Lokal
Share this on:

Kalah Gugatan, SMAN 1 Tegal Terancam Dirobohkan

  • Kalah Gugatan, SMAN 1 Tegal Terancam Dirobohkan
  • Kalah Gugatan, SMAN 1 Tegal Terancam Dirobohkan
  • Kalah Gugatan, SMAN 1 Tegal Terancam Dirobohkan
  • Kalah Gugatan, SMAN 1 Tegal Terancam Dirobohkan
  • Kalah Gugatan, SMAN 1 Tegal Terancam Dirobohkan
  • Kalah Gugatan, SMAN 1 Tegal Terancam Dirobohkan

TEGAL - Seratusan orang dan keluarganya yang tergabung dalam Ikatan Alumni Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Tegal (Ikasma) menggelar aksi damai di Jalan Menteri Supeno, Jumat (11/1) sore. Aksi dilakukan sebagai bentuk penolakan atas rencana penggusuran SMA pertama di Kota Tegal itu.

Dalam aksinya, mereka membubuhkan tanda tangan dan membentangkan spanduk hingga meneriakkan yel-yel. Harapannya, SMAN 1 Tegal yang didirikan 1958 lalu itu tak digusur, meski PTUN telah memenangkan PT KAI atas gugatan sengketa tanah yang di atasnya berdiri bangunan SMAN 1 Tegal.

Ketua Ikasma Tafakurrozak mengatakan aksi turun ke jalan dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan akan persoalan sengketa lahan SMA Negeri 1 Tegal dengan PT KAI.

“Kami prihatin terhadap persoalan sengketa lahan SMA Negeri 1 Tegal. Kami merasa memiliki sebagai almameter. Karenanya, kami bersama dengan rekan-rekan alumnus lainnya menggelar aksi damai ini,” ungkapnya.

Baginya, bangunan SMA Negeri 1 Tegal memiliki nilai sejarah. Terlebih bagi para alumninya. Selain itu, sekolah tersebut sudah banyak mencetak orang-orang sukses. Karenanya, Ikasma mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan musyawarah untuk menyelesaikan persoalan ini.

“Kami mengimbau PT KAI, Kementerian BUMN, Kemendagri, dan Kemendikbud duduk bersama mencari solusi terbaik. Sebab, seluruh pihak itu sama-sama instansi pemerintah,” papar Tafakurrozak.

Dia juga menyarankan agar penyelesaian masalah bisa menggunakan restorasi justice. Ini dilakukan untuk mempertimbangkan keberlangsungan dalam proses belajar mengajar di sekolah. “Coba dipertimbangkan lagi. Apa tidak kasihan dengan proses belajar mengajar bagi murid,” tanya dia.

Tafakurrozak berharap, SMAN 1 dan SMPN 1 Tegal yang diketahui bangunannya memliki sengketa dengan PT KAI tidak diubah apalagi digusur. Apalagi, mereka yang bersengketa adalah sama-sama dari pihak pemerintah. Sebab, sekolah tersebut memiliki tujuan, yakni mencerdaskan anak bangsa.

Hal senada dr Hendadi Setiadi. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal ini juga pengurus Ikasma berharap agar SMAN 1 Tegal ini tidak dipindah apalagi sampai digusur. “Banyak nilai historis yang sangat luar biasa di SMAN 1 Tegal ini. Selain itu, SMAN 1 Tegal juga memiliki segudang prestasi yang patut diperjuangkan dan dikembangkan,” jelasnya.

Diceritakan, pada 1 Agustus 1958, Kota Tegal mendirikan SMA Negeri 1 Kota Tegal yang terletak di Jalan Menteri Supeno No 16. Dengan SK Depdikbud No 16/SK/8.111 tanggal 21 Agustus 1958, disusul dengan pengangkatan Raden Nyoewono Tjokrosoebroto BA sebagai direktur pertama.

Kemudian, pada 3 November 1958, Soewojo selaku Inspeksi SMA di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meresmikan sekolah tersebut.

Selain itu, pada 28 Agustus 1974, telah ditertibkan sertifikat atas tanah yang di atasnya berdiri bangunan SMAN 1 Tegal berupa Sertifikat Hak Pakai No. 1 terletak di Slerok Tegal Timur dengan luas sekitar 6.890 meter persegi. Dalam sertifikat tersebut terdaftar atas nama Perwakilan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng.

“Bahwa PT KAI (Kereta Api Indonesia) pada 2017 telah mengajukan gugatan atas penerbitan sertifikat hak pakai No. 1 tersebut di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang terhadap I Kepala Kantor Pertanahan Kota Tegal, II Wali Kota Tegal, dan III Gubernur Jateng,” jelasnya.

Pada peradilan pertama PTUN 18 Oktober 2017 lalu, urai Hendardi, PT KAI memenangkan gugatan tersebut. Kemudian, Pihak tergugat mengadukan banding ke Pengadilan Tinggi Surabaya. Namun, PT KAI selaku penggugat kembali memenangkannya. Hingga sampai ke kasasi, 21 Agustus 2018, juga dimenangkan PT KAI.

Dari keputusan tersebut, lanjut dia, PT KAI selaku penggugat akan mengambil alih tanah yang di atasnya berdiri bangunan SMAN 1 Tegal. Kemudian selaku tergugat (tergugat I Kepala Kantor Pertanahan Kota Tegal, II Wali Kota Tegal, dan III Gubernur Jateng) kini masih memiliki waktu dalam upaya melakukan peninjauan kembali (PK) kepada Mahkamah Agung RI.

“Sebaiknya pihak tergugat melakukan pengajuan upaya hukum PK. Tergugat juga bisa mengajukan gugatan perdata di PN Tegal, termasuk bisa melakukan mediasi perdamaian (islah) atau kompromi dengan PT KAI agar tercapai hasil yang terbaik bagi SMAN 1 dan SMP Negeri 1 Tegal,” jelasnya.

Dia berharap, SMAN 1 Tegal tidak digusur. Sebab, SMAN 1 Tegal adalah titik awal pendidikan tingkat atas di Kota Tegal. Selain itu, telah banyak memiliki sumbangsih keilmuan terhadap masyarakat. Terlebih, fisik bangunan maupun sumber daya yang ada SMAN 1 Tegal adalah aset kemanusiaan dan pendidikan dan saat ini masih digunakan sebagai sarana belajar mengajar.

Karennya, lanjut dia, Ikasma akan selalu mendukung segala upaya untuk menjaga kelestarian SMAN 1 Tegal dan keberlanjutan proses pendidikan yang berlangsung di dalamnya. Pihanya juga akan membuka dialog dengan PT KAI, Kementerian BUMN, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Perhububungan, dan Kementerian Dalam Negeri, agar memperhatikan permohonan ini demi keberlanjutan pendidikan berkualitas di Kota Tegal.

“Apabila mengalami kebuntuan akibat sengketa lahan, kami juga akan meminta Presiden untuk turun tangan menyelesaikan dan menghibahkan lahan tersebut untuk kepastian hukum SMAN 1 Tegal, khususnya dan kemajuan dunia pendidikan pada umumnya,” ungkapnya. (gus/fat/zul)

Berita Sebelumnya


Berita Sejenis

Mahasiswa Tegal Turun ke Jalan Tolak UU KPK

Mahasiswa Tegal Turun ke Jalan Tolak UU KPK

Massa Aliansi Mahasiswa Pancasakti menggeruduk DPRD Kota Tegal Jumat (20/9).


Korban Ambulans Maut Bertambah Jadi Lima Orang

Korban Ambulans Maut Bertambah Jadi Lima Orang

Korban tewas akibat kecelakaan maut di Tol Pejagan-Pemalang, tepatnya di Desa Kendayakan Kecamatan Warureja Kabupaten Tegal, Kamis (19/9) sore, bertambah.


Polisi Bentuk Tim Atasi Kebakaran Lereng Gunung Slamet

Polisi Bentuk Tim Atasi Kebakaran Lereng Gunung Slamet

Untuk mengatasi kebakaran 18 hektare hutan lindung yang berada di Petak 48 dan 16, Polres Tegal membentuk tim penanggulangan.


Alat Kelengkapan Dewan Dibagi Rata dengan Partai Koalisi

Alat Kelengkapan Dewan Dibagi Rata dengan Partai Koalisi

Pertemuan ketua partai peroleh kursi di DPRD Kabupaten Tegal telah sepakat untuk berkoalisi.


Partai Peroleh Kursi DPRD Sepakat Bentuk Koalisi Bersama

Partai Peroleh Kursi DPRD Sepakat Bentuk Koalisi Bersama

Seluruh partai politik peroleh kursi di DPRD Kabupaten Tegal sepakat membentuk koalisi. Langkah itu dilakukan agar roda pemerintahan dapat berjalan dengan baik.


Dosen dan Mahasiswa di Tegal Tolak UU KPK yang Baru

Dosen dan Mahasiswa di Tegal Tolak UU KPK yang Baru

Puluhan mahasiswa dan civitas akademika dari salah satu universitas ternama di Kota Tegal menggelar aksi penolakan disyahkannya Undang-undang (UU) KPK yang baru


Kekeringan di Pantura Semakin Parah

Kekeringan di Pantura Semakin Parah

Kekeringan di wilayah Pantura Kabupaten Tegal semakin parah. Sumur warga sudah banyak yang mengering. Lahan pertanian juga mengalami hal serupa.


Pelaku Pembunuhan Pengantin Baru di Pemalang, Terancam Hukuman Seumur Hidup

Pelaku Pembunuhan Pengantin Baru di Pemalang, Terancam Hukuman Seumur Hidup

Rekontruksi pembunuhan pegantin baru di Desa Mendelelem, Kecamatan Belik, menemukan fakta baru.


Emak-emak yang Mobilnya Tertabrak Kereta di Tirus Mengaku Salah dan Minta Maaf

Emak-emak yang Mobilnya Tertabrak Kereta di Tirus Mengaku Salah dan Minta Maaf

Dyah Widyastuti (56), emak-emak pengemudi yang mobilnya terperosok lalu tertabrak Kereta Api Argo Cirebon di Perlintasan Tirus Kota Tegal, Jumat (13/9) lalu


Khojin Kembali Pimpin Perbarindo DPK Tegal

Khojin Kembali Pimpin Perbarindo DPK Tegal

H Khojin SH MM kembali terpilih sebagai Ketua Perbarindo DPK Tegal dalam Musyawarah Komisariat (Muskom) VII DPK Tegal



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!