Lokal
Share this on:

Kartu Tani di Brebes Banyak yang Tak Terpakai

  • Kartu Tani di Brebes Banyak yang Tak Terpakai
  • Kartu Tani di Brebes Banyak yang Tak Terpakai

WAWANCARA - Kepala DKPK Brebes Yulia Herawati saat memberikan keterangan terkait kartu tani, kemarin. (eko fidiyanto/radar brebes)

BREBES - Dari total jumlah pemegang kartu tani di Kabupaten Brebes yang mencapai 125 ribu orang, sebagian petani hingga kini belum bisa menggunakannya. Bahkan, beberapa kartu yang dimiliki petani terlihat baru, karena belum pernah dipakai.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Brebes Yulia Herawati mengatakan saat ini ada 63 ribu hektare lahan pertanian di Kabupaten Brebes. 41 ribu hektare di antaranya sudah menggunakan kartu tani.

Artinya, pemegang kartu tani di Kabupaten Brebes cakupannya sudah lebih dari 60 persen. Baik petani atas kepemilikan lahan, maupun yang sewa lahan.

"Kalau ada petani yang sampai sekarang tidak bisa menggunakan kartu tani, itu mungkin hanya sebagian kecil. SDM petani kan beragam, saat sosialisasi ada yang langsung nyambung, ada juga yang tidak bisa mencerna penjelasannya," katanya, Senin (11/3) kemarin.

Dijelaskan pula, dinasnya akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan, terkait keluhan para petani di Desa Tegalglagah Kecamatan Bulakamba yang hingga kini belum bisa menggunakan kartu tani. Petani di desa itu mengaku belum bisa menggunakan kartu tani, bahkan ada yang sama sekali belum pernah menggunakan kartu subsidi pupuk tersebut.

"Tentu kami akan melakukan pengecekan di lapangan. Karena keterbatasan jumlah PPL (penyuluh pertanian lapangan, red) yang kami miliki kurang," tambahnya.

Yulia menyebutkan, jumlah PPL di DKPK Brebes hanya 81 orang yang harus mengurus para petani dan kelompok tani di 297 desa di Kabupaten Brebes. Kini, satu PPL harus menangani 4 hingga 6 desa. Idealnya, untuk satu desa harus ada satu PPL.

Pasalnya, program kartu tani itu berjalan dengan baik. Bahkan, dari 125 ribu pemegang kartu tani, jumlahnya terus bertambah. "Program berjalan dengan baik dan saat ini banyak yang mendaftar untuk dapat kartu tani. Program ini juga menguntungkan pemerintah untuk distribusi pupuk. Petani juga bisa mendapatkan subsidi yang lumayan besar," tuturnya.

Dia mengungkapkan, kartu petani merupakan kartu identitas petani yang memiliki lahan maksimal 2 hektar dan diperuntukkan bagi petani yang menyewa lahan. Di dalam kartu tersebut, di dalamnya ada kuota pupuk yang bisa diperoleh para petani di kios yang sudah ditunjuk atau bekerjasama dalam program tersebut. Kartu itu untuk mendapatkan subsidi pupuk, jenis Urea, ZA, NPK.

Untuk jenis pupuk Urea, petani mendapat kuota 250 kg per hektar dengan harga subsidi Rp1.800 per kg. Sementara harga eceran tanpa kartu tani mencapai Rp5.800 per kg, petani lebih hemat Rp4.000 per kg.

Untuk pupuk ZA, jenis pupuk untuk tanaman bawang merah, pemenang kartu tani mendapat kuota 100 kg per hektare. Harga pupuk ini Rp1.300 per kg, yang harga ecerannya Rp4.500 per kg. Sehingga, petani lebih hemat Rp3.200 kg.

Untuk jenis pupuk NPK atau pupuk untuk daun (tumbuhan vegetatif), petani mendapat kuota per hektar 100 kg. Harga pupuk itu Rp2.300 per kg, sedangkan untuk harga eceran Rp6.000 kg. Petani lebih hemat Rp3.700 per kg. Dari harga subsidi itu, Yulia menuturkan, petani bisa lebih hemat untuk produksi pertanian.

"Kartu tani ini sangat menguntungkan bagi para petani yang memegang kartu ini, karena bisa memangkas biaya produksi pertanian," pungkasnya. (fid/ism/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Pembunuh Driver Ojol Ditangkap
Pembunuh Driver Ojol Ditangkap

Berita Sejenis

Santri dan Muda Mudi Lintas Agama Halalbihalal

Santri dan Muda Mudi Lintas Agama Halalbihalal

Muda-mudi lintas agama yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Nusantara (FSN) dan santri menggelar halalbihalal.


Butuh 4.000 Keping Blangko KTP-El, Kemendagri Hanya Beri 500

Butuh 4.000 Keping Blangko KTP-El, Kemendagri Hanya Beri 500

Warga Kabupaten Tegal yang mengajukan permohonan pembuatan KTP elektronik harus bersabar.


Sudirman : Almarhum Haji Daryono Terkenal sebagai Ahli Sodakoh

Sudirman : Almarhum Haji Daryono Terkenal sebagai Ahli Sodakoh

Bagi masyarakat Dukuh Jeliran RT 1, RW 05 Desa Tarub, sosok almarhum Haji Daryono yang meninggal karena kecelakaan di Tol Cipali sebagai ahli sodakoh.


46 Kades Petahana Tersingkir di Pilkades Serentak

46 Kades Petahana Tersingkir di Pilkades Serentak

Sejumlah kepala desa yang berstatus petahana dalam pilkades serentak, Minggu (16/6) kemarin harus merelakan jabatannya hilang.


Ditinggal Pengajian, Dapur dan Petarangan Bawang Ludes Terbakar

Ditinggal Pengajian, Dapur dan Petarangan Bawang Ludes Terbakar

Dapur penyimpanan bawang milik Alpiah,70, warga Desa Kendawa, RT 05, RW 02, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes ludes terbakar, Senin (17/6).


Tiga Warga Tegal Jadi Korban Kecelakaan Maut di Tol Cipali

Tiga Warga Tegal Jadi Korban Kecelakaan Maut di Tol Cipali

Kecelakaan beruntun yang terjadi di tol Cipali arah Jakarta juga membawa duka bagi keluarga di Desa Tarub Kabupaten Tegal.


Kapolsek : Korban Kecelakaan Tol Cipali Masih Satu Blok di Desa Tarub

Kapolsek : Korban Kecelakaan Tol Cipali Masih Satu Blok di Desa Tarub

Kecelakaan maut yang terjadi di Tol Cipali KM 150+900B arah Jakarta pada Senin (19/6) pukul 01.00 WIB, menelan korban jiwa asal Tarub.


Wow! Empat Pasang Suami Istri Maju Calon Kades

Wow! Empat Pasang Suami Istri Maju Calon Kades

Sebanyak empat pasangan suami istri (pasutri) maju dalam bursa pemilihan kepala desa serentak yang dilangsungkan, Minggu (16/6).


80 Titik di Kota Slawi Bakal Terekam CCTV

80 Titik di Kota Slawi Bakal Terekam CCTV

Sejumlah kamera pengawas (CCTV) yang tersebar di wilayah Kabupaten Tegal kini tidak hanya memantau perkembangan lalu lintas.


Material SIM Kosong

Material SIM Kosong

Libur pasca-Lebaran dimanfaatkan sebagian pemudik asal Brebes untuk mengurus surat izin berkendara.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!