• Home
  • Berita Lokal
  • Jadi Tim Sukses, Kepala Daerah Harus Cuti dan Dilarang Pakai Barang Negara

Lokal
Share this on:

Jadi Tim Sukses, Kepala Daerah Harus Cuti dan Dilarang Pakai Barang Negara

  • Jadi Tim Sukses, Kepala Daerah Harus Cuti dan Dilarang Pakai Barang Negara
  • Jadi Tim Sukses, Kepala Daerah Harus Cuti dan Dilarang Pakai Barang Negara

TEGAL - Seorang Kepala Daerah diperbolehkan menjadi anggota tim sukses pasangan calon. Hanya saja, ada sejumlah aturan-aturan yang harus dipenuhi.

Ketua Bawaslu Kota Tegal Akbar Kusharyanto mengatakan kepala daerah merupakan jabatan politis. Sehingga dia dibolehkan menjadi bagian dari tim sukses salah satu pasangan calon.

"Karena itu jabatan politis, dibolehkan untuk menjadi anggota tim sukses," katanya.

Meski begitu, kata Akbar, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. Di antaranya, saat pelaksanaan kegiatan dalam masa cuti dan tidak menggunakan fasilitas negara.

"Boleh saja, tapi ada syaratnya di antaranya cuti dan tidak menggunakan fasilitas negara," tegasnya.

Komisioner Bawaslu Nurbaeni mengatakan untuk meningkatkan pengawasan penyelenggaraan Pemilu 2019, pihaknya tengah menggerakan masyarakat untuk melakukan pengawasan partisipatif. Elemen masyarakat yang disasar antara lain pramuka, mahasiswa dan tokohnya.

"Saat ini kita masih menyelenggarakan bintek pengawasan pemilihan partisipatif," pungkas Nurbaeni. (muj/zul)

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Dinas Sosial Dirikan Dapur Umum di Lokasi Kebakaran Hutan

Dinas Sosial Dirikan Dapur Umum di Lokasi Kebakaran Hutan

Kebakaran hutan di Lereng Gunung Slamet Dukuh Sawangan dan Kalipedes semakin meluas.


Proses Pemadaman Api Terkendala Minimnya Peralatan

Proses Pemadaman Api Terkendala Minimnya Peralatan

Kebakaran hutan yang terjadi di Lereng Gunung Slamet, Dusun Sawangan dan Kalipedes semakin meluas.


Korban Ambulans Maut Bertambah Jadi Lima Orang

Korban Ambulans Maut Bertambah Jadi Lima Orang

Korban tewas akibat kecelakaan maut di Tol Pejagan-Pemalang, tepatnya di Desa Kendayakan Kecamatan Warureja Kabupaten Tegal, Kamis (19/9) sore, bertambah.


Polisi Bentuk Tim Atasi Kebakaran Lereng Gunung Slamet

Polisi Bentuk Tim Atasi Kebakaran Lereng Gunung Slamet

Untuk mengatasi kebakaran 18 hektare hutan lindung yang berada di Petak 48 dan 16, Polres Tegal membentuk tim penanggulangan.


Gelandangan di Tengah Kota, Enam Orang Gila Diamankan

Gelandangan di Tengah Kota, Enam Orang Gila Diamankan

Enam orang gila diamankan Dinas Sosial dan personel Satpol PP Kabupaten Brebes, Kamis (19/9).


Dosen dan Mahasiswa di Tegal Tolak UU KPK yang Baru

Dosen dan Mahasiswa di Tegal Tolak UU KPK yang Baru

Puluhan mahasiswa dan civitas akademika dari salah satu universitas ternama di Kota Tegal menggelar aksi penolakan disyahkannya Undang-undang (UU) KPK yang baru


Panitia Pilkades Gumayun Diduga Teledor

Panitia Pilkades Gumayun Diduga Teledor

Riak kecil mulai mengemuka di tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak gelombang ketiga yang akan digelar 20 November 2019.


Kebakaran Hutan di Lereng Gunung Slamet Meluas Jadi 18 Hektare

Kebakaran Hutan di Lereng Gunung Slamet Meluas Jadi 18 Hektare

Hingga, Rabu (18/9) malam, api yang membakar kawasan hutan di lereng Gunung Slamet sejak sehari sebelumnya belum dapat dipadamkan.


95 Persen Kebakaran Hutan dan Lahan dari Pembakaran Sampah

95 Persen Kebakaran Hutan dan Lahan dari Pembakaran Sampah

Isu nasional terkait kebakaran hutan akhir-akhir ini juga menimpa di daerah.


Kekeringan Meluas Hingga 4 Kecamatan di Pemalang

Kekeringan Meluas Hingga 4 Kecamatan di Pemalang

Kemarau yang cukup panjang membuat sejumlah daerah di Kabupaten Pemalang mengalami kekeringan dan berdampak pada kurangnya kebutuhan air bersih.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!