• Home
  • Berita Lokal
  • Istri Driver Ojol yang Tewas Dibunuh Minta Pelaku Dihukum Berat

Lokal
Share this on:

Istri Driver Ojol yang Tewas Dibunuh Minta Pelaku Dihukum Berat

  • Istri Driver Ojol yang Tewas Dibunuh Minta Pelaku Dihukum Berat
  • Istri Driver Ojol yang Tewas Dibunuh Minta Pelaku Dihukum Berat

SETIMPAL – Laeli Oktaviani, Istri korban, meminta pelaku pembunuhan suaminya dihukum berat dan setimpal, kematin. (agus wibowo/radar tegal)

TEGAL - Laeli Oktaviani, istri Eko Prasetyo, driver ojek online (ojol) yang dibunuh, Kamis (7/3) lalu, meminta polisi menghukum berat pembunuh suaminya. Menurutnya, pelaku sudah sangat sadis dan tak berperi kemanusiaan menghabisi nyawa suaminya.

''Saya sangat berharap pelaku pembunuhan suami saya, dihukum maksimal dan setimpal,'' pintanya.

Laeli menhatakan suaminya mendapat penumpang dari di Stasiun Tegal, Rabu (6/3) malam, sekitar pukul 19.30 WIB. Selama menerima orderan, dia terus memantau suaminya dengan berkomunikasi melalui handphone.

Baca Juga:

Motif Pembunuh Driver Ojol karena Bingung Penuhi Kebutuhan Dua Istrinya

Driver Ojol di Tegal Tewas setelah Mukanya Dibenamkan ke Lumpur Sawah

Hampir sekitar setengah jam, papar Laeli, dia berkomunikasi dengan mendiang suaminya itu. ''Di tengah perjalanan, penumpangnya mendadak meminta untuk berhenti. Katanya penumpang (pelaku, Red.) sedang menunggu temannya,'' ceritanya.

Tanpa menaruh curiga, tambah Laeli, suaminya menuruti permintaan si penumpang. "Suami saya bilang kasihan, masa ditinggal sendiri. Apalagi kondisinya sudah larut malam dan belum bayar juga," tuturnya.

Hanya saja firasat Laeli berkata lain. Untuk memastikannya dia meminta suami untuk melakukan video call. Dia ingin tahu situasi dan kondisi saat itu. "Saya minta video call, namun gelap. Jadi gambarnya tidak jelas. Makanya saya tutup lagi teleponnya," bebernya saat menemui di rumahnya.

Untuk menenangkannya, tambah Laeli, suaminya membagikan posisinya saat itu lewat Google Map. Hal itu dilakukan untuk terus memantaunya selama perjalanan.

''Sekitar pukul 20.16 WIB, saya sudah tidak mendapatkan respon telepon dari suami. Beberapa kali handphonenya berusaha saya hubungi, tapi sulit,'' ungkapnya.

Terakhir kali dia berkomunikasi dengan suaminya sekitar pukul 20.16 WIB. Saat kembali dihubungi sekitar pukul 21.00 WIB, masih tak ada respon. Dia ciba lagi menelpon, Kamis (7/3) dinihari, pukul 02.00 WIB, juga tidak ada respon.

''Esokan paginya, sekitar pukul 08.00 WIB, untuk memastikan kondisi saya mendatangi rumah orangtua korban. Namun tidak ada,'' paparnya.

Hingga, Kamis (7/3), sekitar pukul 14.00 WIB, dia mendapat kabar dari polisi bahwa suaminya Eko Prasetyo ditemukan meninggal dunia. Sebelumnya, diketahui korban sempat lama merantau ke Bogor sebagai pedagang warteg.

Dia baru menekuni profesi sebagai driver ojol sekitar tiga bulan terakhir. Di mata keluarga dan teman-temannya, korban merupakan pribadi yang baik dan suka menolong. (gus/ela/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Pembunuhan ABG Dalam Karung Segera Direka Ulang

Pembunuhan ABG Dalam Karung Segera Direka Ulang

Satreskrim Polres Tegal segera menggelar rekonstruksi pembunuhan ABG yang mayatnya dimasukan ke dalam karung.


Jaringan Air Baku Diharapkan Jadi Solusi Permanen Atasi Kekeringan

Jaringan Air Baku Diharapkan Jadi Solusi Permanen Atasi Kekeringan

Jaringan air baku yang akan dibangun di Kecamatan Pulosari diharapkan bisa menjadi solusi permanen mengatasi persoalan air bersih


Aquaponic Jadi Solusi untuk Pesarean

Aquaponic Jadi Solusi untuk Pesarean

Sampah merupakan masalah terbesar yang masih menjadi tugas utama bagi semua unsur masyarakat yang ada di Desa Pesarean.


Sangat Sadis, Begini Peran Kelima Pelaku saat Mengeksekusi Nurhikmah

Sangat Sadis, Begini Peran Kelima Pelaku saat Mengeksekusi Nurhikmah

Apa yang dilakukan pelaku terhadap Nurhikmah (16), ABG yang tewas dalam karung, sungguh di luar batas kewajaran.


Lima Pelaku Pembunuhan Taburkan Kopi Berbulan-bulan? Ini Penjelasan Polisi

Lima Pelaku Pembunuhan Taburkan Kopi Berbulan-bulan? Ini Penjelasan Polisi

Penemuan mayat dalam karung yang ditemukan di sebuah rumah kosong di Desa Cerih Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal sempat menimbulkan tanda tanya besar.


Lima Pelaku Pembunuh ABG Dalam Karung Terancam Bui 20 Tahun

Lima Pelaku Pembunuh ABG Dalam Karung Terancam Bui 20 Tahun

Para pelaku pembunuhan Nurhikmah (16), yang jazadnya ditemukan terbungkus karung di Desa Cerih Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal, Jumat (9/8), sudah meringku


Malu Hamil, Oknum Mahasiswi Ini Buang Bayinya

Malu Hamil, Oknum Mahasiswi Ini Buang Bayinya

RS (19), warga Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes harus mempertanggungjawabkan perbuatannya membuang bayi yang baru saja dilahirkannya.


Curiga Pacarnya Punya Teman tapi Mesra, Nurkhimah Disetubuhi lalu Dihabisi

Curiga Pacarnya Punya Teman tapi Mesra, Nurkhimah Disetubuhi lalu Dihabisi

Polres Tegal akhirnya mengungkapkan ke publik kasus penemuan mayat yang ditemukan terikat dalam karung


Dongkrak Perekonomian Rakyat, Rancang Desa Wisata Balaradin

Dongkrak Perekonomian Rakyat, Rancang Desa Wisata Balaradin

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal Jawa Tengah menyadari pentingnya arti desa wisata yang bertujuan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).


Cemburu dan Sakit Hati, Alasan Para Pelaku Tega Habisi Nurhikmah

Cemburu dan Sakit Hati, Alasan Para Pelaku Tega Habisi Nurhikmah

Misteri pembunuhan terhadap Nurhikmah (16) yang jazadnya ditemukan dalam rumah kosong akhirnya terungkap.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!