by

Jalan Babadan-Kedungjati Rusak Parah

WARUREJA – Ruas Jalan Babadan-Kedungjati Kecamatan Warureja Kabupaten Tegal mengalami kerusakan yang cukup parah. Sebagian jalan berlubang dan aspalnya mengelupas. Padahal, jalan sepanjang sekitar 8 kilometer itu merupakan jalur alternatif dari pantura menuju ke Kota Slawi hingga Purwokerto.

“Memang sudah rusak. Tapi tidak semuanya. Masih bisa dilewati kendaraan meskipun harus pelan-pelan,” tutur Riyanto, 38, salah satu warga Desa Banjarturi Kecamatan Warureja, Kamis (16/1).

Dia menuturkan, ruas Jalan Babadan-Kedungjati merupakan akses utama di wilayah Kecamatan Warureja. Jalan itu membentang di Desa Banjarturi, Warureja, Sukareja, Kendayakan, hingga Desa Kedungjati. Setiap hari, mobilitas kendaraan di jalan tersebut sangat tinggi karena jalan itu merupakan akses pendidikan, perekonomian dan pertanian warga. Menurut Riyanto, kerusakan terparah berada di sepanjang Jalan Babadan hingga Sukareja. Hampir semua aspal mengelupas dan dipenuhi lubang.

“Kalau hujan membahayakan. Lubangnya berisi air. Jadi tidak terlihat oleh pengendara. Akibatnya, pengendara terpeleset dan jatuh,” ungkapnya.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tegal Bakhrun membenarkan kerusakan jalan di wilayah Kecamatan Warureja. Dia mengaku kerap mendapat aduan dari masyarakat di wilayah tersebut. Dia berharap, jalan itu dibeton supaya kuat dan tahan lama.

“Di situ tanahnya memang labil. Jadi kalau diaspal pasti rusak lagi. Itu harus ditinggikan dan dibeton,” sarannya.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Tegal Hery Suhartono melalui Kabid Jalan Sudarso menyatakan, anggaran untuk peningkatan ruas Jalan Babadan-Kedungjati di tahun ini tidak dianggarkan dalam APBD II. Namun, dia mengaku sudah mengusulkan anggaran ke pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2020.

“Tapi usulan itu ditolak. Semoga tahun 2021, bisa direaliasi,” ucapnya singkat. (yer/ima)

Comment

Berita Terbaru