Lokal
Share this on:

Kang Nur Ramaikan Peluncuran Buku di Ajibarang

  • Kang Nur Ramaikan Peluncuran Buku di Ajibarang
  • Kang Nur Ramaikan Peluncuran Buku di Ajibarang

BACA WANGSALAN - Kang Nur saat membacakan wangsala Tegalan yang dikutip dari buku Wangsalan Tegal yang disusun Lanang Setiawan. (Wawan Setiawan/radartegal.com)

AJIBARANG - Sembilan penyair Tegal dari Komunitas Sastrawan Tegalan turut menyumbangkan karya puisinya dalam buku "Wulan Ndadari, Kumpulan Guritan Panginyongan". yang dihimpun Penyair Banyumas Wanto Tirta.

Sembilan nama dari Tegal yakni Dhenok Harti, Mohammad Ayyub, Tambari Gustam, Lanang Setiawan, Dr. Maufur, Dr. Tri Mulyono, Dwi Ery Santoso, dan Eppy Budi Prie.

Tulisan mereka dikumpulkan bersama 40 penyair lain dari Banyumas dengan Wanto Tirta sebagai editor, dan Hamidin Krazan sebagai penyunting.

Peluncuran buku digelar di Pendapa Ajibarang, Banyumas, bersamaan dengan HUT ke-9 Majalah Ancas Banyumas yang dikelola novelis kenamaan Ahmad Tohari, Minggu (7/4).

Dalam acara itu, mantan Wali Kota M. Nursholeh berkesempatan membaca wangsalan Tegalan dihadapan tamu undangan. Ia membacakan wangsalan tegalan yang diambil dari buku Wangsalan Tegal yang disusun Lanang Setiawan.

Selain dia, dilanjutkan penampilan dari Dr. Maufur, Dr. Tri Mulyono, Dwi Ery Santoso, dan Eppy Budi Prie.

Menurut Wanto Tirta, buku tersebut merupakan ajang kumpul para penulis dari Brebes, Tegal, Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, Pemalang dan Kebumen.

"Niatan kami menghimpun sajak-sajak lokal dari berbagai daerah, adalah agar masing-masing sajak-sajak mereka lebih dikenal tidak sebatas pada daerahnya sendiri, tapi melangkah lebih jauh ke daerah lain. Kerennya, sajak daerah bukan hanya jadi lakon di kandangnya sendiri," tegas Wanto.

Rencananya, kata Wanto Tirta yang kondang disebut Presiden Parikan mengatakan, agenda penerbitan buku kumpulan puisi berhasa lokal tsb akan diagendakan tiap tahun. "Insya Allah setiap tahun sekali akan diagendakan." (wan)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Persediaan Buku Perpustaan Digital I-Pemalang Masih Minim

Persediaan Buku Perpustaan Digital I-Pemalang Masih Minim

Persediaan buku perpustakaan digital yang dikembangkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dinpusarda) Kabupaten Pemalang masih terbilang cukup minim.


Ramaikan HUT Kemerdekaan, Warga Tanjungsari Bikin Karnaval Bergiliran

Ramaikan HUT Kemerdekaan, Warga Tanjungsari Bikin Karnaval Bergiliran

Warga di dusun Tanjungsari Kelurahan Sugihwaras, Kecamatan Pemalang, punya cara sendiri meramaikan HUT Kemerdekaan.


Furnitur dari Botol Plastik Ramaikan Lomba Ecobrick

Furnitur dari Botol Plastik Ramaikan Lomba Ecobrick

Ecobrick atau batu bata ramah lingkungan dipandang menjadi solusi efektif mengurangi pencemaran sampah plastik.


Wisatawan yang Hilang di Guci, Sebelumnya Mandi di Pancuran 13

Wisatawan yang Hilang di Guci, Sebelumnya Mandi di Pancuran 13

Pencarian Taufik Nur Romadhon (25), warga Karanganyar Kelurahan Muktiharjo Kecamatan Pedurungan Kota Semarang yang hilang di Obyek Wisata Guci terus dilakukan,


Nasabah Juga Tak Bisa Cek Saldo dari Buku Rekening

Nasabah Juga Tak Bisa Cek Saldo dari Buku Rekening

Kepanikan nasabah mandiri semakin bertambah. Pasalnya, selain tak bisa mengecek saldo lewat ATM, mereka juga tak bisa melakukannya menggunakan buku rekening.


Kang Ayub, Tabib Sastra Tegalan yang ‘Menghipnotis’ Warga

Kang Ayub, Tabib Sastra Tegalan yang ‘Menghipnotis’ Warga

Tabib Sastra Tegalan, Mohammad Ayub, berhasil menghipnotis warga saat membaca dua puisi Tegalan-nya yang berjudul “Wis Wayahe” dan “Luwak Wulune Embe”.


Mabuk, Pengunjung Alun-alun Sekarat Dikeroyok Sejumlah Pemuda

Mabuk, Pengunjung Alun-alun Sekarat Dikeroyok Sejumlah Pemuda

Fajar Nur Sidik (24) babak belur dan harus menjalani perawatan medis di IGD RSUD Brebes, Kamis (28/2).


Temannya Meninggal Dibacok, Siswa SMK Peristek Diminta Tak Simpan Dendam

Temannya Meninggal Dibacok, Siswa SMK Peristek Diminta Tak Simpan Dendam

Guru, dan siswa SMK Peristek Pangkah Kabupaten Tegal menggelar doa bersama menyusul meninggalnya Dimas Nur Afandi (16).


Begini Cerita Keberingasan dan Pembacokan yang Tewaskan Seorang Pelajar

Begini Cerita Keberingasan dan Pembacokan yang Tewaskan Seorang Pelajar

Saat jenazah Dimas Nur Afandi (16) dimakamkan di TPU Desa Lebeteng, Tarub, Selasa (29/1), salah seorang korban pembacokan yang selamat, Hilmi Muhammadi.


Anaknya Meninggal Dibacok, Ayah: Dimas Anaknya Pemalu dan Penakut

Anaknya Meninggal Dibacok, Ayah: Dimas Anaknya Pemalu dan Penakut

Dimas Nur Afandi (16) meninggal dunia setelah menjadi korban keberingasan gerombolan pelajar yang mengeroyok dan membacoknya.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!