat, Kakek 83 Tahun di Tegal Nikahi Gadis 27 Tahun

Kenal Singkat, Kakek 83 Tahun di Tegal Nikahi Gadis 27 Tahun

Sudirgo (83), warga warga RT 3 RW 5 Desa Pagerbarang, Pagerbarang Kabupaten Tegal menyunting Nuraeni (22) asal Desa Jatilaba, Margasari Kabupaten Tegal, Minggu


Momen Hari Merdeka, Warga Dukuh Kalisusu Didrop Air Bersih

Momen Hari Merdeka, Warga Dukuh Kalisusu Didrop Air Bersih

Warga Dukuh Kalisusu RT 32 RW 14 Desa Karanganyar, Kecamatan Kedungbanteng, Sabtu (17/8) didroping air bersih oleh BPBD Kabupaten Tegal.


Saat Setubuhi Anak di Bawah Umur, Pria Ini Baru Tahu 'Burung'nya Loyo

Saat Setubuhi Anak di Bawah Umur, Pria Ini Baru Tahu 'Burung'nya Loyo

Kesepian lama ditinggal setahun istrinya, Daryono (47), warga Dukuh Jubang, Kertasari, Suradadi, Kabupaten Tegal nekat menyetubuhi anak dibawah umur.


Jaringan Air Baku Diharapkan Jadi Solusi Permanen Atasi Kekeringan

Jaringan Air Baku Diharapkan Jadi Solusi Permanen Atasi Kekeringan

Jaringan air baku yang akan dibangun di Kecamatan Pulosari diharapkan bisa menjadi solusi permanen mengatasi persoalan air bersih


Warga Desa Lebaksiu Kidul Dilatih Ecoprint Teknik Pounding

Warga Desa Lebaksiu Kidul Dilatih Ecoprint Teknik Pounding

Tim II KKN Universitas Diponegoro (Undip) Lebaksiu Kidul menggelar Pelatihan Ecoprint dengan Teknik Pounding.


Malu Hamil, Oknum Mahasiswi Ini Buang Bayinya

Malu Hamil, Oknum Mahasiswi Ini Buang Bayinya

RS (19), warga Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes harus mempertanggungjawabkan perbuatannya membuang bayi yang baru saja dilahirkannya.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!